Apakah Ini Cinta?

Apakah Ini Cinta?
Bab 4


__ADS_3

pak setiono dan bu suci datang, langsung di sambut brian yang sejak dari tadi menunggu mereka.


pak setiono "assalamu'alaikum"


brian "pa.. brian mau bicara" sambil masuk rumah dan duduk di ruang tamu


pak setiono "papa juga mau bicara, kamu mau bicara apa? katakan" nada datar


brian "langsung saja pa, brian masih belum mau menikah pa, umur brian baru 30 tahun. brian masih mau senang senang dulu"


pak setiono dan bu suci kaget, tetapi pak setiono sudah tau pasti ibunya lah yang memberi tahu semua nya kepada brian.


pak setiono "kamu akan menikah bulan depan disini dengan sifa. itu keputusan papa"


brian "brian gak mau pa, brian cinta sama sinta"


bu wati "sudah berapa kali mama bilang kepadamu brian, mama tidak suka sama sinta. wanita macam apa yang setiap hari keluar hingga larut malam?"


pak setiono "sifa dari keluarga baik-baik brian, sifa gadis sholehah, pendiam, penurut dan dia sangat lah cantik sekarang. dia juga masih muda, masih berumur 20 tahun. kurang apa sifa brian? daripada sinta yang sudah umur 30tahun juga bukan kah dia juga temanmu saat SMA."


bu wati "besok kamu akan bertemu dengan sifa, kamu bisa mengenalnya nanti."


brian tidak bisa berkata kata lagi "tapi pa.. ma" wajah brian memelas

__ADS_1


pak setiono "kamu jangan pernah permalukan papa di depan om bandi brian. kami slalu memanjakan mu. jangan sekali-kali kamu mencoreng nama baik papa. papa sudah melamar nya, besok kalian bertemu. ini sudah malam papa mau istirahat" sengan suara keras dan wajah pak setiono terlihat jelas marah


brian tetap diam duduk di ruang tamu.


kenapa aku tidak berdaya seperti ini, saat aku keluar malam, atau berangkat ke kantor dengan seenak nya, papa sama mama marah tetapi wajahnya tidak semarah sekarang. seolah olah ini adalah perintah, bukan lagi teguran. nenek juga tidak bisa membantu ku saat ini, bahkan nenek juga marah ketika aku sebut wanita lain. gunam brian


"aaaahhhhhh.... sialllll" umpatnya sambil memukul tembok.


lalu ia berjalan menuju nenek nya yang ada di ruang keluarga. brian langsung memeluk nenek nya dan menangis. usaha terakhir nya untuk membatalkan semua rencana ini.


nenek ima mengusap usap rambut brian "cucu nenek yang ganteng, kamu itu tak perlu menangis. kamu kan mau menikah dengan bunga yang cantik, bukan bunga bangkai" sambil tersenyum


brian "jangan goda brian terus nek, brian benar-benar tidak mau menikah"


nenek ima "brian sayang, nurut saja sama keputusan ini. sifa anak nya cantik sekali, untuk sifatnya sudah pasti baik, nenek jamin itu. dia akan menjadi istri yang sholehah buat kamu cu"


nenek ima "dulu nenek juga gak cinta sama kakek kamu, tapi pernikahan nenek sampai maut memisahkan"


brian terus menangis agar nenek nya merasa kasian kepada nya "nek, tolong hentikan semua ini nek"


nenek ima mulai mengerti bahwa brian membujuknya agar membatalkan semua rencana ini "sudah nenek mau tidur dulu, kamu terus saja merayu nenek agar nenek membatalkan semua ini. nenek gak mau, nenek sudah memanjakanmu slama ini. kali ini tidak" nenek beranjak bangun dan masuk kamar.


brian mengusap air mata buaya nya. dan duduk terdiam di sofa, memikirkan cara agar bisa membatalkan semua ini. sampai ia tertidur di sofa.

__ADS_1


___


Di dalam kamar pak setiono dan bu suci sedang berbaring di tempat tidur.


bu suci "pa, bagaimana kalau brian nekat kabur. mama takut pa"


pak setiono "papa yakin brian tidak seberani itu ma, selama ini meskipun brian sering membangkang tetapi sejaun ini tidak pernah membuat papa malu kan."


bu suci "iya sih pa, tapi mama takut pa. bagaimana nanti kalau sudah menikah akan menyakiti sifa terus pa"


pak setiono "meraka akan slalu ada di pandangan kita ma, kita harus pastikan bahwa sifa akan baik-baik saja. sebenarnya brian tetaplah anak baik ma, cuma memang dia sekarang terpengaruh oleh teman-teman nya. lihat faisal, ketika sudah menikah. dia bahkan menggunakan waktu luang nya untuk keluarga. bukankah faisal juga satu gengs dengan brian. semoga brian juga bisa berubah"


bu suci "aamiin pa.. ayo kita tidur"


Tiba-tiba ponsel pak setiono berbunyi. ia segera mengambil dan membuka pesan whatsapp dari pak bandi


✉ assalamu'alaikum tono, aku sudah bicara kepada sifa, sifa menyetujui perjodohan ini. besok sore ba'da asar. oh iya, kalau boleh tau makanan favorit brian apa?


pak setiono "ma, sifa menyetujui perjodohan ini, papa senang sekali. mereka tanya makanan favorit nya brian"


bu suci "alhamdulillah pa.. bilang saja brian suka ayam kecap bakar pa"


wajah mereka sangat senang sekali. lalu pak setiono membalas pesan pak bandi

__ADS_1


✉ waalaikumsalam.. alhamdulillah di, besok kami akan kesana. brian sangat suka ayam kecap bakar di.


setelah membalas pesan pak setiono langsung tidur bersama bu suci.


__ADS_2