
22.00
Seorang wanita melirik ke arah jam tangan yang ia pakai di sebelah kanan lengannya. Dia nampak frustasi akan sesuatu. Beberapa kali ia menengok ke kanan dan ke kiri, seperti mencari sesuatu dan tak kunjung menemukannya. Sesekali ia juga mencoba menghubungi beberapa nomer, namun tak ada satu pun panggilannya yang berhasil sampai pada nomor tujuannya. Karena lelah menunggu, ia akhirnya memutuskan untuk berjalan mengikuti jalan raya.
Kondisi jalan yang sepi dan sangat jarang kendaraan lewat membuat dirinya semakin ketakutan. Dirinya bahkan tak berani menengok ke arah belakang, takut ada hal aneh yang terjadi. Maklum, dirinya terlalu sering menonton film horor.
__ADS_1
Semakin lama berjalan, semakin ia tidak menjumpai kendaraan umum. Padahal waktu siang tadi, banyak sekali kendaraan khususnya kendaraan umum yang lewat. Motor yang lewat pun hanya satu-dua, itu juga dengan kecepatan tinggi. Seolah-olah menghindari jalan yang wanita ini lewati. Sebelum pergi ke daerah ini, dirinya memang sempat mendengar beberapa kasus tidak baik tentang daerah yang ia lewati. Tapi dirinya tidak percaya dengan gosip murahan seperti itu. Dia yakin itu hanyalah dongeng agar tidak ada yang ke sini untuk melakukan kejahatan.
Setidaknya persepsi orang-orang tentang daerah mulai ia yakini kebenarannya. Selain sepi, pemadaman listrik di daerah ini yang sering terjadi di daerah ini juga menjadi salah satu penguat gosip itu. Meski sudah terlambat, dia akhirnya mulai menyetujui ucapan orang-orang untuk tidak lewat sini, apalagi bila malam hari.
Sampai di pertengahan jalan, ia mulai merasakan hawa yang menakutkan. Dengan keberanian yang hanya sebesar kacang, ia mencoba menoleh ke belakang untuk memastikan firasatnya salah. Dan untungnya itu semuanya hanya ilusinya, ia tidak melihat seorang pun mengikutinya. Namun bukan berarti dia diam saja, dia memilih untuk mempercepat langkah agar sampai ke jalan raya yang lebih banyak orangnya. Jujur dia sudah sangat ketakutan saat ini. Sudah berapa kali ia mencoba menelpon orang terdekatnya untuk menolongnya, tapi entah mengapa panggilannya tak pernah sampai kepada mereka.
__ADS_1
"Apaan mereka? kenapa mereka mengikutiku?" gumam wanita itu sambil menoleh ke belakang untuk memastikan orang-orang itu masih mengikutinya atau tidak. Entah takdir dari tuhan atau author, tidak ada seseorang pun yang lewat di jalan raya itu lagi setelah ia berlari. Benar-benar sepi. Dirinya seperti berada di sebuah film dengan setting action, di mana si tokoh utama di kejar penjahat. Dan benar saja, karena terlalu ketakutan dia sampai tidak melihat jalan yang ia lalui dengan benar.
Bugh,,,, Wanita itu terjatuh karena tersandung sebuah batu. Ia nampak meringis kesakitan pada bagian tangannya. "Aw,, kenapa aku sampai tak bisa melihat batu sebesar ini."
Sementara si wanita masih dalam posisi duduk, beberapa orang yang tadi mengejarnya sudah semakin dekat dengannya. Tak mau tertangkap karena ia tak tahu ada masalah apa, si wanita kembali berdiri dan mulai berlari kembali. Namun usahanya malah sampai pada titik buntu. Seseorang kawanan pria di belakangnya ternyata bermain licik. Salah seorang dari mereka mencegat jalan yang akan ia lewati.
__ADS_1
"Mau kemana sayang?" Ucapnya di depan wanita yang sudah sangat ketakutan.