
"TOLONG JADIKAN AKU MILIKMU!!",Teriak Wanita itu memeluk-ku.
"Eh!..., Galius!",Ucap Liza terkejut yang datang pada waktu yang kurang tepat.
Ini menjadi sedikit merepotkan,...Aku harus segera menyelesaikan ini...
"Aku Menolaknya!", Ucap ku tanpa ada keraguan
"Eeehhh!! Kenapa? Akan kuserahkan semua milikku kepadamu jadi tolong lah.",Ucap Wanita itu yang keras kepala, memaksaku terus menerus.
Aaahhh, Wanita gila ini benar benar merepotkan, kalo tau begini mending tidak usah kuselamatkan, aku kurang suka menjelaskan jadi...
"Liza tolong kemarilah...",Ucapku tersenyum memanggil Liza.
"A-Apa?",Ucap Liza yang gugup dan mendekati ku.
*Duk...Buk...
"Hmph...Galius...Hmph...Ahh..",Aku memeluk dan mencium Liza di depan Wanita itu, kuharap dia mengerti.
"Ah~, Galius apa yang kau lakukan tiba tiba.",Ucap Liza sedikit lelah.
Maaf Liza, Aku hanya ingin membuatnya mengerti aja.
"Apakah kau sekarang sudah paham?", Ucapku tersenyum kepada Wanita itu.
Wanita itu hanya diam membeku, sedangkan Fatnir merasa terbiasa dengan sifatku.
"Woy tolonglah bilang sesuatu..",Ucapku mendekati nya.
*Duk...
"Hmph...",Aku terkejut Wanita itu tiba tiba menciumku juga.
Sial, Aku lengah...
"Apa yang kau lakukan!?",Ucapku langsung mendorongnya.
"Ah...Itu tadi Ciuman pertama-ku..., Meskipun kau memiliki Istri aku tetap tidak akan menyerah untuk menjadi milik mu.",Ucap Wanita itu memenggang tanganku.
Aku menoleh untuk melihat reaksi Liza karena dari tadi diam aja. Saat itu aku terkejut...
"Li-za?...",Ucap yang melihat wajahnya menangis tapi ini berbeda dari yang dulu, aku baru pertama kalinya melihat Liza seperti ini...
*Buuussshhhh!...
Setelah itu Liza membalik badannya dan lari dengan kecepatan penuh, mengejarnya akan memerlukan sihir yang banyak, tapi aku tidak peduli itu...
"GALIUS!...", Teriak Fatnir menatapku dengan tajam.
"Aku tau itu!!",Ucapku yang langsung lari mengejar Liza.
*Buuussshhhh!...
Sial, dimana dia! Aku tidak melihat nya dan tidak bisa merasakan keberadaan nya, ini semakin merepotkan...
*Duk...
__ADS_1
Aku turun kebawah untuk mencarinya dengan sihir...
">Search<",Ucapku menutup mataku dan mencari keberadaan nya Liza...
*Ting!...
"Aku menemukannya!",Ucapku langsung Lari mengejar Liza karena tau arahnya...
*Buuussshhhh!!...
Aku melihat Liza yang sedang Lari, tapi aku tetap tidak bisa mengejarnya...
">Fast<",Ucapku menambah kecepatanku dengan sihir tapi tetap tidak bisa mengejar nya.
"Sialan,>Fast< >Fast< >Fast< >Fast< >Fast<.....",Ucapku yang terus menambah kecepatan ku menggunakan sihir secara berurutan dan akhirnya bisa mengejarnya.
*Buuussshhhh....
"Liza berhenti-lah!",Ucapku memanggil Liza tapi dia tidak menjawabnya.
”Tch,...>Fast
*Buuussshhhh...Duk...
"Hah!..hah..Akhirnya aku menangkapmu.",Ucapku memenggang Bahu nya Liza dan dia pun terdiam.
"Liza kau kena--", Aku terkejut pas aku membalikan badannya, aku melihatnya menangis.
"Galius!...Hiks..Hiks..",Tangis Liza memelukku.
*Duk...
"Kau kenapa Liza?",Tanyaku balas memeluknya dengan erat.
Karena aku tidak tau cara lain untuk menenangkan nya.
"Aku tak tau....,tapi entah kenapa saat Galius berciuman dengan nya, Dada-ku sangat sakit aku tidak tau ini apa!..., Galius bisa kau beritahu aku? Ini Perasaan apa?! ",Ucap Liza memukulku sambil menangis.
Meskipun pukulannya pelan, entah kenapa itu sangat menyakitkan.
"Maafkan aku, tapi kau tau Liza, hanya kau lah yang kucintai...",Ucapku tersenyum memeluknya dengan erat.
"Hiks..Hiks..",Tangis Liza yang menjadi sedikit tenang.
"Tenanglah Liza, aku hanya untukmu dan tidak akan pernah meninggalkan mu itu adalah janjiku padamu.",Ucapku menenangkan nya.
>Cemburu< ya..., Aku tidak tau kalau itu akan menjadi merepotkan seperti ini.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Malam ini kami bermalam cuma berdua dan besok akan pergi menjemput si Kadal, aku sedikit khawatir dengan Kadal itu tapi sekarang aku tidak usah memikirkan nya..., Aku lebih mengkhawatirkan Liza...
__ADS_1
"Liza, makanlah Sup hangat ini!...",Ucapku memberikan nya Sup yang kubuat sendiri.
*Sruuuppp...
"Ini sedikit asin...", Pendapat Liza setelah memakan Sup buatan ku.
"Ahaha..., Kalo soal itu aku minta maaf.",Ucapku tertawa kecil duduk di samping Liza.
"Tapi ini enak...",Ucap Liza sedikit tersenyum.
Sepertinya dia sudah cukup tenang daripada yang tadi, syukurlah...., Sekarang saatnya masuk ke topik utamanya...
"Kau tau Liza, Wanita itu cuma sembarangan menciumku bukan berarti aku menyukai nya, yang kusukai cuma Liza saja...",Ucapku tersenyum menggenggam tangan nya Liza dan berdekatan dengan nya di bawah sinar rembulan.
"Benarkah?",Tanya Liza sedikit mempercayaiku dan mendengarkan perkataan ku.
"Yah, tentu saja mana mungkin aku bisa jatuh cinta kepada orang lain selain Liza.",Ucapku tersenyum.
Aaaahhhh..., Entah kenapa aku sedikit malu membicarakan nya.
"Apakah kau menyukai nya saat dia menciummu?",Tanya Liza penasaran.
"Tentu saja tidak.",Ucapku dengan cepat.
"Kalo gitu berjanji lah tidak melakukannya lagi selain dari ku,...Entah kenapa aku sangat tidak suka saat Galius melakukannya dengan orang lain.",Ucap Liza dengan serius dan sedikit memaksa.
"Tentu saja aku berjanji, jika aku tidak menepati janjinya aku akan menelan seribu jarum.",Ucapku tersenyum membuat janji baru.
"Terima kasih Galius, aku mencintaimu...",Ucap Liza tersenyum.
Yah, tentu saja akan ku tepati janji yang kubuat...., Karena aku adalah pria yang selalu menepati janji yang kubuat dengan Liza...
Setelah itu kami tidur bersama malam itu.
"Liza apa kau kenal Wanita tadi?",Tanyaku kepada Liza.
Seperti biasa Liza selalu berada di pelukanku saat kami tidur.
"Yah..., Aku pernah melihatnya di Istana Ibukota Kerajaan dulu.",Ucap Liza membahas masa lalunya.
"Namanya Sofia Vergara Baharuth, Putri pertama dari Kerajaan Baharuth.",Ucap Liza memelukku dengan erat dan itu lebih erat dari biasanya.
Kalo dia seorang Putri Kerajaan, aku tidak bisa sembarangan membunuh-nya.
Putri Kerajaan ya...., Tapi kalo gitu ini aneh, penjaga nya terlalu sedikit untuk seorang Putri, apa dia?....,Mungkin aku akan memikirkan nya besok saja.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
"Galius adalah milikku, tidak akan kuberikan dia kepada siapapun...Hnn.",Gumam Liza saat dia lagi tidur.
"Yah yah, Aku adalah milikmu dan kau adalah milikku, tidak ada yang bisa memisahkan kita",Ucapku memeluknya dengan erat malam itu.
Sekalipun Dewa ingin memisahkan kita, aku tidak akan membiarkannya begitu saja.
"Ahaha...., Sepertinya musuhku bertambah lagi.",Ucapku tertawa kecil.
__ADS_1