Apakah Ini Cinta?

Apakah Ini Cinta?
Apakah Ini Cinta?#30


__ADS_3


“Yo-, Janin Kehancuran seperti-nya kau sedang bersenang-senang, boleh aku ikut!”.


“Ka-Kau!!, Kenapa?!”.


Aku sudah berada di sarang Janin Kehancuran ber-sarang, dan dia terkejut dengan kedatangan diriku...


Tempat persembunyian berada di sebuah gua yang lembab dan cocok untuk bersembunyi...


“Jadi, Apa yang kau lakukan?, Meskipun kau memiliki pasukan yang besar, tapi dirimu sendiri sangat lemah!”.


Aku dengan sombongnya tersenyum dan mendekati Janin Kehancuran yang ketakutan, aku menekan nadaku di kalimat 'Lemah' dan itu membuatnya sangat kesal...


“Sialan!!, Woy semut bodoh kemarilah dan lindungi aku!!”.


Dia terus menerus meminta pertolongan kepada budak semut-nya, tapi tidak ada satupun yang datang...


“Ke-Kenapa?!, Woy siapapun selamatkan aku!-”.


“Percuma saja, Soalnya semua budak mu yang ada disini telah mati!”.


“Hiiihh!..”


Aku tersenyum manis untuk menyakiti-nya dan dia mundur kebelakang menjauhi diriku...


[ Janin Kehancuran Wujudnya seperti sebuah bola besar berwarna hitam dan dirinya akan melahirkan monster tanpa henti]...


*Buk!...


“Sebelum aku menghabisimu, aku ingin bertanya sesuatu kepadamu!”.


“Aaahhhhkkkk!!, Lepaskan aku!! Sialan!!...”.


Aku menghentikan pergerakan-nya menggunakan skill >ZIP< ku yang pernah ku pakai sebelumnya karena itu dia terus menerus menjerit kesakitan...


Karena dirinya hanya gumpalan bola daging, bisa di bilang dirinya sendiri adalah jantung, jadi aku menekan seluruh tubuhnya dan membuatnya merasakan rasa sakit hebat...


“Diamlah!, Aku hanya ingin bertanya kepadamu!”.


“Sialan! Siapa juga yang mau menjawabnya?!”.


Dia bersikeras tidak ingin mendengarkan diriku...


Tapi aku hanya mengabaikan itu dan memulai pertanyaan ku, aku menatapnya dengan tajam lalu bertanya:


---\=\=\=---


“Baiklah!, Pertama dari mana kau mendapatkan kekuatan itu?!”.


“Hah! Itu bukan urusan mu Ahhhhhkkkk!!...”,


“Jawablah!”.


Aku mengancam nya dengan menekannya lebih kuat lagi...


Tapi daripada itu sekarang aku lebih penasaran 'siapa yang memberikannya kekuatan itu?'...


“Ba-baiklah, aku mengerti aku akan menjawabnya!, Tapi pertama lepaskan dulu aku!”.


“Baiklah, tapi jika kau berusaha untuk kabur saat itu juga nyawamu akan menghilang!”.


Aku mengancam dirinya dan melepaskannya dari Skill >ZIP< ku...


“Jadi JAWABLAH CEPAT!!?”.


“Hehe...Ahahahahahahahak, Siapa yang peduli dengan itu jika aku bisa meminta bantuan kepada budak untuk membunuh lu!”.


Janin Kehancuran itu mengingkari janjinya dan pergi melarikan diri setelah itu dia mengungkapkan 'teleport' untuk melarikan diri...

__ADS_1


Sebuah cahaya terang menyinari dirinya dan dia membuat wajah belagu karena dia berpikir bisa melarikan diri dariku...


“Haaaaahhh!...Yare yare~”.


Aku menghela nafas berat karena sudah menduga ini akan terjadi jadi...


*Ctas!...


“Hah!, Apa yang terjadi!!?, Kenapa aku tidak berteleportasi!?”.


Dirinya sangat bingung dan panik karena sihir teleport nya terbatalkan...


“Itu karena, aku sudah menggunakan sihir >Dispel Teleport<”.


“A-pa katamu!!”.


“Sa'teh~ Sesuai janjiku, sekarang MATILAH!”.


*Bruak...


Setelah itu aku merampal sihir >Killing Organ< kepadanya dan dia mati dengan cara yang mengenaskan dan kata kata terakhir yang dia ucapkan hanya 'Eh!' karena terkejut...


“Dengan ini kurasa bisa sedikit lebih tenang, tapi sangat di sayangkan aku tidak bisa mendapatkan informasi apapun tentang bagaimana dia mendapatkan kekuatan untuk memanggil 200 ribu pasukan semut dan membuatnya berevolusi”.


Aku menggumam itu dengan wajah kecewa sambil memandangi jasad dari mayat Janin Kehancuran itu...


Tapi, tanpa ku sadari tiba-tiba...


“Galius!♡”.


Seseorang memanggil-ku dari belakang padahal kupikir hanya ada aku dan Janin Kehancuran di sini...


Aku bahkan tidak bisa menyadari keberadaan-nya sama sekali...


Aku juga dengan wajah terkejut diam tidak berani menoleh kebelakang untuk melihatnya...


“Siapa lu?!”.


Aku memberanikan diri untuk bertanya...


“Galius, Apa kau sudah kenyang?”.


“Hah!-”.


Pertanyaan itu membuatku kaget karena aku sangat familiar dengan pertanyaan itu...


Tidak salah lagi...


---\=\=\=---


“Ka-Kak!”.


Aku benar benar sangat ingat dengan suara dan pertanyaan itu, karena itu adalah kata kata terakhir dari Kakak-ku sebelum kami berpisah...


*Duk Duk Duk...


“Galius, Apa kau sudah kenyang?, Apa 400 ribu membuatmu kenyang?”.


Aku hanya terdiam dan tidak bergerak...


Kakak-ku mendekati diriku dan memeluk diriku dari belakang...


Kehangatan dan kedinginan yang dia beri kepada-ku, aku benar benar mengingat ini...


Aura-nya benar benar berbeda dari yang dulu, Sepertinya dia telah menjadi lebih kuat...


Aku tidak akan menang jika satu lawan satu sekarang...


Apa aku harus melarikan diri menggunakan sihir teleport?...

__ADS_1


Itu percuma, sebelum aku menggunakan-nya kepalaku akan terpenggal...


---\=\=\=---


“Galius kau tau, kakak sudah berusaha keras untuk membuat makanan untuk mu, jadi kau harus memakan mereka semua”.


“Seperti kau memakan AYAH dan IBU!!”.


“Diamlah!”.


Secara spontan aku membentak-nya, lalu tiba tiba kakak-ku hanya terdiam...


“Kau kenapa Galius!, Bukannya biasa-nya kau akan memakan seluruh semut-semut itu, kenapa kau membiarkan mereka hidup?...Apa mungkin kau kasihan kepada mereka!!”.


Sial!-


*BUUUUMMMM!!...


“Egh!”.


“Galius, Apa kau ingin membuat kakak menangis!”.


Kakakku menjadi geram dan mencekik diriku sangat kuat, aku tidak bisa melawannya sama sekali...


Kekuatan sihir dalam diriku terus terhisap oleh dirinya, jika terus begini aku bisa mati...


---\=\=\=---


“Tunggu Kakak!, Sebenarnya aku sudah bosan memakan monster, jadi bisakah bawakan aku yang lain, aku akan menunggu kakak dihalaman Kastil-ku selama 3 hari ini!”.


Aku mencoba untuk menenangkan dirinya dengan suara yang serak serak karena tercekik, tenggorokan ku mau hancur...


Dan kakak-ku tersenyum lembut sambil memiringkan kepalanya sedikit...


“Hem!, Aku akan mencari sesuatu yang sangat Galius sukai! dan membuat Galius kenyang!!”.


*Wuuuusshhhh...


Setelah itu kakak-ku pergi seperti sebuah badai setelah melepaskan diriku...


*Buk!...


Aku tergeletak kelelehan karena hampir seluruh kekuatan sihir ku terhisap oleh kakak-ku...


“Sial!, Aku tidak percaya akan bertemu dengan Kakak-ku secepat ini”.


“Aku minta maaf Liza, aku tidak bisa melibatkan dirimu dalam hal ini”.


“Kita sangat beruntung Kakak-ku belum menyadari keberadaan Liza, jika dia tau, aku tidak yakin kami berdua bisa mengalahkan Kakak-ku karena dirinya sekarang lebih kuat dari yang dulu!”.


“Dan seperti-nya Janin Kehancuran mendapatkan kekuatan dari Kakak-ku”.


“Aku harus menjadi lebih kuat untuk melindungi Liza!”.


“Liza tolong maafkan aku!”.


Aku sudah membuat keputusan sambil bangun dari tempat itu...


Lalu bergumam:


---\=\=\=---


“Aku akan membunuh Kakak-ku sendiri!!”.


Dan untuk itu aku harus menjadi Raja Iblis seperti dulu lagi...


LAHAPLAH SEMUANYA!!...


BELLZEBUB!!...

__ADS_1


__ADS_2