
brian "sif, ini yang Minne mouse buatmu, kalau Micky mouse biar aku simpan, mau kubawa pulang"
sifa "apa mas suka sama Micky mouse?"
Brian "iya aku suka, bahkan aku koleksi DVD nya, miniatur kecil kecil, kalau Boneka hanya ini saja. aku ingin simpan, rasanya pengen saja boneka ini ku bawa pulang" sambil melihat boneka Micky mouse
sifa tersenyum, ia tak menyangka bahwa brian suka dengan Micky mouse.
sifa "kalau mas suka, bawa saja semua nya mas. gappa" sifa mulai tersenyum
brian "tidak, kamu bawa saja itu."
lalu brian kembali melihat-lihat hadiah di dalam tenda, karena ring nya tinggal satu. nampaknya brian tidak tertarik dengan sisa hadian di sana, lalu ia melemparkan ke sembarangan arah. ternyata ring itu masuk kedalam botol. operator menghampiri dan mengambil hadia tersebut dan memberikan nya kepada brian.
brian bingung dengan benda kecil seperti cincin yang dipenuhi permata berwarna pink, ada 2 Tombo kecil dan besar dan layar seperti kalkulator diatasnya ada pita kecilnya.
brian "sif, ini apa?" sambil menunjukan benda tersebut.
sifa "cantik sekali mas, ini tasbih digital. seperti punyaku ini" menunjukkan benda yang sama tetapi tidak dipenuhi permata.
brian "ohhh... ini buatmu saja, lagian aku tidak pernah bawa tasbih seperti mu" sambil menyerahkan benda itu kepada sifa
sifa terlihat sangat senang "makasih ya mas"
brian "hmm, ayo cepat kita kesana. bawakan boneka ini sekalian" sambil menyerah kan boneka Micky mouse nya.
sifa berjalan di samping brian sambil mengikuti langkah brian.
brian "kau mau makan apa? martabak manis? martabak asin? siomay? sosis bakar?"
sifa "kita beli minuman saja dulu mas, itu ada yang jual juice"
brian tanpa menjawab langsung berjalan menuju ke tenda juice. sifapun langsung berjalan mengikuti brian.
__ADS_1
brian "kamu mau juice apa?"
sifa "terserah mas saja"
brian "aku gak suka jawaban terserah. bilang mau apa?" tegas brian dengan suara datar nya
sifa "hmm, aku mau juice alpukat saja mas"
brian tidak menjawab, ia langsung memesan 2 juice alpukat. saat brian menoleh kebelakang, ia tidak melihat sifa. brian melihat kesemua arah lalu ia melihat sifa yang sudah duduk di sebuah kursi dengan memeluk 2 boneka Minne dan Micky mouse. brian langsung menghampiri sifa, muka brian terlihat sangat kesal.
brian "kenapa kamu tidak memberitahu ku, dan langsung meninggalkan ku disana"
sifa "maaf mas, saat ada kursi kosong aku langsung menghampiri, takut keduluan orang"
brian "ini minumlah, tunggu sini jangan kemana-mana" dengan suara tegas.
sifa "mas mau kemana? jangan tinggalkan aku mas" renggek sifa
sifa "baiklah"
lalu brian meninggalkan sifa dan membeli martabak manis, martabak asin dan sosis bakar.
setelah 15 menit, brian kembali menghampiri sifa dengan 2 kantong kresek di tangan nya.
setelah sampai ia meletakkan kresek itu di meja.
sifa "kenapa membeli banyak sekali mas?"
brian "ini martabak buat keluarga mu" dengan menunjuk salah satu kresek
lalu ia mengeluarkan 4 potong sosis bakar dari kresek.
brian "makanlah" matanya sambil melihat ke sosis.
__ADS_1
sifa lalu mengambil satu potong sosis dan memakan nya. mata sifa terus melihat area bermain anak anak. sifa sesekali tersenyum.
sifa sangat suka sekali kepada anak-anak kecil. sifa memang keibuan, meski ia terkadang juga bertingkah dan manja seperti anak kecil. sejak sekolah SMA sifa sudah mengajar ngaji anak-anak kecil di yayasan.
sedangkan brian memperhatikan sifa yang sedang senyum-senyum sambil memakan sosif bakar.
cantik juga sifa saat senyum, pantes saja nenek slalu memuji nya bunga desa. dia lucu sekali makan sosinya. bagaimana kalau brian junior masuk kedalam mulut kecilnya, aahh... apakah cukup junior ku masuk ke mulutnya. mulutnya begiti kecil, bibirnya sangat tipis warna nya juga merah muda meski tanpa memakai lipstik.
aaahhhh... kenapa aku jadi berpikir mesum seperti ini, sangat menjijikan sekali. batin brian.
sifa "mas, kenapa melihat ku seperti itu" tegur sifa, yang seketika itu membuyarkan lamunan nya
brian terkejut "tidak papa, kau makan apa lagi?"
sifa "tidak mas, sifa gak mau apa-apa."
brian "hmm" lalu mengambil sepotong sosis
sifa "mas ayo kita pulang, ini sudah malam"
brian melihat jam yang melingkar di tangan nya "ini masih jam 8 malam, apa kau mengantuk?"
sifa "tidak mas, nadia cuma gak terbiasa berada di luar malam malam seperti ini" sebenarnya sifa sudah sangat capek dan mengantuk dengan aktifitas sejak tadi pagi.
brian "sebentar lagi kita pulang, habiskan sosismu"
sifa "baiklah"
brian "sif?"
sifa "iya mas ada apa?"
brian "hmmm... gak papa, ayo cepat habiskan sosismu. setelah itu kita pulang".
__ADS_1