
Pada akhirnya kami melarikan diri dari Mahkluk merepotkan itu (Sofia), sekarang kami malah tersesat....
"Woy Galius kita sekarang dimana?!",Tanya Fatnir sedikit khawatir.
"Entahlah..., Tapi tenanglah kita bisa keluar dengan mudah, >Search<",Ucapku tersenyum dan menggunakan sihir untuk mencari jalan keluar.
Di Ibukota ini terlalu ramai,...Aku bisa merasakan banyak keberadaan berkumpul disini, jadi aku tidak yakin aku bisa dengan mudah mencari jalan utama Ibukota...
"Gimana?..",Tanya Fatnir kepadaku dengan penuh harapan.
"Tenanglah Kadal bodoh, ikuti aku.",Ucapku memimpin Liza dan Fatnir menuju jalan keluar.
"Galius, Apa kau yakin lewat sini?",Tanya Liza meragukan ku.
"Percaya lah padaku Liza.",Jawabku tersenyum.
Setelah itu kami berjalan beberapa menit dan akhirnya sampai juga ke...
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
"Woy Galius, bukannya ini Rumah Bordil, kenapa kita ke sini, kau tidak berguna.",Ucap Fatnir merasa kecewa kepadaku.
[Rumah Bordil adalah tempat seperti Distrik Lampu Merah tempat seorang laki laki untuk memuaskan nafsu-nya seperti hewan liar].
"Kau benar Kadal Sialan ini rumah Bordil,Haaaa....Ini sedikit merepotkan, Liza bisa kau tutup matamu sebentar.",Ucapku sambil menutup mata Liza dengan kedua tangan ku dari belakang Liza.
"Galius, kenapa kau menutup mataku?",Tanya Liza bingung.
"Aku tidak ingin Liza ternodai oleh mereka, Liza masih terlalu cepat untuk mengetahui nya.",Ucapku tersenyum terus menutup mata Liza dan sambil mencari jalan keluar dari situ.
Tempat itu sungguh tempat yang menyebalkan, banyak kali sampah sampah yang datang ke sini, aku tidak ingin ada masalah jadi kami harus segera pergi dari sini secepatnya...
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
"Nee..,Kakak yang ganteng bagaimana kalau kau bermain denganku~",Goda salah satu seorang Pelac*r tersenyum menggoda ku.
"Benarkah!...",Ucapku menatap Pelac*r itu.
"Tentu saja.",Ucap Pelac*r itu dengan percaya diri.
"Kau yakin!, Jika kau bermain dengan-ku, Aku tidak bisa menjamin tubuhmu tidak Hancur!",Ucap tersenyum sinis dan menatap Pelac*r dengan tajam.
---\=\=\=--
"Eh!,...Apa Anak ini? Ini berbahaya, Apa yang harus kulakukan?!",Ucap Pelac*r itu bingung dan ketakutan.
"Akan kutanya sekali lagi, Apa kau ingin bermain dengan ku?",Ucapku tersenyum mengancamnya.
"A-Aku...",Ucap Pelac*r kebingungan.
"Galius!, Sudah cukup.",Ucap Liza memeringati ku dan sedikit marah.
"Baiklah,...Aku minta maaf aku cuma menggoda-nya sedikit saja, lagian aku tidak tertarik dengan Wanita selain Liza.",Ucapku tersenyum kepada Liza.
Ahaha..., Sebenarnya aku lagi menggoda Liza, Wajahnya saat Cemburu sangat imut...
__ADS_1
"Seperti yang kau lihat, Aku sudah memiliki Wanita dan kau tidak sedikitpun membuatku tertarik, dan ini sedikit saran dariku, Harusnya kau lebih berhati hati lagi kepada Pria.",Ucapku tersenyum melihat Pelac*r itu yang hanya diam membeku.
Hmmm....,Apa aku terlalu berlebihan?, Tapi aku tidak peduli, bagi ku mereka hanyalah sekumpulan sampah...
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
"Hei Tunggu!! Aku tidak bisa membiarkan mu lepas karena telah mengejekku!!",Teriak Pelac*r itu dengan kesal memanggil kami.
Ahaha...., Apakah Pelac*r sialan itu benar benar bodoh?, Padahal aku sudah mengabaikan nya untuk tidak membuat masalah, tapi Pelac*r itu yang mulai membuat masalah duluan....
"Galius, Tenanglah.",Ucap Fatnir yang sedikit khawatir.
"Tenanglah Kadal, Abaikan saja dia.",Ucapku tersenyum dan pergi begitu saja mengabaikan nya.
Baiklah mari kita hindari masalah dengan tenang, aku sudah sedikit belajar untuk tidak membuat masalah...
---\=\=\=---
"Tunggu!, Aku tidak tau apa tujuan-mu membawa Wanita kesayangan mu itu kesini!!, Tapi pasti kau berniat menjualnya kan!, aku tau karena semua Pria itu busuk dan Wanita itu pasti telah kau Tipu kan!!, Kau ingin membuat Wanita-mu menghasilkan uang dengan menjual Tubuhnya-kan!!, Dasar MUNAFIK!!!",Teriak Pelac*r itu tersenyum dan terus menghina ku.
*Buuussshhhh....
"Bisa Kau Diam!!",Ucapku tersenyum menatapnya dengan tajam dan mendekati wajahku dengan wajah ******* itu.
*Duk..
Pelac*r itu terjatuh ketakutan karena melihat mataku.
"Galius tenanglah.",Ucap Liza menghentikan ku.
"Haaaahh...., Padahal aku tidak ingin membuat keributan.",Ucapku menghela nafas.
"Maafkan aku Liza, Padahal aku berniat tidak ingin membuat masalah, tapi aku tidak bisa menahan diri-ku....",Ucapku tersenyum membawa Liza pergi.
Setelah itu kami pergi dari tempat itu tapi sebelum itu ada yang ingin ku katakan...
"Nee...,Nama-mu Siapa?",Tanya-ku kepada Pelac*r itu.
"La-Laila..",Jawab Laila si Pelac*r masih gugup.
"Baiklah Laila, akan kuberitahu kau satu Hal,.. Aku tidak akan membuang Wanita-ku apapun yang terjadi, ingat itu baik baik.",Ucapku tersenyum dan menatap tajam Laila.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Laila sesaat terdiam karena terkejut dan...
"Jadi gitu, kalo gitu syukurlah.",Ucap Laila yang tiba tiba sikapnya berubah.
Apa yang terjadi?,... Bagaimana dengan sikapnya yang tadi?, Apa mungkin Wanita Pelac*r ini cuma menguji ku?..., Padahal tadi dia ketakutan...
"Gadis Cantik siapa nama-mu?",Tanya Laila kepada Liza.
"Liza, dan aku Istri dari Galius.",Ucap Liza dengan wajah serius.
Apa mungkin dia takut aku di ambil?, Sial dia sangat imut.
"Liza ya, aku sangat iri kepadamu, kau sangat beruntung memiliki Suami seperti dia.",Ucap Laila tersenyum dengan tenang.
__ADS_1
"Yah..., Aku sangat beruntung.",Ucap Liza sedikit tersenyum.
Sepertinya Laila memiliki masa lalu yang sulit,....Ini cuma tebakan ku tapi ku rasa di telah di Tipu sama laki laki yang dia Cintai dan Dijual sebagai Pelac*r disini, Yah...itu cuma tebakan ku saja...
Setelah itu Laila memberitahu kami tempat untuk keluar dari situ, dan kami percaya kepada-nya, jadi kami mengikuti jalan yang di tunjukkan....
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
*Duk!...
"Sialan, siapa sebenarnya pemuda itu?",Gumam Laila tidur di kamar-nya sangat kesal.
"Hanya dengan melihat tatapan nya, Tangan ku tidak bisa berhenti gemetaran.",Ucap Laila melihat tubuhnya yang sangat ketakutan.
"Aku beruntung dia memiliki Wanita lain, jika tidak, dia akan menerima rayuan-ku dan menghancurkan ku...",Gumam Laila dengan lega.
"Tidak salah lagi,....Pria tadi adalah... MONSTER!!, Aku sedikit kasihan sama Istri Pria itu....",Gumam Laila membicarakan Galius...
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
"Yosh, akhirnya kita keluar juga dari sana.",Ucapku tersenyum yang akhirnya kami berada di Alun Alun Ibukota Kerajaan.
"Kau benar, tapi aku bersyukur bisa bertemu Laila.",Ucap Liza yang sepertinya sedikit menyukai Laila.
"Liza dengarlah, kita tidak akan pergi ke sana lagi oke, tapi kalau kau ingin bertemu Wanita itu lagi, aku harap tempat pertemuannya tidak di sana.",Ucapku tersenyum menasehati Liza.
"Baiklah.",Ucap Liza mengangguk kepalanya.
---\=\=\=---
"Galius, ada yang ingin kubilang.",Ucap Liza memegang kerah lengan bajuku.
"Bilanglah.",Ucapku penasaran.
"Aku mencintaimu Galius.",Ucap Liza tersenyum, membuatku terkejut.
Meskipun aku tidak tau kenapa dia tiba tiba bilang begitu, tapi...
"Ahaha....,Aku juga mencintaimu Liza.",Ucapku tersenyum membalas cinta Liza.
Seperti yang kuharapkan kami adalah pasangan yang sangat cocok.
"Hey kalian, aku mohon jangan bilang sesuatu yang memalukan di sini.",Ucap Fatnir melihat kami.
"Kau harus terbiasa dengan ini Kadal.",Ucapku menepuk kepalanya.
"Aku bukan Kadal!",Ucap Fatnir sangat kesal.
"Yah yah...Baiklah Tokek, Mari kita cari sebuah penginapan dulu, Setelah itu mari kita menikmati Festival nya.",Ucapku tersenyum memegang tangan Liza.
__ADS_1
"Aku juga bukan Tokek Bangs*t!!",Teriak Fatnir sangat marah padaku.
Mari kita nikmati Festival nya. Yaps, Ini adalah Festival untuk merayakan Kematian-ku.