
flashback On
saat bu darti meminta tolong kepada brian mengambilkan tas nya, bu darti juga menyuruh naima mengambikan tas nya juga. tetapi saat hendak naima ingin masuk ke kamar sifa tiba-tiba naima ingin buang air dan tak jadi masuk ke kamar sifa. dengan waktu yang sama sifa juga masuk ke kamar nya ingin mengambil handphone nya. bu darti mengira naima yang masuk bukan nya sifa. lalu bu darti menutupnya dan bilang kepada pak setiono bahwa brian masuk kedalam kamar sifa.
flashback off
karena tak mau ada keributan, pak kyai habsy menyarankan untuk menyidang sifa dan brian.
brian dan sifa menjelaskan semuanya. akhirnya mereka lega. tetapi kyai habsy menyarankan agar mereka nikah secara siri terlebih dahulu. takut di kemudian hari menjadi fitnah.
pak setiono "semua keputusan ada di tangan kamu di" pasrah
pak bandi "baiklah kita nikahkan mereka siri terlebih dahulu. toh nanti mereka akan menikah."
pak setiono "baiklah, dan brian kamu jangan membantah. ini sudah keputusan papa"
kyai habsy "disini ada orang lain, yaitu pak farhan dan pak rudi. biarkan mereka menjadi saksinya. nak brian apa kamu mempunyai uang hasil dari keringat mu sendiri?"
brian "iya pak yai" tatapan brian tetap kosong karena ia tak ingin menikah sekarang juga
kyai habsy "baiklah, berikan sesuka mu kepada sifa untuk di jadikan mahar"
brian tidak bisa bicara apapun karena disana banyak orang. ia tak bisa merengek kepada papa nya.
akhirnya acara akad nikah pun selesai.
kyai habsy menyarankan agar brian bermalam disini. bagaimana pun juga mereka sudah sah menjadi suami istri secara agama.
di dalam bu darti tak henti-hentinya memarahi naima. sedangkan disisi lain sifa sangat bahagia akhirnya ia menikah dengan brian. izza yang menemani sifa di kamar terus saja menggoda nya.
keluarga pak setiono dan pak bandi juga senang. syarif juga senang melihat sifa yang tersenyum bahagia. nenek ima berterima kasih kepada menantu nya yaitu bu darti, karena nenek ima tau bahwa ini rencana liciknya. tetapi akhirnya menjadi senjata makan tuan.
jam sudah menunjuk angka 10, pak setiono dan keluarga nya kembali ke rumah. brian masuk ke dalam kamar sifa lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur.
sedangkan sifa masih di luar untuk membantu ibu nya membereskan piring di dapur.
setelah selesai bu wati menyusul pak bandi yang sudah terlebih dahulu masuk kekamar, syarif pun juga sudah tidur karena sangat kelelahan. sifa akhirnya masuk ke kamar nya, mendapati suami nya yang sudah tidur membelakangi nya.
sifa mengambil baju tidur panjang dan membawanya ke kamar mandi. setelah selesai ia kembali ke kamar dan langsung tidur, karena ia juga sangat kecapek an.
__ADS_1
brian yang dari tadi berpura-pura tidur, kini melirik sifa yang tidur dengan mrnghadap ke arah nya.
apa dia setiap hari tidur dengan menggunakan jilbab nya.. aahh sudahlah. apapun yang ia lakukan aku tak peduli. gunam brian.
lalu ia memejamkan matanya dan tertidur.
dirumah pak bandi semua terlihat senang, apalagi nenek. karena sekarang sifa sudah sah menjadi istri brian.
sesampainya di rumah mereka semua langsung menuju kamar untuk istirahat. sedangkan keluarga pak haidar langsung pulang ke rumah nya.
___
adzan subuh sudah berkumandang. semua bangun begitupun dengan sifa.
sifa "mas bangun, ayo sholat subuh" sambil mengoyang goyankan lengan brian
brian langsung membuka mata dengan kaget karena di depan nya sudah ada sifa "hmm... iya" sambil mengucek matanya.
brian "aku akan sholat disini, aku capek"
sifa "baiklah aku akan bilang kepada ayah, sifa juga akan sholat disini berjamaah sama mas" sifa langsung keluar
pak bandi "baiklah"
pak bandi, bu wati dan syarif tertawa melihat mereka. meskipun hanya menikah siri, tapi tetap lah mereka pasangan suami istri yang sah secara agama. begitulah pikiran mereka saat ini.
brian terpaksa bangun dan langsung mandi, sifa menunggunya di dalam kamar, ka duduk di atas sajadah yang sudah ia tata rapi.
setelah brian selesai mandi, mereka langsung sholat berjamaah.
setelah sholat, brian membaca doa dan sifa hanya mengamini.
setelah itu sifa meraih tangan brian lalu mencium punggung tangan brian.
brian hanya kaget dan mematung saja. lalu saat sifa memandang nya berharap brian mencium keningnya tetapi brian malah berdiri.
brian "sif, buatkan aku kopi."
sifa "iya mas" langsung beranjak dan melipat semua sajadah.
__ADS_1
sifa langsung pergi ke dapur dan membuat kan 3 gelas kopi dan 2 gelas teh. pada saat itu semua baru saja pulang dari mesjid.
setelah membuatnya, kopi untuk syarif dan pak bandi sudah di letakkan di atas meja makan, sedangkan brian ada di teras rumah.
sifa "mas ini kopi nya" sambil meletakkan gelas kopi dan beberapa kue brownies sisa kemarin.
brian "hemm" sambil terua memainkan handphone nya karena banyak pekerjaan yang menumpuk.
sifa "mas sifa mau masak dulu ya"
brian "hemmmm" dengan wajah masih melihat handphone
sifa masuk dan langsung ke dapur bersama bu wati. hanya ada rendang sisa makanan kemarin. akhirnya sifa membuat nasi goreng rendang buat sarapan.
sedangkan syarif sedang bersiap dan pak bandi juga bersiap untuk pergi bekerja.
sarapan sudah siap, semua sarapan dengan lahap. brian juga terlihat baik-baik saja didepan keluarga pak bandi. bahkan senyum lebar nya tidak terlihat terpaksa. pak bandi dan bu wati merasa bahagia melihat nya. mereka ber anggapan bahwa brian sudah menyukai sifa.
setelah sarapan mereka semua berangkat bekerja.
brian "sifa, kita harus ke rumah nenek sekarang. cepat bersiap lah. biar aku yang izin kepada tante wati"
sifa "hmm baiklah" sifa menuju ke kamar. sedangkan brian menghampiri bu wati yang ada di belakang rumah.
brian "tante, brian mau ajak sifa ke rumah nenek."
bu wati "jangan panggil tante brian, panggil ibu seperti sifa. ya"
brian "baik bu"
bu wati "baiklah, salam kepada mama dan papa mu ya?"
brian "iya bu"
tiba-tiba sifa datang
sifa "bu, sifa pamit, assalamu'alaikum" sambil mencium tangan bu wati
bu wati "waalaikumsalam" tersenyum
__ADS_1
___