
“Nn..”
“Nona Liza, Apa kau tidak papa?!”
Seseorang mendekati ku saat aku membuka mataku yang sedikit perih dan dia adalah wanita yang Galius panggil lolicon...
“Aria, aku tidak papa, bagaimana dengan dirimu.”
“Syukurlah, tenang saja, aku baik baik saja.”
Aria bernafas lega saat mendengar jawaban dariku, dan entah kenapa saat ini kami berada disebuah kamar luas, di sana hanya ada aku dan Aria saja...
Selagi aku melihat sekitar, aku kebingungan dan bertanya:
“Aria, dimana Galius?”
“Kalau itu...”
Aria terlihat tidak ingin membilang-nya, lalu memalingkan wajahnya dariku...
Aku kebingungan dan memiringkan kepala ku.
“Ada apa, Aria, Apa Galius ada?,...Aku tidak bisa merasakan keberadaan-nya sama sekali.”
Aria terlihat telah bermasalah dan berkata:
“Tuan Galius, saat ini sedang melawan Legion Ant sendirian, aku masih tidak bisa memastikan-nya!”
Eh!..
...Galius bertarung sendirian?
Aku tau kalau Galius selalu seperti ini, tapi, entah kenapa aku merasakan firasat buruk tentang ini.
“Aria, antar aku ke tempat Galius segera!”
“E-eh,...No-Nona Liza,...tolong tunggu sebentar!”
“Tidak papa, soalnya aku kuat!”
“Meskipun begitu, itu tetap tidak bisa, Nona Liza.”
Saat aku bergegas menyiapkan perlengkapan ku, Aria menariki baju-ku dan mencoba untuk menghentikan ku.
...Tapi, saat ini aku benar benar mencemaskan Galius
–Aria melepaskan tangannya dari bajuku dan menatap ku dengan serius seperti ingin mengatakan sesuatu
“...Itu sudah rusak!...”
“Apanya?”
Aku dengan cepat bertanya, lalu Aria berkata sambil menundukkan wajahnya:
“Gerbang Teleportasi nya, sudah rusak, jadi kita tidak bisa menggunakan Teleportasi untuk langsung ke Benteng pertahanan garis depan, walaupun menggunakan kuda, itu akan memakan waktu 3 hari dari sini.”
Sial, pasti itu semua karena Galius, aku yakin dia yang menghancurkan nya.
“Apakah ada cara lain yang cepat?”
“Sayangnya itu, tidak ada.”
Aria mengatakan itu dengan wajah yang bermasalah dan sambil menyeduh kan teh untuk ku.
Aku mengambil teh itu dan mulai memikirkan sebuah rencana
__ADS_1
Bagaimana mana pun, aku harus menemukan Galius, dia orang nya ceroboh dan nekat, aku tidak bisa membiarkan nya sendirian
Hari sudah siang sejak pertempuran melawan Legion Ant, tapi Galius tetap belum pulang.
“Fatnir!”
Aku memanggil Fatnir saat dikamar sendiri, lalu Fatnir dengan cepat keluar dari bayangan ku.
“Ada apa, Nona Liza?”
“Fatnir, apa kau bisa menggunakan teleport ke Galius?”
“Aku minta maaf, Dari tadi sinyalku dengan Galius terputus, aku tidak bisa melakukannya.”
Fatnir meminta maaf sambil menundukkan kepalanya, dan aku kembali merenungkan nya...
Apa yang Galius lakukan saat ini?
Disaat terakhir dia sedikit aneh, tidak seperti biasanya dia membuat wajah seperti itu.
....
Selagi aku memikirkan sesuatu, aku sadar kalau ini pertama kalinya aku dan Galius terpisah begitu lama.
...Aku kesepian...
“Fatnir, apa kau bisa membawaku terbang ke Garis depan pertahanan sekarang?”
“..Eh–, ka-kalau itu aku bisa.”
“Baiklah, Fatnir, Kita akan pergi ke sana, persiapkan lah dirimu!”
“Ba-Baik!”
Aku tidak tau apa yang terjadi oleh Galius, tapi aku tidak bisa membiarkan ini, aku harus menemukan-nya
Baiklah, aku sudah putuskan itu, sekarang aku benar benar sangat marah.
....
–Setelah itu, aku pergi terburu-buru ke ruangan Raja Gojou untuk meminta Izin.
“Raja Gojou!”
“Nona Liza, ada apa, apakah ada yang salah?”
Aku dengan tidak sopan memasuki ruangan nya, dan berlutut dihadapan nya, Gojou saat ini dengan serius menatap ku atau mungkin dia jengkel karena aku tidak sopan...
“Aku minta maaf, karena tidak sopan, tapi, bisakah aku–”
“Pergilah!”
Eh!...
Sebelum aku selesai berbicara, Gojou tersenyum bangga menyela perkataan ku...
Apa mungkin dia tau apa maksud kedatangan ku?
Sesaat aku sadar, kalau Raja Beastman bukan sekedar nama dan kekuatan saja...
Lalu aku tersenyum tipis dan berkata:
“Terima kasih banyak!”
....
__ADS_1
–Setelah itu, aku diam diam pergi dari kastil untuk ke hutan, disana Fatnir sedang menunggu ku dalam wujud naga-nya.
Tapi, saat aku ingin pergi secara diam-diam, seseorang memanggil-ku dan tanpa sadar aku terkejut sambil melihat ke arah sumber suara itu...
“Jadi, apakah kau ingin pergi, tanpa berpamitan dengan ku, Liza!”
“Aria, Kenapa kau tau?”
“Aku hanya menebaknya saja!”
Aku tidak menyangka lolicon ini peka juga.
Sesaat aku mengambil nafas untuk tenang dan berkata:
“Jadi, apa yang akan kau lakukan?”
Aria hanya terdiam,...tapi tiba-tiba dia dengan sekajab memelukku.
“Aria!”
Aku terkejut, dia memang hebat bisa membuatku lengah, Rank A bukan sekedar julukan saja.
“Liza, saat kau kembali membawa Suami-mu kesini, aku ingin kau jalan-jalan dan bermain denganku di kota ini, sekarang kita teman.”
Aria mengatakan itu sambil tersenyum lembut dan tetap memelukku.
Aku sengat senang, ini pertama kalinya aku mendapatkan seorang yang bisa disebut teman...
...Galius, tidak semua manusia busuk seperti yang kau bilang...
Aku tersenyum dan membalasnya:
“Tidak mau!”
“Eh!..”
Aria menjadi terkaku dan terkejut, dia mulai menggoyangkan bahuku sambil berteriak “Kenapaaaa?...” mengeluarkan air matanya...
“Tentu saja, aku tidak ingin cuma kita berdua, saat itu aku akan mengajak Galius, Raja Gojou, dan Fatnir juga, mari kita berpesta bersama.”
Aku mengatakannya dengan wajah datar, lalu Aria berhenti menggoyangkan ku dan mengelap air mata nya.
“...Egh!, Padahal tadi suasananya sudah bagus pun, Liza sangat kejam.”
Aria menundukkan dirinya sambil termenung kecewa, lalu dia mengangkat wajahnya, dan melanjutkan nya:
“Liza,... Hajar lah pria itu untuk ku juga!”
“Baiklah, aku akan menghajarnya!”
Setelah pembicaraan yang berbahaya itu, aku langsung bergegas-gegas pergi ke Fatnir yang sudah menunggu lama, selagi aku pergi, Aria terus melambaikan tangannya sambil tersenyum...
*Wuuuusshhhh!...
Aku mendarat tepat disamping Fatnir, saat ini sudah jam waktu nya semua orang tidur, aku menggunakan penglihatan malamku jadi tidak susah menggunakan obor untuk pencayaan...
Fatnir dengan wujud naga perkasanya, menundukkan kepalanya setelah berkata “Naiklah” dan langsung terbang dengan cepat setelah aku menaikinya...
“Oh iya, bukannya kau sedikit terlambat, Nona Liza.”
“Aku minta maaf, tadi aku hanya baru selesai berpamitan dengan temanku.”
Aku mengatakan itu sambil tersenyum senang, Fatnir memiringkan kepalanya yang bingung, tapi setelah itu dia hanya bilang “Seperti itukah” dengan wajah datar.
Dengan kecepatan Fatnir saat ini yang lebih cepat dari kuda, mungkin kita bisa sampai dalam kurun waktu 3 jam...
__ADS_1
“Tunggu aku, Galius!”.