
Kami pergi dari kota Izania ke kota selanjutnya yaitu menuju ke Ibukota Kerajaan Baharuth.
Kami sekarang berada di hutan menuju Ibukota agar lebih cepat dari pada lewat Jalan Utama.
"Nee...Galius, kenapa kita ke ibukota?",Tanya Liza penasaran.
"Yah, sepertinya di ibukota sebentar lagi akan ada Festival untuk merayakan kematian Raja Iblis.",Ucapku tersenyum melihat Liza.
Aku mengetahui informasi itu dari seorang Pedagang yang ada di Kota Izania.
"Bukannya itu sama saja dengan merayakan Kematian mu.",Ucap Liza sedikit murung.
"Aku tidak peduli itu, lagian aku cuma ingin menikmati Festival itu bersama Liza.",Ucapku tersenyum mengelus kepalanya.
"Baiklah mari kita nikmati Festival itu bersama...",Ucap Liza sedikit senang.
Selain itu, aku juga penasaran apa yang terjadi di Ibukota, Padahal Pahlawan mereka di belum diketahui keberadaannya, Tapi mereka tidak peduli sama sekali.
"Galius, kau tidak papa...",Tanya Liza khawatir kepadaku, karena aku membuat wajah seram.
"Enggak papa,...Aku cuma mikir bagaimana aku bisa membuat Liza tersenyum saat sampai di Ibukota.",Ucapku tersenyum dan sedikit berbohong.
"Baiklah...",Ucap Liza mengabaikan nya.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Sebisa mungkin aku ingin menjauhi Ibukota dulu, tapi sekarang aku harus mengumpulkan informasi tentang masa lalu Liza, dan orang yang menyuruh Liza untuk membunuhku.
"Galius, apa yang kau pikirkan?",Tanya Fatnir yang curiga kepadaku.
"Tidak papa Kadal, kalau sudah sampai ke Ibukota aku juga ingin bermain dengan mu.",Ucapku tersenyum kepada Fatnir mengelus kepalanya.
"Entah kenapa perasaanku gak enak...",Ucap Fatnir merinding yang merasa kalau aku akan menjadikan-nya sebagai mainanku lagi.
Kau benar, perasaan ku juga tidak enak, ku harap semuanya baik baik saja. Sebisa mungkin aku ingin menghindari masalah...
__ADS_1
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Aku dan Liza sekarang sedang menikmati perjalanan kami di hutan hutan seperti dulu, tapi...
---\=\=\=---
"AAAAHHHHHH!!....TOLONGGGG....!!",Teriak seorang wanita yang sepertinya berada di sekitar kami.
"Galius...,Aku pergi dulu.",Ucap Liza yang langsung lari mencari arah teriakan itu tanpa ragu.
*DukDukDuk...
Ahaha...., Bajing*n seperti apa yang berani nya mengganggu kemesraan ku dengan Liza, aku harus memberinya hukuman atas ini...
"Kadal, Cari asal suara itu!",Ucapku memerintah Fatnir dengan tegas.
Fatnir memejamkan matanya, dan mulai mencari asal suara itu dengan Penciuman nya yang tajam....
*DukDukDuk...
Disitu aku melihat seorang wanita dengan karavan kuda yang seperti seorang Bangsawan sedang di serang oleh sekelompok Bandit....
*Buuussshhhh.....Buumm!...
"Pertama aku minta maaf kepada kalian, Kedua Aku ingin kalian semua MATI disini!",Ucapku tersenyum sinis saat aku melompat dan turun di tengah tengah kekacauan itu.
Bandit-nya hanya 8 orang, dan 6 prajurit mati, pasti prajurit itu pengawal wanita ini, baiklah mari kita selesaikan ini dengan cepat...
"Woy wanita sialan!, Aku akan membasmi Bandit ini untukmu dan kau bayarlah apa yang harus kau bayar untuk ku nanti!, >Heal<",Ucapku yang sangat kesal dan menyembuhkan luka wanita itu.
"Te-Terima Kasih Banyak..",Ucap Wanita itu yang terkejut melihatku.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
__ADS_1
---\=\=\=---
"Baiklah kalian para SAMPAH!, Tebuslah Dosa kalian karena telah menggangguku, Tentu saja dengan Nyawa kalian sendiri!,".Ucapku tersenyum menatap para Bandit itu dengan nafsu membunuh.
"Hah!!, Siapa kau Bajing*n jangan ganggu kami!!..",Teriak salah satu Bandit Bangs*t itu.
Haaaaa....Ini sangat merepotkan, akan kuhabisi dengan cepat...
">Control Gravity 500 Kg<.",Ucapku dengan nada marah.
*Bummm!!...
"Egh!!...AAAHHHKKK!!...",Teriak para Bandit itu seperti tertindih sesuatu yang berat sampai tergeletak menempel tanah karena sihirku.
"Woy Bajing*n apa yang kau lakukan!!",Teriak Bandit itu kesakitan.
"Sepertinya kalau hanya 500 Kg tidak bisa membuat kalian Remuk!, Akan ku tambahi menjadi....>10 ton
*Braakkk...
Tubuh mereka hancur berantakan tanpa sisa karena tertindih oleh Gravitasi yang sangat Berat.
"Huuu...Dengan ini semuanya sudah hancur tanpa perlu ku bersihkan.",Ucapku menghela nafas terpuaskan di depan Wanita yang ku tolong tersebut.
Seperti biasa ini berakhir dengan sangat membosankan, tapi mereka harus menerima akibatnya karena telah mengganggu kemesraan ku dengan Liza, Ahaha....Mereka pantas mendapatkan nya.
"Woy kau tidak papa.",Ucapku yang dari tadi di abaikan dan Wanita itu terus menatapku.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
*Duk...Buk...
"Ano!...TOLONG JADIKAN AKU MILIKMU!!",Teriak Wanita itu memeluk-ku dengan semangat.
"Eh!...",Ucap Liza terkejut yang datang disaat yang tidak tepat.
__ADS_1