Apakah Ini Cinta?

Apakah Ini Cinta?
Kehidupan adik dan kakak#[Apakah Ini Cinta? Season 2] Chapter 1


__ADS_3

****Dulu, Kakakku adalah satu-satunya Keluarga yang ku punya, dia selalu menemaniku dan selalu memanjakan ku.


Ayah dan Ibu ku mati saat aku lahir, saat itu kekuatan lepas kendali dan melahap segalanya yang di sekitarku.


Orang tuaku yang pertama kali terlahap oleh kekuatanku yang lepas kendali.


Kakakku lah yang saat itu bersama denganku dan menyegel diriku, dia menyerap seluruh kekuatan ku dan membuangnya di Neraka.


–Dan sejak saat itu, kami hidup bersama sebagai Bangsawan Iblis tingkat atas [Bellzebub].


Ada sekitar 8 Bangsawan Iblis tingkat atas saat itu, kami salah satunya. Raja Iblis akan di pilih dari tiap anak yang berbakat dari para Bangsawan Iblis itu dan yang terpilih akan memerintah semua ras Iblis.


Aku dan Kakakku satu-satunya anggota klan Iblis Bellzebub.


Kami selalu bermain, bertanding, terkadang piknik berburu, dan berlatih sihir bersama.


–Itu sangat menyenangkan.


Kalau tidak salah, waktu itu aku sangat ber semangat dan mengatakan kepada kakakku.


[Kakak!, Aku akan menjadi Raja Iblis dan melindungi Kakak!]


–Kakakku tersenyum lembut sambil tertawa dan mengelus kepalaku


[Galius adalah Iblis yang kuat, aku yakin Galius bisa!,...Kakak akan mendukungmu.]


Karena itu aku memutuskan untuk belajar sihir untuk menjadi Raja Iblis yang kuat, yang bisa melindungi Kakak.


Itu hanyalah bualan mimpi anak-anak biasa...


~Tapi, aku tidak tau kalau itu akan menghancurkan seluruh ras Iblis~


Suatu hari, aku belajar sihir di tengah hutan, di depanku terdapat Monster Rank A [Dark Tiger].


Aku memiliki bakat dalam mengendalikan semua sihir selain sihir suci.


Tapi, selain semua sihir, aku paling berbakat dalam menggunakan sihir khusus klan Bellzebub, yaitu...


[Bellzebub!]


Aku mengatakan itu, dan saat itu juga muncul genangan lumpur hitam dan melahap Monster [Dark Tiger].


Bangsawan Bellzebub memiliki sihir khusus yaitu melahap segalanya. Arti dari Bellzebub yaitu Kerakusan.


[Aku berhasil!, Ini luar biasa,...Dengan ini aku bisa menjadi Raja Iblis, aku yakin Kakak akan bangga padaku!]


Aku sangat bersemangat sekali, dan aku lari ke Mansion tempatku dan kakakku tinggal bersama.


....


Tapi...


[Apa ini!..]


Aku gemetaran saat aku memasuki mansionku dan terjatuh.


Di dalam Mansion terdapat banyak pelayan yang melayani Keluarga Bellzebub, tapi sekarang mereka mati dengan kejam.


Dalam Mansion di penuhi dengan darah.


Aku memberanikan diriku dan memasukinya.


Aku melihat seorang pelayan yang ku kenal dan menghampirinya.


[Bu Jila! Bu Jila!,...Paman Sam!, Apa yang terjadi?!]


Aku menggoyangkan tubuh mereka, tapi sayangnya mereka semua tidak bernafas.


Aku tidak bisa bernafas dengan teratur dan ketakutan.


Melihat jejak darah yang menuju suatu ruangan, aku mengikutinya sambil gemetaran.


Di depanku ada sebuah pintu besar. Pintu itu terbuka sedikit.


Menelan ludahku dan aku membuka pintu itu pelan-pelan.


Aku bersiap-siap dengan sihirku jika dalam bahaya.


–Dan Akupun membuka kotak Pandora**...


__ADS_1


[****Kakak!]


Aku melihat Kakakku yang di selimuti aura hitam yang mengerikan, di dalam ruangan terdapat banyak bekas darah dan mayat pelayan.


[Aah~Galius, Selamat datang.]


Kakak ku tersenyum lembut melihatku dan menyambut ku dengan hangat seperti tidak terjadi apa-apa.


'Mustahil, Apa yang terjadi?,..Apakah ini kakak yang melakukannya?,..Tapi, Kakak kan?', Pikiran itu terus membanjiri diriku.


Kakakku yang menyadari apa yang ingin ku ketahui, berkata.


[Galius, di dunia ini tidak ada ras Iblis lagi selain Kakak dan kamu,...Kakak sudah membasmi mereka semua...]


[Eh!..]


Selagi aku terkejut dan bingung dengan apa yang di bilang kakakku, kakak melanjutkan nya.


[...Dengan ini Galius bisa menjadi Raja Iblis. Semua Klan Bangsawan Iblis sudah kakak bunuh, jadi Galius tidak perlu khawatir dengan saingan sampah yang menghalangi Galius menjadi Raja Iblis...]


Sesuatu dalam diriku ada yang hilang, aku tidak bisa mendengar apapun lagi.


[Yah..., meskipun tadi sedikit menyusahkan membunuh mereka, tapi Kakak bisa!,...Galius mari kita jadi Raja Iblis, kita akan selalu bersama~]


Kakakku terus tersenyum seperti bukan apa-apa sambil mengayunkan pedangnya bermain-main.


Aku menundukkan kepalaku. Saat ini aku tidak bisa berpikir jernih, pupil mataku menggelap menjadi kosong.


–Selagi Kakakku menggumamkan bagaimana dia mengalahkan Bangsawan Iblis tingkat atas, tanah bergetar dan suara teriakan terdengar dari luar Mansion kami.


[Iblis Bellzebub!!, Saat ini Mansion kalian sudah terkepung!,...Keluarlah Dasar Iblis kotor!!]


Aku dan Kakakku sedikit terkejut dan pergi keluar Mansion.


Disana terdapat mahkluk yang dibilang [Manusia], terdapat ribuan pasukan manusia dengan senjata lengkap.


Di tengah-tengah pasukan itu dan bagian terdepan pasukan tersebut. Aku melihat gadis kecil berambut pirang emas dan membawa pedang suci yang berkilauan.


Aku tidak bisa memalingkan mataku dari gadis berambut pirang emas yang cantik tersebut.


Hari sudah malam, jadi aku bisa melihat sebuah rambut emas gadis itu yang berkilauan.


Dia terlihat kesepian dan seperti kehilangan sesuatu yang berharga.


Gadis itu menatapku tanpa ekspresi.


Kakakku memelukku dari belakang dan berbisik.


[Galius, Lahap mereka dengan kekuatanmu, aku yakin mereka sangat lezat!]


Tapi, saat ini mataku tidak bisa lari dari gadis emas itu.


[Dasar Iblis sampah!, Kalian membunuh sesama kalian!, Benar-benar klan Iblis itu biadab!,...Tapi, kami harus berterima kasih karena kalian telah membunuh klan Iblis Bangsawan yang merepotkan itu, sekarang tinggal kalian yang tersisa!, Matilah!]


Seorang manusia yang mengatakan itu terlihat sudah tua, dia tersenyum sombong, dan para pengikutnya berteriak semangat.


[Ooouuhhh!!..., Pahlawan tolong bunuh mereka!!]


[Selamatkan dunia ini, Pahlawan Liza!!]


[Bunuh Iblis biadab itu!!]


Semua pasukan mengangkat senjata nya, tapi...


[Diamlah!!, Biarkan aku sendiri yang melakukannya!!]


[....!]


Gadis rambut emas itu berteriak mempinta mereka, dan semuanya pada diam.


Pahlawan, apakah itu yang mereka bilang?...


Pahlawan yang akan membunuh Raja Iblis seperti dalam cerita-cerita.


Aku tau Raja Iblis dan Pahlawan saling bertarung, tapi, saat ini aku tidak bisa memalingkan mataku dari Pahlawan itu.


Dadaku berdegup kencang, ini aneh!


Pahlawan itu sangat cantik.


–Setelah itu, pahlawan tersebut menatap ku dengan tajam sambil melakukan kuda-kuda untuk menyerang.

__ADS_1


Kami saling bertatapan.


Lalu dia bergumam.


[Menyedihkan!]


Aku merasa jengkel, tapi, saat ini aku semakin bersemangat.


Aku tidak tau ini...


[Kakak!]


[Apa Galius?]


[Aku ingin menjadi Raja Iblis dan bertarung dengan Pahlawan!]


Tanpa memalingkan mataku dari Pahlawan itu, aku mengatakan itu, dan entah kenapa kakakku terlihat terkejut.


Aku membuat tatapan merendahkan pada manusia itu, dan tersenyum sombong sambil berkata.


[Lihatlah para Manusia rendahan!, Saat ini aku akan menjadi Raja Iblis selanjutnya.]


[Ap!..]


Semuanya terkejut dan waspada setelah aku mengatakan pernyataan tersebut dengan keras.


[Pahlawan!, Aku tunggu kehadiran mu di kastil Raja Iblis ku,...Saat ini aku akan melepaskan kalian.]


Pahlawan itu berkedut kesal, dan tanpa aba-aba dia melompat dan menyerangku dengan pedang suci nya.


[Fly!]


Aku menghindari nya dengan sihir terbang. Kakakku juga mengikuti ku.


[Fuhahahaha..., Saat ini kau masih lemah Pahlawan, mari kita bertemu lagi saat dewasa.]


[Galius, Apa kau tidak akan melahap?]


[Kau benar Kakak!, Aku perlu energi sihir yang lebih, Baiklah...]


Aku mengulurkan tanganku ke atas, Pahlawan itu tampak waspada dan melompat untuk menyerangku.


Tapi, Kakakku menangkis serangannya dengan pedangnya.


Akupun merapal sihirku.


[Bellzebub!]


Sebuah lumpur hitam berbentuk bola berada di atas mereka, para pasukan manusia itu pada panik.


[Apa itu?!]


[Lari, Itu kekuatan khusus klan mereka!]


[Aaaahhhh!, Raja Iblis telah bangkit!!]


Ketakutan dan Kepanikan terjadi di bawahku, mereka mulai berlarian putus asa.


Aku bergumam.


[Ini sudah terlambat!]


Bola lumpur hitam itu jatuh dan menimpa mereka, itu pecah dan menjadi genangan lumpur hitam, lalu melahap setengah dari pasukan mereka...


Semuanya jatuh dalam Keputusasaan kecuali Pahlawan tersebut.


Dia memelototiku dengan mata tajam dan kami saling bertatapan.


[Namaku Galius Bellzebub IV, iblis yang akan menjadi Raja Iblis selanjutnya, ingatlah namaku Pahlawan umat manusia!, Sampai jumpa~]


Setelah itu kakakku memelukku dan menggunakan sihir teleport untuk pergi.


[Mari kita pergi Galius, Teleport~]


---\=\=\=---


Sejak saat itu, Namaku tersebar luas di seluruh Dunia sebagai Raja Iblis selanjutnya.


Aku membangun kastil Raja Iblis, di sana aku membangun kekuatan dan pasukanku bersama kakakku.


Tapi, setelah itu kakakku pergi entah kemana secara rahasia**.

__ADS_1


__ADS_2