
setelah sholat maghrib, persiapan dirumah sifa sudah selesai, dekorasi yang indah, 3 fotografer sudah menempatkan kamera mereka di tempat tempat yang pas, makanan sudah siap, kue kue juga selesai. pak farhan dan bu erin orang tua dari izza juga sudah datang. sifa dan izza bersiap di dalam kamar, mereka terlihat tertawa bahagia.
dirumah pak setiono semua keluarga nya sudah siap. tetangga yang sudah diundang sudah siap juga. mereka segera berangkat ke rumah pak bandi.
brian duduk bersama nenek di mobil ayahnya. muka nya terlihat sangat kesal, tapi lagi-lagi pak setiono memarahinya agar bersikap biasa. dan brian pun tidak bisa menolak semua ini. brian sangat tertekan dengan perjodohan ini. apalagi harus berpura-pura bahagia di depan semua orang. sedangkan para tetangga yang ikut mengantar, mereka memilih naik motor sendiri-sendiri.
sedangkan kyai habsy menelepon pak setiono akan datang terlambat karena ada keperluan mendadak. tetapi beliau janji akan datang.
sesampainya di rumah pak bandi, semua nya masuk dan acara demi acara sudah di lewati. kini saat nya bertukar cincin. sifa baru keluar dari dalam rumah. semua tetangga yang hadir kagum dengan kecantikan sifa. dibalut dengan kebaya coklat dan hanya sedikit sentuhan lipstik saja sudah sangat cantik tanpa harus berdandan.
wow... cantik juga sifa kalau seperti ini..
aaaahhh... tapi tetap dia gadis kampungan. gunam brian
__ADS_1
setelah acara tukar cincin selesai. kyai habsy datang, beliau langsung memberikan nasihat sedikit kepada sifa dan brian. setelah itu saatnya menikmati hidangan.
sifa dan izza sedang menemani para tamu, berbeda dengan brian. brian memilih duduk di luar sambil melihat bintang-bintang. dia hanya memikirkan bagaimana menghentikan semua ini.
brian yang sudah dari tadi diam menatap bintang tiba-tiba di kejutkan dengan bibi darti yang menghapirinya.
bu darti "brian, bolehkan bibi minta tolong?" sambil menepuk bahu brian
bu darti "bisakan kamu ambilkan tas bibi di dalam kamar sifa. tadi pas lihat sifa tas bibi ketinggalan di meja rias nya. bibi takut mau ambil lagi. sedangkan semua sedang sibuk"
brian "baiklah bi, tunggulah sini" brian beranjak dari tempat duduknya
__ADS_1
saat brian masuk ke kamar sifa, ia melihat sepasang boneka micky dan minne mouse tertata rapi di atas meja belajar lalu di sana juga ada beberapa foto nya. saat di pasar malam kemarin, ada juga waktu ulang tahun sifa, ada juga saat mereka masih kecil. brian tak sadar menghampiri meja belajar itu. lalu tiba-tiba syifa masuk dan melihat brian saat sifa mau menghampiri brian tiba-tiba pintu kamar tertutup.
sontak brian dan sifa kaget
brian "kenapa kamu ada disini" wajah kaget
sifa "ini kamar aku mas, seharusnya aku yang tanya kamu ngapain disini" sifa heran
brian "aku hanya mengmbil tas bibi darti tertinggal disini. lalu kenapa kamu menutup pintunya" mulai kesal
sifa "aku tak menutupnya ada seseorang yang menutupnya tadi"
brian mengambil tas bi darti dan hendak pergi tetapi pintu terkunci. brian menggedor gedor pintu, akhirnya pak setiono membukakan pintunya.
__ADS_1
pak setiono "apa apaan kamu brian, kenapa kamu didalam kamar bersama sifa" dengan nada sangat marah
pak bandi "apa yang kamu lakukan sifa" pak badi juga terlihat marah.