
Keesokan hari nya dirumah pak bandi semua beraktivitas seperti biasanya. pak bandi dan syarif berangkat bekerja, sedangkan bu wati dan sifa berangkat ke pasar untuk belanja.
sedangkan pak setiono sibuk menelpon asisten nya agar membelikan sepasang kebaya batik dan cincin untuk pertunangan. karena rencana pak setiono setelah hari ini sifa dan brian ketemu, besok langsung acara tunangan, karena mereka harus segera kembali ke kota.
brian hanya duduk terdiam di meja makan, ia terus memikirkan bagaimana cara agar semua ini terhenti.
______
sore hari telah tiba, di rumah pak bandi makanan sudah siap. sifa memasak ayam kecap bakar kesukaan brian.
pak bandi, bu wati dan syarif sudah siap menyambut kedatangan mereka. sedangkan sifa berasa di dalam kamar memakai gamis berwarna biru dongker dan jilbab menutup dadanya.
tak lama pak setiono, bu suci, nenek ima dan brian datang "assalamu'alaikum"
"waalaikumsalam" jawab keluarga pak bandi bersama sama.
sial... aku harus berpura-pura senang agar tidak mempermalukan papa. bagaimana bisa aku terjebak dalam situasi seperti ini.. gunam brian dalam hati.
mereka berbincang bincang seputar sifa, dan brian. lalu Bu wati memanggil sifa yang berada didalam kamarnya.
saat sifa keluar, semua mata memandang nya
sedangkan sifa tertunduk sangat malu.
pak setiono "lihat tu brian, sifa sangat cantik"
brian hanya terdiam, sedangkan semua nya tersenyum.
lumayan juga sifa ini, tapi tak sexy sinta. gunam brian dalam hati.
sifa duduk di berhadapan dengan brian.
__ADS_1
nenek ima"brian.. silakan tanyakan sesuatu kepada sifa"
brian "nek, ma, pa, om, tante, syarif. bolehkan aku mengobrol di luar bersama sifa?"
semua saling memandang dan tersenyum.
pak bandi "boleh, silahkan nak. sifa ajak brian ke taman samping rumah"
sifa hanya mengangguk, lalu brian dan sifa keluar rumah.
pak setiono "di, besok kita langsung adakan prosesi tunangan saja ya. soalnya kata ibu sifa disini menjadi dambahan banyak pria. kalau tidak di ikat dulu takut keduluan orang heheh"
bu wati, pak bandi dan syarif kaget.
pak bandi "aku sih gak masalah no. tapi di, bagaimana bisa aku mempersiapkan semuanya dalam sehari?"
pak setiono "baju dan cincin sudah aku belikan di, besok pagi asisten ku akan tiba disini. kamu gak usah terlalu repot di."
pak bandi "baiklah di, jika kamu sudah mempersiapkan"
syarif "apa acaranya di adakan besar-besaran om? kok pake tenda segala" ucap syarif heran
pak bandi "iya no, bukankah hanya pertunangan."
pak setiono "heheh iya sih, tapi ibuku ingin spesial di. kayak di kota kota. dan ini anak semata wayangku. biar ada dokumentasi. brian juga bisa menunjukan kepada teman-teman nya."
nenek ima "dan biar semua orang tau di. kalau sifa sudah menjadi calon cucu menantuku heheheh" terkekeh.
pak bandi "Terima kasih no, atas semua ini"
pak setiono "jangan bilang seperti itu di, sudahlah"
__ADS_1
bu wati dan bu suci tersenyum bahagia sambil bergandengan tangan. mereka sangat senang dengan semua ini.
syarif "jadi besok kita disini hanya masak saja ya om."
pak setiono "iya rif, kan hanya di hadiri keluarga saja, mungkin besok tetangga depan, samping rumah ibu akan kami ajak"
syarif "baiklah om"
nenek ima "awas saja kalau kamu tidak mempersiapkan dengan bagus tono, ibu akan memukul mu seperti dulu saat kamu main di sungai" semua jadi tertawa
merka terus berbincang sambil bercanda menggoda syarif.
sedangkan di luar rumah sifa yang lagi duduk di ayunan, sedangkan brian berdiri di sampingnya.
brian "sifa, aku ingin mengatakan sesuatu kepada mu"
sifa "iya mas katakan" sambil terus menunduk malu, jantung nya berdetak kencang.
brian "sif, sebenarnya aku belum siap untuk nikah" dengan ragu ragu brian mengatakan nya. sifa hanya diam saja
brian "sif kenapa kamu diam? bisa kah kamu menghentikan perjodohan ini sif?"
sifa "apakah mas mencintai wanita lain? dan tidak mau menikah denganku?" hati sifa sangat hancur mendengar perkataan brian. ingin sekali rasanya menangis, cuma ia tahan agar tidak membuat suasana menjadi runyam.
brian "bukan tidak mau menikah denganmu sifa, aku hanya belum siap untuk menikah. aku mohon katakan kepada ayahmu kalau kamu tidak ingin menikah denganku"
sifa "mas, jika mas brian belum siap menikah. maka katakan lah kepada om tono. sifa tidak ingin mengecewakan banyak orang. karena sifa akan slalu menuruti permintaan orang tua sifa. sifa tidak berani mengatakan hal tersebut"
brian "kalau kamu tidak berani, ayo kita ngomong bersama-sama jika kita tidak mau menikah"
sifa "sifa mau menikah mas, yang tidak mau menikah hanya mas brian. jadi jangan bawa-bawa nama sifa, itu namanya berbohong. maaf mas sifa permisi mau masuk dulu"
__ADS_1
sifa sangat sakit hati dan kecewa dengan pernyataan brian, ia tak sanggup lagi menahan ait mata nya. ia menangis lalu masuk kerumah dan langsung masuk kedalam kamar.
saat sifa melewati ruang tamu, semua orang terdiam karena sifa menangis. semua sangat khawatir. ibu wati dan bu suci menyusul sifa ke kamar. sedangkan pak setiono yang sudah sangat marah langsung menghampiri brian.