
Kami mengikuti Aria untuk pergi ke Benteng pertahanan tersebut tapi, sayangnya Benteng nya sudah hancur, sekarang mereka sedang dalam masa perbaikan...
Para Legion Ant akan menyerang di malam hari, sekarang mereka semua bersembunyi di sarang mereka sendiri...
---\=\=\=---
“Nona Aria, Siapa mereka?”, Tanya para petugas yang di sana.
“Mereka adalah bantuan kita, perlakukan mereka dengan baik”, Pinta Aria tersenyum.
“Baik!”, Jawab mereka dengan tegas.
“Kami sangat berterima kasih”, Ujar Liza dengan sopan.
“Tidak papa, Ini karena perintah Nona Aria, kami harus mematuhinya”, Balas para pekerja di sana.
Heee..., Ternyata dia sangat di percayai, benteng ini bisa bertahan karena keberadaan Aria Giovanni yang kekuatan nya setara dengan Rank S...
Tapi sayangnya karena dia memiliki Panti asuhan, diri nya tidak pernah sekalipun melawan Monster Rank S...
Syarat untuk masuk ke Rank S adalah mengalahkan Monster Rank S...
---\=\=\=---
“Jadi, Apakah kalian memiliki rencana untuk mengalahkan Legion Ant?”, Tanyaku yang sekarang kami sedang berdiskusi bersama.
“Seperti yang anda lihat Tuan Galius, bertahan dari mereka saja kami sudah kewalahan”, Jawab Aria merenung diri.
Jadi gitu, makanya tidak ada yang bisa sampai ke sarang Legion Ant dan menghancurkan Janin Kehancuran nya...
Mereka terlalu sibuk bertahan dan tidak menyerang sama sekali, bahkan jika aku sendiri pun mungkin sekitar 2 Minggu untuk mengalahkan mereka semua...
Jumblah nya sangat tidak masuk akal, 200 ribu lebih dan itu terus bertambah...
Ini sangat Merepotkan, jika pun aku menggunakan sihir super yang bisa kubunuh hanya sekitar 80 ribu saja...
Dan diriku yang sekarang hanya bisa menggunakan dua kali sihir super saja...
---\=\=\=---
“Galius, Apa kau menemukan rencana?”, Tanya Liza menatap ku dengan serius.
“Tenanglah, Aku memiliki sebuah rencana”, Jawabku tersenyum dan mengelus kepala Liza untuk membuatnya sedikit tenang.
“Jadi apa rencanamu?”, Tanya Fatnir yang lesu.
Sekarang dia berada di pangkuan Aria dan Aria tidak mau melepaskan nya...
Aku tersenyum percaya diri...
“Rencana, Aku akan langsung menuju ke sarang mereka dan menghancurkan Janin Kehancuran”, Ucapku dengan santai.
“A-Apa!!?, Itu terlalu nekat tuan Galius!!”, Kaget Aria menasehati ku.
“Haaaaaaahhh...”, Liza dan Fatnir menghela nafas dengan serentak.
__ADS_1
“Apa, bukannya ini yang tercepat”, Ujar diriku tersenyum dengan polos.
“Aku tau kau akan bilang seperti itu Galius, tapi aku yakin Galius bisa melakukannya”, Ucap Liza tersenyum.
“Terima kasih Liza”, Balasku yang sangat senang.
---\=\=\=---
“Ano, Kenapa kau bisa sangat mempercayai nya Nona Liza?”, Tanya Aria yang masih bingung.
“Aku adalah Istri Galius, dan Aku hanya mempercayai Suami ku, Apakah itu tidak boleh?”, Jawab Liza yang dengan bangga.
“Haaaahhh..., Aku tau ini tidak masuk akal, tapi aku juga akan mempercayai kalian”, Aria menghela nafas dan mendukung kami.
“Baiklah, saat aku ke sarang mereka, Liza dan Fatnir bantulah mereka yang di benteng”, Pinta ku dengan tegas.
“Baiklah!, Itu sangat mudah”, Jawab mereka.
---\=\=\=---
Hari pun sudah malam, para pasukan Legion Ant mulai menampakkan dirinya...
*Teng!..Teng!..
“Para Semut itu sudah datang, kalian bersiaplah, ambil posisi kalian!!”, Teriak Aria dengan tegas.
“Woooooo!!....”, Teriak semangat para prajurit di sana.
Tapi, saat itu kami sedikit salah paham dengan jumblah mereka...
“Woy woy, Ini tidak 200 ribu lagi nama nya, Mereka semua ada...
---\=\=\=---
“Tuan Galius, Bagaimana caramu kau menerobos Ribuan Pasukan itu?!”, Tanya Aria tersenyum santai.
“Ahaha..., Ini sangat menarik”, Ujar diriku yang bersemangat.
“Galius, kumohon jangan paksakan dirimu”, Ucap Liza yang khawatir.
“Tenanglah Liza, Aku bukan orang bodoh yang akan memaksakan diri”, Jawabku memgkedip satu mataku.
“Baiklah, Pulanglah dengan selamat Galius”, Pinta Liza tersenyum lega.
Haaaaa...., Kalau Liza sudah bilang begitu, mari kita sedikit menahan diri...
---\=\=\=---
*Drug!!...Drug!!...
Para semut itu mulai berdatangan dengan jumblah yang besar...
“Kraaaaaaaakkkkkkk!!...”, Teriak para Semut dan mulai menyerang kami.
*Drug!!Drug!!Drug!!...
__ADS_1
Suara hentakan dari kaki semut-semut itu...
Aku pun dengan percaya diri maju ke paling depan dan...
“>Fallen Down<”, Rampalku dan 80 Ribu lebih para semut mati.
“He-bat”, Kaget para prajurit yang melihatnya.
“Ini benar benar sangat Luar biasa!”, Kaget Aria juga yang mulai bersemangat.
“Kraak!...Kraak!”.
Dan para semut semut juga ikut terkejut diam...
---\=\=\=---
“SEMUANYA!!...”, Aria menarik nafas dan, “SERANGGGG!!...”, Teriak Aria dengan keras.
“WOOOOOOOO!!...”, Semangat para prajurit.
“KRAAAAAAKKKKK!!!...”, Para semut-semut tersebut juga mulai menyerang.
---\=\=\=---
“Mengamuklah dan hancurkan semuanya >Tempest
*Bum!!...Bum!!...
Liza menggunakan sebuah pedang biasa untuk mengalahkan mereka...
*Sing!!...Cruukk!!...
Hanya dengan sekali tebas Liza bisa membunuh Ratusan semut-semut, tapi sayang nya...
*Kretek!!...
“Sial, Ini patah lagi”, Gumam Liza yang melihat pedang yang di pakainya langsung patah sekali pakai.
“Nona Liza, tengkeplah!!”, Teriak Fatnir melempar sebuah pedang baru kepada Liza.
“Fatnir, Terima kasih”, Balas Liza yang langsung menebas mereka lagi.
Tugas Fatnir adalah mendukung Liza dari belakang dengan membawah ribuan pedang, dan diri nya juga akan membunuh semut yang ingin memasuki benteng...
---\=\=\=---
Disebuah tempat yang dalam, disana terdapat...
“Apa Ini!!, Ini MUSTAHIL!!, Pria itu Monster, tidak mungkin bisa menghabisi pasukan elite ku begitu saja!!”, Gumam Janin Kehancuran yang terkejut.
*Duk!..Duk!..Duk!..
Seseorang mendekati nya dan itu adalah...
---\=\=\=---
__ADS_1
DIRIKU!!...
“Yo, Janin Kehancuran mari kita sedikit bermain main”, Ujar diriku tersenyum sinis.