
Aku berdiri dengan jarak aman dari kakakku yang membawa Liza dan Fatnir dibelakang sambil tersenyum manis, tapi aku merasakan nafsu membunuh di senyuman nya.
Ini benar-benar di luar dugaan ku, aku tidak menyangka Liza dan Fatnir akan tertangkap.
Aku merinding sesaat melihat kakakku sangat marah.
Tapi, di sini aku juga sangat marah.
Tanpa pikir panjang aku menerjang kakakku dan memukulnya dengan tinjuku, tapi kakakku menghindari nya dengan mudah.
Sesaat kakakku menghindar aku mengulurkan tanganku padanya dan merapal sihir.
“Cursed Lighting!”
–Petir hitam keluar dari tanganku, Kakakku mundur dengan jauh untuk menghindari seranganku.
Seranganku yang meleset mengakibatkan ledakan yang besar.
“Galius, kau tau saat aku mendengar Kastilmu hancur, kakak benar-benar khawatir,– Tapi aku tidak percaya Raja Iblis akan jatuh cinta kepada Pahlawan.”
Kakakku dengan wajah tidak senang mengancamku.
Sepertinya dia benar-benar marah.
Tentu saja itu wajar, aku sudah mengkhiati seluruh ras iblis.
“Kakak, aku akan tetap bersama Liza, jadi jangan halangi kami.”
“Sepertinya kau perlu di beri pelajaran, Galius!, Ikutlah denganku, Galius!, Sebelum itu aku ingin kau berpisah dengan Pahlawan jalang itu.”
Sial, seperti yang kuduga kakakku akan marah besar.
Saat ini Liza dan Fatnir berada di belakangku.
Walaupun aku membawa mereka pergi, aku yakin kakakku tidak akan hanya melihat.
“Kak Vina, Aku membunuhmu di sini!”
“Seperti biasa, kau sangat bodoh Galius!”
–Dengan cepat kakakku sudah berada di depan dan meninjuku tepat di daguku.
Sebelum kakakku meninju ku akan melempar Liza dan Fatnir menjauh dari pertempuran.
Aku terkena pukulan kakakku dan terhempas jauh, dan itu menyebabkan kerusakan dan luka yang serius padaku.
Aku batuk kesakitan.
“Uhug..Uhug..”
Seperti yang ku duga, meskipun aku menggunakan penghalang tingkat tinggi: kedengkian, agar membuatnya tidak bisa kabur dan menggunakan sihir alam sekitar.
Kakakku memiliki kekuatan unik yaitu menyerap, dia mempunyai kekuatan sihir tak terbatas dari alam sekitar.
Tapi sebisa mungkin aku sudah menguncinya.
Tapi sepertinya dia masih memiliki kekuatan yang banyak.
“Regens.”
Aku menyembuhkan lukaku menggunakan sihir regenerasi.
Setelah itu berdiri dan menerjang kakakku.
“Explode mine.”
Aku menggunakan sihir perangkap untuk jaga-jaga, dan memukul kakakku, tapi dia dengan cepat melompat kebelakang.
“Dark ball.”
Sebuah bola hitam besar berada di atasku saat kakakku merampal sihirnya, dan bola itu menimpaku dengan kuat.
Tapi aku menghindari nya dengan mudah, setelah itu kakakku menerjangku dengan cepat.
Tapi di pijakan terpancar cahaya terang dan meledak, kakakku terkena perangkap sihirku dan terlihat terkejut.
Tanpa henti aku merapal sihirku.
“Shark Cyclone!”
Badai yang di penuhi ikan hiu menerjang kakakku, tapi itu menghilang saat kakakku memotongnya dengan energi sihir saja.
Benar-benar Merepotkan.
“Galius, kau tidak bisa menang melawanku, bukannya ini lucu, untuk melihat Raja Iblis dan Pahlawan jatuh cinta!,– Jadi Galius, berpisahlah dengannya dan kembalilah padaku.”
Kakakku tersenyum lembut mengatakan itu.
Aku selama ini selalu di rawat oleh kakak, dari dulu dia selalu ketat kepadaku, tapi terkadang dia baik kepadaku.
Saat ini hatiku benar-benar sakit karena harus membunuh keluargaku sendiri.
Tapi,...
“Aku tidak mau.”
Aku menjawab tawaran kakakku dengan penuh tekad.
Lalu dengan wajah marah, kakakku saat ini di selimuti oleh energi di negatif dan memancarkan aura gelap di sekitar nya.
“Sepertinya, kita benar-benar harus saling membunuh Galius!”
Kakakku benar-benar serius.
__ADS_1
Aku tau saat ini aku benar-benar ketakutan, tapi aku menguatkan diriku.
Sekilas aku melihat Liza dan Fatnir, sepertinya Fatnir sudah bangun.
Aku berteriak panik saat Fatnir bangun tanpa memalingkan pandangan ku dari kakakku yang mempersiapkan dirinya.
“Fatnir!, Cepat lari dari sini!, Bawa Liza bersamamu!!”
“Galius bodoh!, apa yang terjadi!”
“Aku tidak punya waktu untuk menjelaskan, ce–”
Sial!–
“Break Balance!”
Tanpa sadar kakakku sudah berada di di depanku sambil membawa pedang di tangannya dan menebasku dengan kuat secara horizontal.
Aku sempat menghindar, tapi aku terkena luka dalam di perutku.
“Galius!”
Fatnir berteriak.
“Ahk!,...Hah hah~, 'Break Balance', sebuah pedang yang menghancurkan hukum ilahi!”
Aku tidak percaya aku bisa menghindari nya, mungkin karena peningkatan sihirku.
Aku melihat ke arah Fatnir.
“Cepat lari!”
Fatnir mengangguk dan membawa Liza dalam wujud anak kecilnya.
Tapi, saat itu aku sadar pandangan kakakku tertuju ke arah Fatnir dan Liza.
“Baiklah, aku harus membunuh kalian terlebih dahulu!”
Mengatakan itu, kakakku dengan cepat berada di jarak tebasan pedang kakakku.
Aku kurang cepat reaksi, aku tidak akan sempat.
Jika begini, Liza dan Fatnir bisa mati.
“Sial!”
Fatnir sangat terkejut.
Dengan wajah menyeramkan kakakku mengayunkan pedangnya.
“Matilah!, Orang rendahan yang beraninya mengganggu adikku!!”
–Sesaat kakakku ingin menebas mereka.
Kakakku juga terkejut melihatnya.
“Aku tidak akan membiarkan mu melukai Fatnir!”
“Kau?!”
“Liza!”2x
Aku dan Fatnir berseru bersama.
Aku melihat Liza yang kembali sadar dan menangkis pedang kakakku.
Aku sangat lega Liza sadar, tapi, saat ini benar-benar tambah buruk.
Aku sangat gelisah, apa mungkin nanti aku akan di marahi Liza? atau dia akan menyesal bersama denganku?
Pikiranku benar-benar rumit saat ini.
Kakakku yang tersenyum seram terus menekan Liza dalam beradu pedang.
“Yo~Pahlawan Liza, aku tidak menyangka kau akan sadar secepat ini.”
“Aku juga tidak menyangka keluarga Galius akan meracuniku, padahal ku pikir aku bisa mempercayai Kak Vina.”
“Kau hanya akan menghalangi Galius, Menyerahlah orang rendahan!”
Kakakku meluapkan kemarahannya kepada Liza dan memojokkan nya, Liza terlihat kesusahan.
“Aku tau kalau Raja Iblis dan Pahlawan jatuh cinta itu aneh, tapi..., Aku tidak pernah menyesalinya bersama Galius, soalnya aku sangat mencintai nya~!!”
Kakakku semakin kesal.
Pedang Liza bersinar terang, sepertinya di menggunakan elemen suci Pahlawan.
Kakakku yang menyadarinya mulai mundur.
Aku sedikit malu dan terkejut dengan pernyataan Liza.
Tapi, itu membuatku sedikit lega dan senang.
Aku berterima kasih kepadamu Liza, aku benar-benar mencintai mu juga.
“Galius!”
Liza dan Fatnir berlari menuju ke arahku.
Tapi, sebisa mungkin aku ingin menjauh Liza, saat ini dia di selimuti elemen suci yaitu elemen yang fatal bagi iblis murni seperti ku.
“Tunggu Liza, jangan mendekatiku terlalu dekat, aku tau kau ingin memelukku, tapi itu akan membuatku kesakitan.”
__ADS_1
Liza memiringkan kepalanya, seperti tidak mengerti apa-apa.
Apa dia lupa kalau aku iblis murni?.
Aku, Liza, dan Fatnir bersama sekarang.
“Liza, Fatnir, cepatlah pergi dari sini!”
“Hah!, Apa kau bodoh?!”
“Galius, aku ingin membantumu!”
Liza dan Fatnir menolakku dengan cepat.
“Tidak!, Aku mohon, aku ingin membuat kalian terlibat!”
Aku mengatakan itu dengan putus asa.
Lalu Liza menghampiri ku, dan...
“Arrgghhh!..”
–Dia menamparku dengan kuat, bahkan aku terkena elemen sucinya dan membuatku merintih kesakitan.
Pipiku saat ini seperti terbakar.
Tapi, bukannya hanya karna elemen suci, aku juga merasakan kemarahan Liza.
“Jangan bodoh!, Kau pikir seberapa khawatirnya aku!”
“Aaarrrrgggghhhh!...”
Liza memelukku dengan erat sambil meneteskan air mata nya dan itu membuatku kesakitan.
Tapi, aku berusaha menahannya.
Dengan ekspresi sedih Liza berkata:
“Aku kesepian!, Aku kesepian!,...Galius tidak menepati janjinya, bukannya kau sudah berjanji akan selalu bersamaku,...Aku ingin bersama Galius,...Jika Galius dalam masalah aku juga ikut membantu,...Aku tidak ingin di tinggalkan lagi, saat ini aku benar-benar marah,...Aku tidak ingin berpisah dengan Galius lagi, jika kita bersama aku yakin kita bisa!!”
Aku benar-benar bodoh!, Tanpa memikirkan perasaan Liza, aku menanggung semuanya sendiri.
Ku pikir ini hanya masalahku jadi aku harus menghadapinya sendiri.
Aku tidak pernah menghadapi perasaan Liza dengan serius, aku sangat takut.
Jika, dalam kasus kakakku, aku akan selalu lepas kendali jika lengah.
Aku akan menjadi iblis yang melahap segalanya.
Ini benar-benar perasaan yang buruk.
....
Aku melepaskan pelukan Liza dan menaruh tanganku di kepalanya.
“Aku juga, Aku ingin terus bersama Liza!”
Mengatakan itu, Liza saat ini tersipu malu, dan memerah sampai ke telinganya.
Aku melihat ke Fatnir.
Dia menghela nafas berat dan berkata:
“Baiklah, aku akan ikut membantu, meskipun aku tidak ingin bertarung dengan kakakmu lagi, dia sangat menakutkan. Tapi apa boleh buat!”
Kadal itu, apakah dia jadi Tsundere?
Tapi, aku mungkin harus dengan tulus berterima kasih kepada nya.
Kami berdiskusi dan membuat rencana.
....
“Regens!”
Aku merapal sihir regenerasi kepada diriku, Liza, dan Fatnir.
Aku terluka setelah bersentuhan dengan Liza.
Kekuatan suci benar-benar hebat, bahkan kakakku di buat mundur.
Aku dan Fatnir membuat kuda-kuda untuk menyerang bersama.
Sedangkan Liza akan melancarkan serangan kejutan kepada kakak.
Aku dan Fatnir akan membuat celah untuk Liza menyerang.
–Setelah itu kakakku dengan senyuman percaya diri melihat kami dengan tatapan tajam.
“Kalian Raja Iblis dan Pahlawan, tidak mungkin untuk kalian bersama. Jika hubungan kalian di ketahui, seluruh dunia akan menjadi musuh kalian!,...Galius cepat putus Liza sebelum aku memutuskan untuk membunuh kalian semua!”
Aku yang dulu mungkin akan berpihak kepada kakakku, tapi sekarang...
Aku dan Liza dengan mata penuh tekad, membalas perkataan Kakakku.
“Aku menolaknya!,Karena cinta kami tidak lah salah!,...Jika dunia memusuhi kami, maka, kami akan mengubah dunia itu!!”2x
Aku dan Liza dengan serentak dan bersama mengatakan itu sambil tersenyum percaya diri.
Kakakku tercengang mendengar nya dan semakin meningkat kekuatan sihirnya.
“Matilah”
__ADS_1