
"unda, ala lapel!" kata Dara mengusap perutnya, dia sedang berjalan digandeng oleh Naila menuju meja makan, karna memang sudah waktunya makan malam.
"Iya sayang, ayo kita makan, sabar ya!" kata Naila
Sesampainya dimeja makan, Dara melihat ke arah semua yang ada duduk disana,
"Sini Dara deket ante" ucap Dara menepuk-nepuk baby seat milik Dara.
Naila mendudukan Dara disamping Lita, "Hallo ante!!" kata Dara
"Hallo Dara, malam ini Dara makan sama tante yaa, tante suapin!" ucap Lita.
Dara mengangguk..
Piring makan Dara sudah disiapkan oleh Naila, ketika hendak menyuapi, Dara meminta Lita yang menyuapinya.
"unda, mau cama ante maemnya!" kata Dara
"Tapi tante juga mau makan sayang, sama bunda aja yaa..!" kata Naila
"hmm . hmmm.. " Dara menggeleng
"Ya sudah makan sama tante ya, harus cepat dihabiskan, karna tante juga mau makan!" kata Naila
"Iyaahh.." ucap Dara senang
Naila memberikan piring makan Dara kepada Lita, Lita menerima dengan senang hati, Dara makan dengan sangat lahap dan cepat menghabiskan makannya.
"Oiaa.. Abang gak dipanggil ta?" kata mama Tasya.
"Abang pelgi nenek." ucap Dara
Dara menyebut Andra "abang* mengikuti gaya orang rumahnya memanggil.
__ADS_1
"Ooh.. pergi kemana Dara? kok Dara tau?" kata mama Nadia.
"Nda tau.. ala tau nya tadi cole liat abang mau pelgi, unda juga liat, iya kan unda??" kata Dara menjelaskan.
"Hmm.. iyaa . tadi abang pergi ma, pakai pakaian rapi, da berpesan tidak ikut makan malam dirumah." kata Naila menundukkan kepala karna canggung.
"hmm.. pasti ada pekerjaan mendadak, padahal cuti, masih saja bekerja." kata mama Tasya.
"Andra sekarang sedang merintis usaha jadi dia akan sibuk" ucap papa Deni.
"Oiaa.. bekerja dimana sekarang dia Den?" tanya yudi.
"Sejak setahun lalu dia meminta modal kepadaku, membuka usaha dibidang fashion, banyak client nya model terkenal lho, walaupun masih dalam Negri tapi mantap lah untuk usia perusahaan barunya itu " jelas papa Deni
"Apa nama perusahaannya Den? apa ada dikota B juga?" tanya mama Nadia
"AN grup, gak kok dia bangun perusahaannya disini, di kota J" kata papa Deni sambil melanjutkan makannya.
Deg..
Naila berfikir tempo hari dia bertemu Andra di sana, dan tidak berfikir bahwa Andra lah pemilik perusahaan tempat dia mengajukan lamaran kerja..
"Sempit sekali kota J ini" gumamnya
Mama Nadia yang melihat gerak gerik putrinya hanya tersenyum, "Semoga dengan jalan ini, kalian bisa meluruskan kembali kesalahpahaman dan menjadi dewasa ya nak!"
"Berarti Andra bisa dibilang bos yaa sekarang!" kata papa yudi
"hahaha.. bos nya tetep aku donk!!" kata Deni membanggakan diri. "Andra masih menyicil mengembalikan uang modal yang dipinjamnya".
"Ahhh kau ini Den, sama anak sendiri perhitungan.." ucap Yudi.
"bukan perhitungan yud, itulah yang namanya bisnis, Andra akan belajar dari pengalaman, kalo aku kasih cuma-cuma, uang itu, mungkin dia akan main-main lagi" ucap papa Deni
__ADS_1
Naila masih mencerna setiap kata yang keluar dari mulut papa papa nya. Dara mengagetkan membuyarkan lamunan Naila.
"unda . ala udh kenyang!" menarik narik baju Naila
"Eehh.. iya, sudah yaa!" kata Naila terbata
"Kaka mikirin apa? sampe Dara panggil dari tadi gak denger!" kata Lita.
Naila hanya tersenyum saja
***
Usai makan malam tanpa Andra, Dara dan Naila kembali ke kamar, Namun sebelum mereka tidur, mama Nadia masuk ke kamar mengajak Naila bicara, sambil menepuk-nepuk punggung Dara, mama nadia mulai percakapan nya.
"Nak, Apa kau sudah mempertimbangkan permintaan Andra?" ucap Mama Nadia
"Nai tidak tau ma, Nai bingung, Nai takut, kalo kalo bang Andra seperti dulu lagi!" Naila mengingat kejadian dimana dia melihat Andra dengan seorang wanita dalam satu mobil dan foto yang dikirim oleh keysa dari hotel xx tempat dia bekerja.
"Bukankah lebih baik sekarang kalian meluruskan permasalahan dulu Nai?"
Naila diam
"mama yakin, Andra punya alasan! tidak mungkin Andra melakukan hal keji macam itu Nai, kalo memang iya, kenapa setahun ini dia masih mengejarmu!"
Naila masih diam
"MAma minta kamu lebih bijak ya sayang, pikirkan Dara, Andra adalah ayah kandungnya, Dara membutuhkan Andra. mama minta kamu jangan egois ya Nai!"
"Nanti Naila pikirkan ya ma!" Naila terdiam
Naila juga masih mencintai Andra ma, makanya Naila tidak tertarik untuk dekat dengan pria selain dia.
***
__ADS_1
to be continue