
Andra sudah siap mengantar Naila dan Dara pulang ke rumah papa Yudi, Naila memakai pakaian baru yang telah tersedia di kamar Andra begitu pun dengan Dara, Andra sudah menyiapkan semuanya sebelum mereka datang ke rumah Andra.
"Apa abang langsung berangkat kerja?" tanya Naila
"iyaa, Aku hari ini ada janji dengan Rey, kemarin aku sengaja meninggalkan client ku begitu saja, karna ingin menjadi supir kalian." ucap Andra.
"Benarkah?" jawab Naila terkejut.
"Ayah.. ala mau itut ayah kelja!" kata Dara yang saat ini berada dipangkuan Naila
"Tidak bisa hari ini sayang, nanti lain kali ayah ajak ke kantor ayah yaa!" jawab Andra sambil mengelus kepala mungil milik Dara.
"undaa.. kita mau pulang ke lumah kakek?"
"hmm.. " jawab Naila sambil mengangguk dan tersenyum.
"Ala mau dilumah ayah aja!"
"Besok ayah jemput ya sayang, nanti Dara beres-beres sama bunda dirumah, okeh!" kata nya.
Dara mengusap wajah ayahnya."janji ya ayah!"
"iyaa, ayah janji sayang!" jawab Andra.
Suasana hening seketika, saat mobil Andra memasuki pekarangan rumah Papa Yudi, ternyata Dara sudah terlelap dipangkuan Naila.
"Nai, tunggu . biar aku bukakan pintu mobilnya dulu,!" ucap Andra saat melihat Naila hendak membuka knop pintu mobil di sebelah kirinya..
"Sini.. biar aku gendong Dara nya, kamu tolong bukakan pintu depan!"
Naila menurut saja..
"Assalamu'alaikum" ucap mereka
Namun kondisi rumah sangat sepi, Naila menghampiri bibi didapur, menanyakan keberadaan mama papa nya. bibi hanya bilang mereka sedang joging pagi ke taman.
Lalu Naila membawa Andra ke kamar Dara untuk meletakkan Dara di ranjangnya.
__ADS_1
"awas.. hati-hati.. nanti dia bangun!" kata Naila
"memang kalo dia tidak bangun kenapa?" tanya Andra sedikit mesum
Naila terlihat malu.
Setelah meletakkan Dara "Sepertinya kau tidak pernah melakukannya selama ini?" ucap Andra mencoba menggoda Naila
"Emang mau melakukan dengan siapa? kambing??"jawab Naila malah ngelantur.
Andra terkekeh gemas melihat wajah malu merona milik Naila.
"Sini.. aku beri satu hadiah, karna kau tetap menjaganya untukku!" kata Andra terdengar ambigu
"Maksudnya!!??" kata Naila
cup
"untuk menjaga dirimu"
cup
cup
"untuk menjaga milikmu untukku"
seketika mata Naila melotot dan menepuk bahu Andra.. "iisss... dasar mesum!!"
"Sekarang kau milikku! jadiii.. "
cup
Andra mencium lebih lama dibibir Naila dengan sangat lembut.. membuat mereka terhanyut dan...
Brakkk..
"upps.. maaf!!"
__ADS_1
Mama Nadia masuk begitu saja tanpa mengetuk.
Wajah keduanya terlihat malu. Andra beranjak dan menyalimi mertuanya itu kemudian langsung menuju mobilnya untuk berangkat kerja
Naila tetap pada posisinya, karna benar-benar malu.
"jam berapa kalian sampai Nai?" tanya mama nadia menutup pintu kamar
"Barusan ma. . ihh.. mama kok gak ketuk pintu sih, malu tauuu!! "kata Naila menunduk memerah wajahnya.
"hhe.. mama fikir kamu hanya berdua dengan Dara.." mama Nadia terkekeh
"Gimana Nai??"
"Gimana apanya?"
mama nadia menaik-naikan alisnya.
"Kami sudah rujuk ma, kami sudah kembali bersama" kata Naila
"Alhamdulillah, semalam sebenarnya Andra sudah menelpon papa mama, minta izin untuk membawamu kerumahnya!"
Naila mengingat, Andra yang makan sambil memainkan ponselnya, ternyata dia sedang berbalas pesan dengan kedua orangtua Naila.
"Dia juga minta izin ingin rujuk kembali Nai!"
ucap mama Nadia
"Mama sangat bersyukur kalian sudah menentukan akhir yang bahagia ini Nai, mama cuma berdoa semoga kalian tetap saling mencintai selamanya,!"
"@@aamiin ma, oia.. Andra mengajak kami tinggal dirumahnya!" kata Naila
"hmm.. itu sudah mama duga sayang, dan kami tidak bisa menahan kamu maupun Dara untuk tetap disini."
"Pergilah Nak, bahagiakan dirimu!"
Naila memeluk mama Nadia, mereka menghelakan nafas lega, mama nadia lega, karna pada akhirnya anaknya memutuskan untuk kembali pada suami nya.
__ADS_1
"Terimakasih ma.. Nai sayang mama!"
to be continue