
Keesokan harinya~
Kami pergi kembali untuk melihat Fatnir yang telah kami tinggal semalaman dan Liza juga sudah menguatkan mental nya untuk bertemu Wanita itu lagi...
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
"Kau tidak papa Liza?",Tanyaku memenggang tangannya.
"Aku tidak papa.",Ucap Liza menggenggam tanganku dengan erat.
Baiklah mari kita bertemu Wanita itu lagi..., Dan kuharap ini tidak tambah merepotkan...
*Duk...Duk...Duk...
"Ah!...Tuan Galius akhirnya anda datang juga.",Ucap Sofia menyambut kami.
Dia mengetahui namaku, aku yakin Kadal itu yang memberitahu nya...
"Yah yah..., Kadal maaf membuatmu menunggu.",Ucapku kepada Fatnir yang sekarang duduk di sebuah Kasir Karavan kereta kuda.
"Tidak papa, apa disitu juga baik baik saja?",Tanya Fatnir mengkhawatirkan kami.
"Seperti yang kau lihat, Ini akan jadi sedikit merepotkan.",Ucapku tersenyum sombong.
Liza masih terus memegangku tanganku dan tidak melepaskan nya.
"Bisakah kau perkenalkan dirimu?",Ucapku memandangnya Sofia.
"Ah!, Perkenalkan namaku Sofia Vergara Baharuth, salam kenal Tuan Galius dan Nona Liza, tolong maafkan perbuatan ku semalam.",Ucap Sofia dengan sopan ala Bangsawan.
"Jadi apa kau sudah menyerah, kau sudah mendengarnya dari Kadal itu kan!",Ucapku tersenyum memandangnya dengan tajam.
"Tentu saja saya sudah mengetahui hubungan kalian, Tapi aku tidak akan menyerah begitu saja...",Ucap Sofia tersenyum yang masih belum menyerah mendapatkan ku.
Haaa....,Ini merepotkan apa perlu aku pakai cara kasar untuk membuatnya menyerah, tapi dia juga Putri Kerajaan aku tidak bisa melakukannya dengan mudah untuk sekarang....
"Ga-Galius tidak akan kuberikan kepada siapapun...",Ucap Liza sedikit gugup sambil merangkul tanganku.
Sepertinya dia sudah berusaha.
__ADS_1
"Tentu saja, Mulai sekarang kita adalah Rival.",Ucap Sofia tersenyum menatap Liza dengan tajam.
Entah kenapa, Ini akan jadi perang antar Wanita, bukan berarti aku ingin meninggalkan Liza, Ini hanya sedikit menarik...
Setelah itu kami mengobrol sebentar dan memutuskan pergi bersama ke Ibukota Kerajaan Baharuth karena tujuan kami sama, Liza juga tidak keberatan, kami pergi menggunakan Karavan kuda milik Sofia yang sekarang dikendarai oleh Fatnir, dengan begini kami bisa sedikit lebih bersantai...
*Duk..Duk..Duk..
Kami sekarang berada di dalam kereta kuda, Sofia terus menatap ku dalam perjalanan dan Liza terus merangkul tanganku dalam perjalanan.
"Ano Tuan Galius, mau ngapain kalian ke Ibukota?",Tanya Sofia memulai obrolan.
"Aku cuma ingin menikmati Festival bersama Liza.",Ucapku tersenyum menatapnya.
"Jadi gitu, kalo gitu bolehkah aku ikut juga!",Ucap Sofia tersenyum.
"Tentu saja...TIDAK!",Balasku tersenyum.
"Tuan Galius memang hebat, padahal aku seorang Putri Kerajaan, Tuan sama sekali tidak sungkan.",Ucap Sofia semakin mengagumi ku.
Sofia menatapku terus dengan penuh harapan, sepertinya meskipun ku tolak dia akan tetap ikut, tapi saat kami sampai ke kota kami akan melarikan diri...
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
"Tentu saja aku tau itu, Dia sangat Kaku, kadang susah bangun tidur, ekspresi nya juga susah sekali di tebak, Tapi selain itu dia juga sangat baik, dan sangat kuat, Dia Istri kebanggaan ku.",Ucapku tersenyum melihat Liza yang tertidur di sampingku.
"Meskipun begitu aku juga tidak akan menyerah, suatu hari aku pasti akan membuat Tuan Galius mencintaiku juga
, karena saat Tuan Galius menyelamatkan ku aku langsung jatuh cinta.",Ucap Sofia tersenyum kepadaku yang masih belum menyerah.
"Haha...Kau benar Wanita yang merepotkan.",Ucapku tertawa kecil.
"Ingatlah Tuan Galius, di Dunia ini tidak ada Wanita yang tidak merepotkan ",Ucap Sofia tersenyum.
Yah, mungkin kau benar, Jadi mungkin itu juga merupakan daya tarik seorang Wanita...
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
__ADS_1
Setelah beberapa jam saat perjalanan menuju Ibukota Kerajaan Baharuth, akhirnya kami sampai juga di Ibukota Kerajaan Baharuth, Luas Kotanya sekitar 10 kali lipat lebih luas dari pada kota Izania dan didalamnya juga sangat ramai.
"Liza bangunlah kita sudah sampai.",Ucapku tersenyum membangunkan Liza.
"Hnn..",Liza membuka matanya pelan pelan.
"Ano Tuan Galius, aku mohon tunggu sebentar, aku akan berbicara kepada penjaga nya.",Ucap Sofia keluar untuk berbicara kepada penjaga gerbangnya.
---\=\=\=---
---\=\=\=---
---\=\=\=---
Setelah berbicara dengan penjaga gerbangnya, mereka membiarkan kami masuk tanpa perlu berbaris di antrian yang sangat panjang.
"Selamat datang di Ibukota Kerajaan Baharuth.",Ucap Sofia tersenyum.
"Kalo gitu kami turun disini saja.",Ucapku tersenyum.
"Itu tidak boleh, Aku ingin memberikan kalian Hadiah jadi tolong ikut aku sampai ke Istana.",Ucap Sofia tidak membiarkan kami pergi.
Aku dan Liza mau segera turun dari Karavan tapi tidak dibiarkan keluar sama Sofia, dia membawa kami sampai ke gerbang Istana Kerajaan.
Dan pada saat itu kami akhirnya bisa turun juga dari Karavan, ini satu satunya kesempatan kami untuk kabur...
"Tolong tunggu disini sebentar Tuan Galius...",Ucap Sofia berbicara dengan penjaga gerbang Istana.
"Liza, Kadal, pegang tanganku erat erat...",Ucapku tersenyum dengan suara pelan.
"Baiklah...",Ucap mereka berdua memenggang tanganku.
">Hiding<",Ucapku menggunakan sihir bersembunyi untuk melarikan diri.
---\=\=\=---
"Baiklah Tuan Galius, kali--Eh!",Ucap Sofia yang sadar kalau kami sudah melarikan diri.
"Haaa....,Tuan Galius sangat Hebat bahkan dapat lari dari Mata Sihirku, tapi aku yakin kita akan bertemu lagi dalam waktu dekat.",Gumam Sofia tersenyum dan masuk kedalam Istana.
Kamipun berhasil melarikan diri dengan aman, tentu saja itu wajar karena aku adalah Raja Iblis, tidak ada yang mustahil bagiku, tapi saat ini kami...
"Galius boleh aku nanyak sesuatu.", Ucap Fatnir melihatku dengan wajah kecewa.
"Apa itu Kadal sialan?",Tanyaku tersenyum.
__ADS_1
"Apa kita tersesat?",Tanya Fatnir sedikit lesu.
"Yaps, Sepertinya itu benar.", Ucap ku dengan santai.