
"Jadi apa Pilihanmu Pahlawan?",Tanyaku tersenyum menatap nya dengan tajam.
---\=\=\=---
"Galius, Menangkan dalam satu serangan”, Pinta Liza yang mencurigai ku.
Woy woy, Liza benar benar mengetahui sifatku, Apa dia mengasihani Sampah ini?, Tapi ini perintah Istriku, aku tidak bisa membantahnya...
---\=\=\=---
"Ahahahahahaha....Baiklah akan kuterima Duel", Tawa Kazuya dengan percaya diri.
"Baiklah, kedua pihak telah setuju, Seranglah aku dari mana-pun kau mau.", Aku tersenyum dan mulai mengambil jarak Duel.
"Kau pikir bisa mengalahkan-ku Penyihir lemah, tenanglah Istrimu akan ku rawat dengan baik.", Ujar Kazuya dengan sombong.
Aku sedikit penasaran, Bagaimana dia mendapatkan kepercayaan diri itu?...
"Baiklah, Mulailah duluan Pahlawan." Suruhku tersenyum santai.
"Cih!, Kau akan menyesalinya, >Summon, Jion
*Wuuuusshhhh...
"Grooooorrrrr...",Teriak monster >Dark Tiger<.
[>Dark Tiger< termasuk Monster Langka Rank A, dia memiliki tubuh menyerupai Harimau bercorak Hitam gelap dan Ukurannya menyerupai Gajah dewasa].
"Ahahahahaha....Jion bunuh Penyihir itu!!", Pinta Kazuya tersenyum.
"Graaaaarrrr....",Teriak Jion si >Dark Tiger<.
"Ahaha....Ahahahahahaha, Ini benar benar lolucon yang bagus", Aku tidak bisa menahan tawaku.
"Hah!, Apa kau sudah gila melihat Familiar ku?, di Dunia ini mana ada yang bisa menjinakkan Monster Rank A selain aku.", Pamer Kazuya tersenyum sombong.
Haaaaaa...., Ini benar benar mengecewakan, ku pikir ini akan jadi pertarungan yang bagus karena dia berhasil membuatku lengah, Tapi Pahlawan seperti apa yang menggunakan Familiarnya untuk menyerang dan berlindung di belakang....
---\=\=\=---
"Membuatku sangat Kesal!!, Aku tidak percaya Sampah seperti mu, Beraninya menodai nama Pahlawan, Ini menyebalkan!!", Aku menatap Kazuya dengan tajam.
"Hah!, Kekuatan Sihir-nya tidak mungkin besar, Tapi kenapa dia percaya diri akan menang, Baiklah aku akan intip mengunakan Mata Sihirku.",Gumam dalam benak Kazuya yang penasaran.
*Zuuussshhhh....Bumm!!...
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Disuatu tempat yang Gelap dan tidak ada batas nya, Di situ Kazuya melihat sesuatu yang mereka sebut dengan...
[Nak, aku tidak terlalu suka di intip kau tau!!].
DI LUAR NALAR!!...
"Eh!...A-Apa I-Ini!! ti-dak mungkin!! Ka-Kau-", Gumam Kazuya merinding ketakutan karena mengintip kedalam tubuh Galius.
Saat manusia melihat KEPUTUSASAAN!!, Apa yang akan mereka lakukan...
"AAAHHKK!!..., MO-MONSTER!!", Jerit Kazuya ketakutan.
__ADS_1
---\=\=\=---
[Haaaa....Ini Memuakkan!]
*Cruukkk!!...
---\=\=\=---
"AAAAHHHHHKKKKKK!!!, MATAKUUU!! INI SANGAT SAKIT!!...",Teriak Kazuya berguling guling Kesakitan sambil memegang mata-nya.
"Hah!!, Woy kau kenapa?!..", Kagetku yang tiba tiba sikap Kazuya sangat aneh.
"Galius, Kenapa dia?!..", Tanya Liza yang juga terkejut.
"Aku tidak tau!", Jawabku mendekati Kazuya.
"PERGILAH!!, DASAR MONSTER!!, TIDAK!! AKU TIDAK MAU MATI!!...",Jerit Kazuya kesakitan dan ketakutan.
Apa yang terjadi?, Aku tidak melakukan apa pun, Sekitar sini juga hanya ada kami.., Ini semakin membingungkan!.., tunggu bentar, Kenapa dia memegang mata nya...Hanya ada satu kesimpulan yang ku dapatkan dari itu...
"Woy! Sampah Sialan, Apa kau melihat itu?!",Tanyaku dengan serius.
"AKU TIDAK BISA MENANG!!, Aku tidak mungkin menang!, Aku tidak percaya sesuatu seperti itu ada di dunia!!, Aku takut! Aku takut!!...", Gumam Kazuya ketakutan, mulai mundur kebelakang dan medekati sebuah jendela.
---\=\=\=---
*Duk!...
Dia berdekatan dengan pintu jendela itu...
"AHAHAHAHAHA....DENGAN INI AKU BEBAS!!", Teriak Kazuya kehilangan akalnya dan melompat dari jendela itu.
*Cruukk!...Cruukk!...
Dia Mati tertusuk besi besi pagar yang ada di pinggir Kastil Kerajaan...
"Galius, Apa yang terjadi?!", Tanya Liza yang bingung.
Aku tidak ingin Liza mengetahuinya lebih dari ini, sebaiknya aku sembunyikan dulu untuk sekarang...
"Maaf Liza, Sekarang bukan saatnya untuk memberitahu kan nya.", Jawabku tersenyum lembut menatapnya.
"Baiklah, aku akan menunggu mu Galius.", Balas Liza tersenyum dan memegang pipiku.
Terima kasih Liza, suatu hari aku pasti akan membicarakan soal ini dan juga soal...
Kakak-ku...
"Aaaahhhh...., Ini benar benar nyaman saat Liza ada di sampingku”, Aku memeluk Liza.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
"Ano Galius, Aku senang kau memelukku tapi bagaimana dengan >Dark Tiger< itu, dia sudah kehilangan tuan-nya jadi kupikir dia akan lepas kendali...", Ucap Liza sambil munujuk >Dark Tiger< itu.
"GRAAAAARRRR!!...", Auman >Dark Tiger< yang lepas kendali.
Sial, Dasar Kucing sialan!!...
">Killing Organs<".
*Cruuukkk...Cruuukkk...Buurrssshhh...
__ADS_1
"Sekarang sudah tidak papa kan.", Aku tersenyum setelah membunuh Kucing itu dengan cara mengubah Organ-nya menjadi senjata tajam dan menusuk Tubuh >Dark Tiger< dari dalam.
"Kau selalu saja berlebihan seperti biasa Galius.", Liza tersenyum dan menikmati momen kami sekarang.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Haaaaa..., Dengan ini semuanya sudah berakhir...
"Liza, bolehkah aku mencium mu?",Tanyaku tersenyum yang bersemangat.
"TIDAK BOLEH!!", Jawab Liza dengan cepat.
Eh!...Itu sangat membuat hatiku sakit...
"Ke-kenapa?",Tanyaku penasaran.
"Pertama, Aku ingin Galius menjelaskan tentang keributan yang ada diluar.", Jawab Liza memarahiku.
Aku memang salah, Waktu itu aku terlalu Kesal dan Marah sampai tidak bisa berpikir dengan tenang, jadi ku pikir melawan Negara bisa sedikit melampiaskan kekesalan ku...
"Aku minta maaf.", Aku merasa bersalah.
"Haaaaa...Itu akan kita pikirkan nanti saja.", Balas Liza yang sedikit khawatir.
Aku benar benar minta maaf, Ku pikir adalah cara tercepat menyelesaikan masalah, Tapi aku malah menambah masalah...
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
"Kalo yang Ke-dua?”, Tanyaku sedikit lesu.
"Ke-dua,...A-Aku cuma tidak ingin Galius mencium saat pakaian ku seperti ini.", Jawab Liza yang malu malu
Ahaha..., Apa kau ingin membunuhku Liza?, Jika begini aku tidak bisa menahannya...
"Galius?", Liza melihatku.
"Liza, Aku Mencintaimu.", Aku tersenyum lega dan mendekatkan wajahku dengan wajahnya.
---\=\=\=---
"Ga-...Mmpphhh~...Ah~",Liza kucium secara tiba tiba dan dia terkejut.
"Mmpphh~♡...",Aku terus menciumnya.
Maaf Liza, Tapi ini semua salah mu kau tau, Kau terlalu manis tadi...
"Mmppphh~♡Ah~....Galius tunggu bentar.",Ujar Liza setelah aku berhenti mencium nya.
"Tapi, Aku masih menginginkan nya...", Balasku tersenyum tanpa dosa.
"Setidaknya, tolong pelan pelan...", Minta Liza yang malu malu.
"Baiklah...", Jawabku tersenyum melihat Liza yang sangat imut.
Liza memejamkan matanya, dan menggoda ku dengan bibirnya yang imut...
"Mmphh~♡...", Aku mencium bibirnya Liza secara pelan pelan dan lembut.
__ADS_1
Setelah itu, Kami menghabiskan waktu bersama kami dengan memuaskan diri kami, dan mengisi kekosongan saat kami berpisah...