
Di pagi hari yang cerah, yaitu di hari Festival dimulai....
"Woy Galius...",Ucap Fatnir dengan wajah kesal.
"Apa yang kau bilang Kadal?, Panggil saja aku Papa.",Ucapku tersenyum yang sekarang menggendong Fatnir di pundak-ku.
"Hah! Siapa yang mau manggil kau Papa Bangs*t!!, Lagian aku yang lebih tua dari-mu!",Teriak Fatnir sangat Kesal.
"Tch!, Dasar Kadal tidak berguna, Sekarang kita harus bertingkah seperti Keluarga biasa demi Liza.",Ucapku mengancam Fatnir.
"Haaaaahhh...Baiklah.",Ucap Fatnir menghela nafas Pasrah.
"Galius, Ayo kita kesana!",Ucap Liza menarik tangan kananku.
"Baiklah Liza ku sayang...",Ucapku tersenyum melihat Liza yang sangat senang.
Liza menarik-ku untuk melihat Parade yang di adakan Pihak Kerajaan, dan tempat itu sangat ramai...
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
*Duk..Duk..Duk..
"Cepetlah Galius.", Ucap Liza menerobos masuk ke dalam keramaian itu sambil memegang tanganku.
Kami memasuki ke dalam keramaian itu, untuk melihat Parade-nya lebih dekat lagi.
Dan itu benar benar sangat Ramai, ada apa dengan kumpulan manusia yang banyak kali ini, mungkin ada sekitar 2000 serangga disini, Haaaa...Ini menyebalkan.
"Semuanya...Pasti kalian sudah lama menunggu-kan..., Mari kita mulai Parade-nya...Lihatlah baik baik sosok Pahlawan kitaaaa.",Teriak seseorang yang sangat berisik.
"Yaaaahhhhhh!!.....", Teriak serentak para manusia yang ada disitu untuk melihat Parade.
*Teenggg...Duk...
Sebuah Lonceng berbunyi dan sebuah gerbang terbuka, Sebuah Parade yang luar biasa dimulai banyak sekali orang yang bersorak sorak gembira.
__ADS_1
Dan saat itu juga aku melihat sosok Pahlawan yang berdiri di atas Parade itu dan Pahlawan itu juga melambaikan tangannya kepada kami..., Tentu saja dia bukan Pahlawan yang asli.
"Ah!..",Ucap Liza terdiam.
"Kau kenapa Liza?",Tanyaku penasaran.
"Aku gak papa Galius,...Aku cuma sedikit terkejut, Helm yang di pakai Pahlawan itu, Itu adalah Helm yang ku hilangkan di Kastil-mu.",Ucap Liza yang terus melihat Pahlawan itu yang memakai Helm-nya.
Apa dia merasa sedikit menyesal?...
"Liza apa kau menginginkan dirimu berdiri di sana?...",Tanyaku penasaran dengan jawabannya.
"Tenanglah Galius, aku tidak menyesali-nya sama sekali.",Ucap Liza dengan suara lembut.
"Terima kasih Liza.",Ucap tersenyum merasa tenang.
Aku benar benar bodoh, apa yang perlu ku khawatir kan? Ini benar benar sesuatu yang tidak perlu di khawatir kan, haha...
Tapi aku tidak menyangka pihak Kerajaan akan membuat Pahlawan baru, mereka hanya melihat Liza sebagai alat mereka dan di buang begitu saja serta melupakannya,...Ini benar benar membuatku Muak sama Manusia..., Aku penasaran wajah busuk apa yang ada di balik Helm Pahlawan nya Liza.
"Hey Galius, Coba lihat disana, Bukannya dia...",Ucap Fatnir menujuk seseorang yang di atas Parade.
"Apa yang kau lihat Kadal?",Ucapku tersenyum melihat seseorang yang di tunjuk Fatnir, dan aku sangat terkejut.
">Hiding<",Ucapku menggunakan sihir untuk menyembunyikan keberadaan kami.
Setelah aku menggunakan sihir bersembunyi, Entah kenapa Wanita melihat ke arah kami..., Firasat ku sangat buruk...
"Liza, Kadal, mari kita pergi dari sini.",Ucapku membawa mereka pergi dari situ.
"Galius, Kau kenapa?",Tanya Liza bingung.
"Jika kita disana terus, Kita akan dalam bahaya...",Ucapku membawa Liza ke Alun Alun Ibukota.
"Galius benar.",Ucap Fatnir memiliki Firasat yang sama denganku dan aku juga sudah menurunkan nya dari punggung ku.
*DukDukDuk...
Seseorang mendekati kami, Firasat ku sangat buruk, Aku bisa menebak apa yang akan terjadi...
__ADS_1
"TUAN GALIUSSS!!..., Akhirnya aku menemukanmu.", Teriak Sofia memanggil kami di tengah Alun Alun Ibukota dan itu membuat banyak perhatian.
"Siapa kau?, Aku tidak mengenalmu.",Ucapku mengabaikan nya.
"Apa Tuan Galius katakan?, Aku adalah Sofia Vergara Baharuth.",Ucap Sofia dengan keras dan itu membuat kami jadi pusat perhatian.
*Duk!...
"Tolong pergi dari sini, Putri Sofia.", Ucap Liza merangkul tanganku tiba tiba.
"Nona Liza, aku juga tidak akan kalah.", Ucap Sofia merangkul tanganku juga.
Haaaaa..., Mereka sekarang jadi bertengkar, Aku memang suka melihat Liza yang cemburu, tapi kurasa itu tidak bagus...
"Ano Putri Sofia, Bisakah kau lepaskan tanganku.", Ucapku tersenyum kesal.
"Tidak mau, Padahal aku sudah bersusah payah mencari Tuan Galius, Aku tidak ingin melepas-nya, Henapa hanya Nona Liza yang boleh?...",Ucap Sofia dengan keras kepala.
Dia benar benar Wanita yang merepotkan, Aku ingin melenyapkannya tapi itu nanti bisa gawat karena dia Putri Kerajaan...
"Galius...",Ucap Liza yang sedikit sedih.
Sial, Wajah Liza sekarang sangat gawat, dia sangat Imut,...Aku ingin mencium-nya dan memeluknya sesuka-ku, tapi karena ada pengganggu ini aku tidak bisa...
"Kau kenapa Tuan Galius?, Apa kau menyukai Dada-ku.",Ucap Sofia tersenyum menekan Dada-nya ke tanganku.
"Kau tau Putri Sofia, Kau bahkan sedikit-pun tidak membuatku tertarik pada-mu, Lepaskan tanganku sekarang.",Ucapku tersenyum menatapnya dengan tajam.
"Tuan Galius sangat jahat, Tapi itu juga sisi Tuan Galius yang kusuka.",Ucap Sofia tambah senang.
"Galius..",Liza bertambah sedih.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
*DukDukDuk...
__ADS_1
Seseorang yang merepotkan datang lagi, Dia adalah...
"Putri Sofia, Apa yang anda lakukan di sini?...", Teriak Pahlawan palsu yang datang.