
naima duduk di sebelah nenek ima. nenek ima sangat menyayangi naima, cuma karena naima sering terkena hasutan ibu nya, jadi nenek naima slalu bersikap tegas kepada naima, agar tidak menuruti kata-kata ibunya terus.
naima "nek apa benar, mas brian akan menikah dengan mbak sifa. anak om bandi yang cantik itu" wajahnya memelas
nenek ima "iya sayang, apa kamu senang?" sambil mengusap rambut naima yang sekarang sudah tidur dipangku an nya.
naima "nekk, sebenarnya nai" langsung diam ketika melihat brian keluar rumah
nenek ima "brian, ini ada nai"
brian "hai nai, apa kabarmu?" sambil berjalan menghambiri dan langsung duduk di kursi
naima "kabar baik mas, kalau mas brian sendiri gimana"
brian "setengah tidak baik" sambil memandangi seserahan yang ada di depan nya
naima "apa mas brian gak bahagia?" curiga
nenek ima "bahagia nai, ini semua keinginan mas brian mu" sonntak brian memandang nenek, dan nenek melototi brian
brian "tentu bahagia nai, kamu kelas berapa sekarang?"
naima "kelas 1 SMA mas"
brian "yaudah mas tinggal dulu mau sarapan ya" beranjak dan pergi ke dapur
nenek ima "nai, apa yang sudah ibu mu katakan? katakan pada nenek, siapa tau nenek bisa bantu" mencoba membujuk naima agar mengatakan rencana busuk bu darti
__ADS_1
naima "benarkah nek, nenek bisa bantu" terlihat senang dan sangat antusias
nenek ima "iya, kan kamu tau sendiri sayang. bagaimana om setiono dan ayahmu sangat nurut ke nenek" mencoba meyakinkan
naima "iya nek, nai tau itu. sebenarnya ibu bilang, kalau nai gak boleh pacar pacaran atau suka sama siapapun. karena nai nanti akan nikah sama mas brian. ibu juga bilang kalau mas brian sukses di kota, jadi kehidupan naima akan bahagia kalau menikah dengan mas brian. lalu naima akan kuliah di kota. bahkan naima sangat menyayangi mas brian nek, mas brian slalu baik dan slalu memberikan oleh-oleh dari kota. nbaima juga ingin menikah dengan mas brian" memelas dan menunduk
nenek naima "ibu mu benar-benar jahat sekali, cucu perempuan ku satu-satunya sudah di bohongi seperti ini. nanti nenek akan memberikan perhitungan padanya" nenek naima pura-pura marah
naima "jangan bilang apapun nek, nanti ibu marah kepadaku" wajahnya memelas sambil memeluk nenek ima
nenek naima "nenek akan bantu kamu sayang, setelah brian sarapan, nenek akan tanya. apakah dia sayang kepada mu dan mau menikah dengan mu atau hanya menyayangi mu sebagai adik nya. oke!"
naima "oke nek" terlihat senang dan sangat bersemangat
nenek naima "tapi kamu harus janji kepada nenek. jika brian hanya menyayangimu sebagai adik. maka kamu harus melupakan semua itu. dan jangan mau jika di suruh ibu mu melakukan hal hal yang tidak baik" nenek mengacungkan jari kelingking nya
nenek ima "kalau ibu mu marah, adukan kepada nenek. biar nenek yang membereskan" nenek meyakinkan
naima "baik nek, naima janji" sambil melingkar kan jari kelingking nya ke jari kelingking nenek
naima "sebenarnya anak pak camat slalu mendekati naima nek, cuma naima takut ibu marah. tapi naima juga sedih kalau mas brian nikah sama orang lain"
nenek ima "tenang saja, nanti nenek akan cari kan laki-laki yang sama sukses nya seperti mas brian. kamu percaya kan sama nenek?"
naima "iya nek naima percaya sama nenek"
tak lama kemudian brian selesai sarapan dan duduk di kursi sambil memainkan handphone nya.
__ADS_1
nenek ima "brian, apa kamu tidak membeli kan oleh-oleh untuk adikmu ini?"
brian "aduhh lupa nek, kemarin kan perginya mendadak. maaf ya nai. lain kali mas akan belikan" sambil melihat naima
nenek ima "brian apa kamu sangat menyayangi naima?"
brian bangkit dan duduk didekat naima, lalu ia memeluk naima, naima kaget dan jantung nya berdetak kencang "iya nek, brian sangat menyayangi naima, dia adikku, adik perempuan ku satu-satunya"
naima melepaskan pelukan nya "apa hanya sebatas adik mas?" sambil melihat mata brian
brian dengan polosnya langsung menjawab "iya adik tersayang ku."
brian sangat menyayangi naima, karena dia satu-satunya cucu perempuan di keluarga nya. tetapi bu darti sudah meracuni pikiran anak nya itu.
brian "nek, nai, aku tinggal keluar dulu ya. mau bersihin mobil" beranjak dan pergi keluar rumah
nenek ima "tu kan, nenek bilang juga apa. ibu mu saja yang jahat hingga punya pikiran seperti itu. jangan sedih sayang" nenek memeluk naima
naima "naima gak sedih kok nek, lagian naima masih ada mas riko anak pak camat itu. nenek jangan bilang ke ibu ya" karena pikiran naima yang masih seperti anak kecil, labil maklum saja langsung jawab seperti itu
nenek ima "ya nenek gak akan bilang, tapi kamu harus jaga diri ya"
naima "iya nek," melepaskan pelukan nenek
lalu mereka melihat seserahan yang ada di depan mereka dan bercanda.
sebenarnya naima adalah anak baik, dia masih polos. karena hasutan ibunya yang slalu memaksanya melakukan keinginan ibu nya. nenek ima sangat menyayangi naima. nenek ima slalu menggagalkan rencana jahat bu darti. karena itulah pak haidar tidak tinggal bersama ibunya karena istri dan ibunya tidak bisa akur. dan nenek ima juga tidak mau tinggal bersama bu darti. maka dari itu nenek ima tinggal sendirian, setiap pagi bik inem membantu dirumah nenek ima, mencuci baju, masak dan bersih-bersih rumah. bik inem adalah tetangga belakang rumah nenek ima. terkadang kalau malam bik inem dan anak nya menemani nenek ima.
__ADS_1