Apakah Ini Cinta?

Apakah Ini Cinta?
Bab 15


__ADS_3

didalam perjalanan, brian hanya fokus ke jalanan saja. tanpa bicara apapun.


sifa "mas, nanti sore apakah boleh sifa mengajar di yayasan. karena nanti ada test untuk anak-anak mas"


brian "pergilah.. nanti aku antar dan jemput. jangan merepot kan syarif" matanya tetap melihat kedepan


sifa "iya" sifa tersenyum dan menunduk


sesampainya di rumah nenek ima, terlihat rudi asisten pak setiono bersiap siap untuk berangkat ke kota.


brian "apa kamu akan kembali sekarang pak rudi?"


rudi "iya pak brian"


brian "mama sama papa?"


rudi "iya, sekarang juga mereka akan kembali ke kota"


brian terkejut lalu masuk ke rumah, sedangkan sifa sudah masuk dahulu karena dari dalam nenek ima sudah memanggilnya.


brian "kenapa sekarang pa? brian bahkan belum bicara apapun kepada om bandi"


pak setiono "kamu besok saja pulang nya. temani sifa dulu disini. papa harus kembali karena banyak pekerjaan brian."


brian "tapi paa" brian memelas


pak setiono "kamu bukan anak kecil lagi brian, yang merengek ingin ikut kami. besok kamu pulang. jangan lupa penuhi semua kewajiban mu sebagai seorang suami. yang harus melindungi istri mu, memberikan nafkah lahir dan batin"


brian "ya sudah, soal kewajiban brian tau paa. brian tidak akan membiarkan harga diri brian jatuh" meraih koper pak setiono lalu membawa nya ke luar rumah.


percuma saja membantah papa, entah lah.. rasanya aku sudah terlanjur masuk kesemua peristiwa ini. gunam brian


bu suci "sifa, kamu jaga dirimu ya, besok brian akan kembali ke kota. bulan depan kami akan kesini lagi. untuk acara pernikahan mu dan brian" memeluk sifa


sifa "iya tante" sifa membalas pelukan


bu suci "panggil mama dan papa seperti brian, jangan tante atau om lagi ya" sambil melirik pak setiono yang ada di samping nya


sifa "baik ma"


pak setiono "nak, ajak brian sholat, kalau perlu mengaji juga ya. brian sering melalaikan ibadah nya"


sifa "iya pa, tadi sholat subuh berjamaah sama sifa"

__ADS_1


pak setiono dan bu suci kaget "Apa" dengan melotot kan mata nya


pak setiono "alhamdulillah ya ma"


bu suci "iya pa. ya sudah ayo kita harus segera berangkat"


pak setiono "jaga dirimu ya sifa, salam kepada ayah dan ibu mu. sampaikan juga permintaan maaf kami karena harus terburu-buru untuk pergi"


sifa "iya pa, InsyaAllah nanti sifa sampaikan"


di teras sudah ada brian dan nenek ima. pak setiono dan bu suci langsung memeluk nenek ima dan mencium nya. setelah itu bu suci memeluk dan mencium brian.


pak setiono "ingat pesan papa brian"


brian "iya iya pa"


mereka langsung masuk mobil dan berlalu meninggalkan rumah nenek ima.


nenek ima "brian, sifa.. nenek istirahat dulu ya. kalian terserah mau ngapain. nenek tidak akan mengawasi heheh" goda nenek ima


pipi sifa memerah.


brian "nek, kami akan keluar sebentar ya. lagian di sini ada bi inem kan"


nenek ima "ya sudah pergilah. nanti kalian tidur disini ya. kamu izinkan ke ayah mertua mu ya brian."


sifa mengikutinya dan duduk di kursi depan.


brian "bank terdekat dimana?"


sifa "di pasar ada mas"


brian "jauh?"


sifa"Kira-kira 30menitan mas"


brian "tunjukkan jalan nya"


tidak ada percakapan lagi di antara mereka kecuali hanya suara sifa yang sedang menunjukkan arah.


beberapa menit kemudian mereka sampai dan masuk kedalam mesin atm.


tak berapa lama brian keluar.

__ADS_1


brian "apa kamu punya atm?"


sifa "tidak mas"


brian langsung berjalan masuk kedalam bank


brian "mana ktp mu"


sifa "buat apa mas" nadia penasaran


brian "jangan banyak tanya" tetap dengan sura dan wajah dingin nya


sifa mengambil ktp di dalam dompet nya dan menyerahkan ktp nya.


brian "duduk disini jangan kemana-mana" perintah brian


5 menit kemudian brian selesai dan menyerahkan kartu atm kepada sifa "simpan ini. ayo keluar"


setelah itu mereka pulang ke rumah pak bandi.


disana brian hanya sibuk memainkan handphone nya untuk mengecek pekerjaan nya.


_____


setelah shalat asar sifa sudah bersiap untuk pergi ke yayasan.


brian "maaf om bandi," menghampiri


pak bandi "brian, ada apa nak? panggil ayah jangan om lagi ya" sambil menoleh ke arah brian


brian "iya ya, maaf. besok brian akan kembali ke kota yah. brian titip sifa disini."


pak bandi "iya nak, kamu jangan khawatir ya. ayah sudah mengerti akan keadan ini."


brian "Terima kasih yah, sebentar lagi brian akan mengantarkan sifa ke yayasan yah. nanti sepulang dari yayasan brian sama sifa akan menginap di rumah nenek. apa boleh yah?"


pak bandi "iya brian, terserah kamu saja. sekarang kan kamu yang lebih berhak atas sifa. oh iya.. besok kamu pulang jam berapa?"


brian "InsyaAllah jam 9 siang, ayah dan syarif pergi saja ke Sekolah. biar brian nanti yang kesana untuk pamit"


pak bandi hanya mengangguk anggukan kepala nya, lalu sifa datang dan menghampiri ayahnya di ruang tamu.


sifa "yah, sifa berangkat dulu. tadi sifa sudah bicara ke ibu sebelum ia pergi ke PKK" sambil mencium punggung tangan pak bandi, begitu pun brian.

__ADS_1


pak bandi "baiklah, Hati-hati di jalan"


sifa dan brian keluar rumah dan masuk mobil. sedangkan pak bandi hanya mengantarkan sampai di teras saja. perasaan pak bandi sangat bahagia melihat mereka bersama.


__ADS_2