
setelah cukup mengobrol pak setiono mencoba untuk mengutarakan maksud kedatangan nya.
pak setiono "di... brian anakku sudah berumur 30 tahun seperti syarif anakmu. sudah waktunya untuk menikah. dia harus di kasih tanggung jawab agar bisa merubah kebiasaan nya"
pak bandi "apa dia masih sering keluar malam?"
pak setiono "iya di, dia memang bekerja di kantorku, bahkan pekerjaan nya slalu beres. nilai ipk nya slalu jadi terbaik di kampusnya. tetapi brian slalu datang ke kantor siang, dia tak pernah membuat jadwal meeting pagi hari. meski sering keluar malam tapi dia tidak berbuat macam-macam, hanya sekedar nongkrong, main game, nonton bola." pak setiono menjelaskan biar pak bandi tau kalau brian sebenarnya anak baik baik.
pak bandi "namanya juga anak muda no, apalagi di kota" sambil tersenyum.
pak setiono "aku ingin menjadikan sifa sebagai menantu kami di, kami tidak mau brian sampai menikah dengan wanita tidak tepat. aku sudah mengetahui bagaimana sifat anakmu dari ibuku, bagaimana menurut mu?" langsung to thr point karena mereka sudah dekat sejak kecil jadi rasa canggung hampir tidak ada.
pak bandi dan bu wati kaget, tetapi pak bandi terlihat senang, karena putri tercinta mereka akan aman tinggal bersama mertua sebaik Setiono. "hmmm... bagaimana ya no, aku sih sebenarnya senang dengan tawaran mu. setelah menikah aku akan tenang melepaskan sifa jika tinggal bersama kalian. tetapi aku tetap akan bertanya kepada sifa. semua keputusan berada di sifa no, bagaimana pun ini menyangkut masa depan nya" jawab pak bandi
pak setiono "iya di, aku berharap jika sifa menjadi istri brian, brian akan mau sholat dan mengaji lagi. karena sejak brian SMA dia tidak mau sholat meskipun sudah aku pukuli berkali-kali."
bu wati hanya diam, dia senang sekaligus sedih bahwa putri nya sudah di lamar orang dan akan pergi dari rumahnya.
__ADS_1
bu suci "besok kita akan ajak brian kemari, biarkan mereka mengobrol dulu biar lebih dekat lagi"
pak setiono "benar itu di, bagaimana menurut mu"
pak bandi "baik, nanti aku akan bicarakan dengan sifa mengenai hal ini"
lalu sifa datang menghampiri dan berbisik kepada ibunya.
mereka semua kaget, dan ingin tau apa yang fi katakan sifa kepada ibunya.
bu wati "makan malam sudah siap, ayo kita makan. sifa sudah memasaknya"
saat syarif datang bu wati dan pak bandi mengajak nya untuk musyawarah hal perjodohan sifa dan brian anak pak setiono.
Syarif "Syarif setuju saja yah, asal sifa nya mau. Syarif juga akan tenang jika setelah kita yang menjaga nya, lalu dijaga oleh om tono. kita mengenal nya dengan baik bagaimana pak tono. InsyaAllah pak tono tidak akan membiarkan sifa menderita"
bu wati "iya yah, ibu lebih tenang jika suci menjadi mertua sifa. dari syarif dan sifa kecil, suci slalu menganggap mereka anak nya juga. ayah tau kan bahwa sifa di gilai banyak pemuda disini. apalagi anak pak kades sebelah. dia sering sekali kesini. ibu tidak duka dengan nya yah, apalagi ibunya."
__ADS_1
pak bandi "iya.. ibu benar, ayah juga akan tenang jika sifa bersama tono. brian adalah anak tunggal. jadi mereka tidak akan kemana-mana. pasti akan tinggal bersama to o dan suci. Syarif panggil sifa."
Syarif berdiri dan memanggil sifa ke kamarnya. lalu mereka menuju ruang keluarga.
sifa "ada apa yah? apa semua baik-baik saja"
pak bandi "nak, tadi om tono kesini. berniat ingin menjadikan mu sebagai menantunya. bagaimana menurutmu?"
sifa kaget lalu berusaha untuk tetap tenang "sifa, menurut saja apa kata ayah. restu ayah, ibu dan mas syarif lebih nadia utamakan"
pak bandi "nak, jika kamu belum mau menikah atau tidak mau menikah dengan brian, ayah akan menolak lamaran ini. ayah mau menawarkan mu karena ayah akan tenang melepaskan mu, jika kamu menikah dengan brian. om tono dan tante suci kan slama ini slalu menganggapmu anaknya. berarti om tono dan tante suci menyayangimu nak"
bu wati "iya sifa, ibu gak mau jika kamu nanti mempunyai mertua yang jahat, tidak sayang sama kamu. kami membesarkan mu dengan penuh cinta nak, ibu tidak rela jika orang lain menyiksamu"
syarif "apa kamu suka sama si Salman anak pak kades itu yang sering kesini tidak jelas?"
sifa "tidak mas, sifa juga risih sama salman. sifa mau kok menikah dengan mas brian"
__ADS_1
semua lega dan akhirnya mereka kembali kekamar mereka masing-masing.
lalu pak bandi mengirim pesan kepada pak setiono agar kerumah nya sore hari.