
“Fatnir, bukannya hutan ini jadi sangat aneh.”
“Aku juga berpikiran begitu,...Entah kenapa, aku tidak merasakan keberadaan monster apapun dihutan ini.”
Saat ini aku dan Fatnir membahas keadaan hutan yang ada dibawah kami, aku terbang menaiki Fatnir yang dalam wujud naga-nya menuju ke Benteng pertahanan kerajaan Beastman.
Aku dari tadi sudah melihat sekitar kami, tapi tetap tidak merasakan keberadaan apapun didalam hutan.
“Fatnir, apa pendapat mu tentang ini?”
“Aku tidak yakin, tapi ini seperti semua monster dalam hutan ini di lahap oleh sesuatu, dan dalam hutan ini seharusnya ada Naga Tanah, tapi aku tidak merasakan keberadaan nya sama sekali!”
Fatnir menjawabnya dengan wajah serius dan terus mengepakkan sayapnya dengan cepat.
“Hmmmm..., Pikirkan itu nanti saja, pertama, mari kita mencari Galius!”
“Baiklah!”
Fatnir mulai menambah kecepatannya...
.....
–Setelah beberapa jam terbang, akhirnya kami sampai juga di Benteng itu.
“I-Ini, benar benar mengerikan!”
Fatnir tercengang saat dia melihat pemandangan yang ada didepannya.
“Apa yang sebenarnya terjadi disini?!, Kenapa tidak ada mayat semut satu pun!”
Aku mengatakannya dari atas punggung Fatnir.
Aku tidak bisa menemukan Galius ataupun gerombolan semut-semut dari atas.
...Apa Galius yang melakukan ini?...
Aku sangat gelisah memikirkan-nya, aku tidak pernah melihat Galius mempunyai kekuatan untuk melawan Legion Ant dalam beberapa jam–
Setidaknya itu memerlukan 2 hari untuk dia melakukannya....
–Selagi aku memikirkan itu, aku melihat seseorang dari kejauhan.
“Fatnir, turunkan aku!”
“Baiklah, tolong berhati-hati lah, Nona Liza.”
“Terima kasih.”
Fatnir menurunkan dengan pelan pelan, aku memutuskan untuk mendekati orang yang ku lihat tadi.
Jarak ku dan orang tersebut sangat jauh karena aku waspada, lalu aku mendekati nya pelan-pelan.
Dia adalah wanita dengan rambut hitam panjang yang mirip seperti Galius, lalu wanita tersebut menggumamkan sesuatu:
“Loh!,...Sepertinya Galius sudah memakan semua-nya, dia benar-benar seperti dulu, aku harus cepat cepat mencarikan nya makanan lagi.”
Wanita itu tersenyum senang sambil menggumamkan sesuatu, tapi aku tidak bisa mendengarkan-nya karena jarak kami sangat jauh.
Aku menelan ludahku dan berkata:
“Ano!, Apa yang anda lakukan disini?”
Aku memanggilnya saat kami sudah dekat, sesaat aku mendekati-nya insting ku mengatakan untuk kabur darinya...
Apa-apaan wanita ini!?, Perasaan ini!, Ini mirip seperti Galius!...
–Apa dia ras Iblis?
....
Tanpa sadar aku bertanya 'Siapa kau?' dengan wajah waspada.
Wanita tersebut memalingkan wajahnya melihatku dan berkata:
__ADS_1
....
“Oh ya!, Bukannya anda nona Liza Azelias si Pahlawan itu, apa yang anda lakukan disini?”
Eh!..
Dia tau siapa aku, kenapa?
Fatnir yang sadar langsung berlari di depanku dan mencoba melindungi ku.
“Oi!, Fatnir, Apa yang kau lakukan?”
“Maafkan aku Nona Liza, tapi, kupikir ini berbahaya!”
Fatnir dengan tegas mengatakan itu.
“Tenanglah!, Apa kau tertular Galius?, Aku tidak papa.”
Aku dengan wajah datar mengatakan itu, lalu wanita berambut hitam yang diam dari tadi, tiba tiba menghampiri ku dan berkata:
“Apa kau kenal Adikku Galius?!”
Eh!..
Adik?
–Selagi aku memikirkan itu, wanita berambut hitam itu tersenyum sambil mengulurkan tangannya untuk mengajak ku bersalaman.
“Perkenalkan, Namaku Vina Bellzebub, aku adalah kakak perempuan nya Galius.”
“Eh!..”2x
Aku dan Fatnir diam membeku saat wanita yang mengaku kakaknya Galius memperkenalkan dirinya.
.....
–Setelah itu, kami pergi dari situ dan membuat perkemahan didalam hutan.
Disana aku dan Fatnir serta Kakaknya Galius, mengobrol sebentar, Kak Vina mengatakan bahwa dia sedang mencari makanan atau apalah–
“Jadi, Apa yang akan Liza lakukan setelah ini?”
“Aku akan pergi mencari Galius kembali.”
Aku dan Vina sedang mengobrol dengan santai.
“Kenapa Liza, ingin sekali bertemu Galius.”
“Itu...karena sekarang dia adalah Suamiku!”
Aku menjawabnya dengan wajah datar yang sering kupakai, lalu setelah itu tiba-tiba suasananya menjadi tegang.
Fatnir yang dari tadi diam, tiba-tiba menunjukkan nafsu membunuhnya.
Apa ini gawat?
Kupikir ini sesuatu yang harus benar-benar kubahas dengan kakaknya Galius, tapi, apakah ini benar?
Lalu Kak Vina dengan menatap ku dan berkata:
“Jadi gitu, Galius benar-benar bodoh, kenapa dia tidak mengatakan nya kepadaku soal ini, fufu... lihatlah saat kami bertemu, akan ku kasih dia pelajaran!”
Kak Vina mengatakan itu dengan senyum senang dan melanjutkan nya:
“Nona Liza, selamat atas pernikahannya!”
“Te-terima kasih banyak.”
Kakak Galius benar-benar seram, sesaat aku merasakan nafsu membunuhnya yang besar.
Apa mungkin dia marah karena Galius tidak memberitahu nya kalau kami sudah menikah?
Baiklah, saat bertemu Galius, Aku akan meminta maaf kepadanya.
__ADS_1
.....
“Kakaknya Galius, bolehkah aku bertanya?”
“Apa itu?..”
“Bagaimana dengan Orang tua Galius?”
Aku selama ini sangat penasaran dengan masa lalu Galius, karena dia tidak pernah membicarakan tentang masa lalunya.
Kak Vina menundukkan kepalanya dan berkata:
“Orang tua kami sudah mati saat Galius di lahirkan!”
“....!”2x
Aku dan Fatnir terkejut saat dia mengatakan itu.
Jadi gitu, Sepertinya Galius memiliki keadaan yang rumit juga.
Apa ini?, Entah kenapa aku merasa bersalah karena mengetahui ini tanpa izin dari Galius, mungkin dia akan marah kalau aku bilang 'aku sudah tau semuanya'.
“Tapi, tenanglah, Galius memiliki ku, Kakak yang luar biasa, jadi dia tidak kesepian sama sekali.”
“Seperti itukah, aku sangat bersyukur Kak Vina ada di sisi Galius.”
Kak Vina tersenyum bahagia saat membilangnya dan itu membuatku sedikit tenang.
Sesaat aku berpikir 'Apa dia benar-benar Iblis?'.
.....
“Nona Liza, bagaimana kalau kita pergi bersama-sama menemui Galius.”
“Benarkah, aku pikir–”
“Tidak boleh!”
Sesaat aku ingin menerima ajakan Kak Vina, Fatnir dengan cepat menyela-nya.
Hari ini dia snagat aneh,...tidak, dia aneh saat dia sadar kalau Kak Vina adalah kakaknya Galius.
“Oi Fatnir, tenanglah, ini tidak papa!”
“Aku minta maaf karena tidak tenang, tapi, Nona Liza, wanita ini sangat berbahaya!”
Kak Vina terus menatap kami dengan wajah bingung saat aku dan Fatnir sedang berbisik-bisik.
“Apanya yang Bahaya?, Hari ini kau sangat aneh, Fatnir.”
“Aku tidak bisa memberitahu-nya sekarang, tapi, mohon percayalah kepada ku, Nona Liza!”
Fatnir dengan keras kepala membujukku, tapi...
“Tenanglah, semua akan baik baik saja, lagian aku adalah Pahlawan!”
Aku mengatakan itu dengan santai, tapi sepertinya Fatnir tetap keras kepala...
Sesaat kami sedang berbisik-bisik, Kak Vina berkata–
“Sebenarnya aku mengetahui keberadaan Galius sekarang.”
...Dengan santai.
Aku dan Fatnir saling menatap, lalu dia hanya mengangguk kan kepalanya.
Aku pun–
“Baiklah, Mari kita pergi bersama Kak Vina.”
Aku menyetujui ajakan nya sambil membungkuk kepalaku dengan sopan.
Vina tersenyum dan membalas:
__ADS_1
“Aku yakin Galius akan senang!”.