
"Please,, tolong aku." Wanita itu tidak peduli jika dengan pria tampan itu ingin pergi. Baginya pria itu satu-satunya orang yang bisa menolongnya. Dia tahu dari mana perasaan itu bisa muncul. Tapi hatinya merasa pria itu penolongnya dan hanya dia.
Pria itu melirik ke arah si wanita, kemudian lanjut melirik ke arah lima pria di depan mereka. Tiga kali pria itu melakukan hal yang sama seperti itu. Dan jelas hal itu membuat kelima preman di depan mereka heran.
"Kenapa dia?" bisik satu di antara mereka.
"Tak tahu." Jawab yang lain dalam keadaan sama-sama binggung.
"Hei!!" Teriak pria itu tiba-tiba. "Kalian menganggu wanitaku ini?"
"Hah?! apa maksudmu bocah?" Balas satu di antara mereka.
"Sabar bos. Dia sedang mabuk" Keempat lainnya menenangkan pria yang mereka panggil bos.
"Bagaimana aku bisa tenang! Dilihat dari perawakannya dia masih muda, tapi kelakuannya seperti orang dewasa. Bahkan dalam keadaan mabuk pun ia bicara wanita itu miliknya. Padahal kita sudah lelah mengikutinya sedaritadi."
"Apa kita hajar aja bos?"
__ADS_1
"Hehe,, boleh. Kamu! Beri dia pelajaran! jika dia bisa kamu tumbangkan, kamu akan jadi yang kedua menikmati wanita itu setelahku! Hahahaha,,,"
Kelimanya nampak begitu semangat, berbeda dengan si wanita yang dari tadi cemas dan panik dengan keadaan dirinya. Ia bahkan mengenggam lengan si pria dengan sangat erat seolah tak mau lepas darinya. Dia mendengar ucapan bos para preman tersebut dengan jelas. Dan hal itu membuat ia semakin ketakutan. Ia tak mau menjadi santapan kelimanya tapi ia tahu tak akan mampu melawan kelimanya secara fisik.
Bugh,,,, Seseorang langsung terkapar di tanah setelah pukulan dilayangkan.
"Eh, sudah jatuh?" Ternyata yang melayangkan pukulan bukan si preman, melainkan pria di samping wanita itu dengan satu tangan.
"Kurang ajar!!!" Bos preman yang melihat anak buahnya langsung terkapar hanya dengan satu pukulan terlihat sangat marah, begitu pun dengan ketiga orang lainnya. Mereka menatap pria di depan mereka dengan sangar.
"Eh, kamu yang mukul barusan? bukannya kamu yang di pukul?" Wanita itu masih tak percaya dengan kejadian yang sangat cepat itu.
"Hush,,, Tak perlu membuang tenaga untuk bicara. Biar aku selesaikan ini, wanitaku." Ucap pria itu tanpa rasa bersalah. Sontak si wanita terkejut.
"Wanita mu? siapa yang mau jadi wanita mu?" Ia merasa tak terima dengan ciuman barusan.
"Oh, bukan kamu? oke." pria itu langsung melepaskan tangan si wanita dan hendak pergi begitu saja.
__ADS_1
"Eh, iya aku mau. Aku mau. Aku akan jadi wanita mu. Jadi, tolong aku! Please!!" Merasa tak ada pilihan lagi, wanita itu hanya bisa pasrah dan menerima kemauan si pria. Karena dirinya juga paham bahwa si pria sedang mabuk sekarang.
"Hiya!!!!" Tanpa aba-aba, seseorang maju menyerang. Namun untungnya serangan tersebut masih mengenai udara kosong sebab si pria lebih dulu menyadari arah serangan itu. Kemudian pria itu membawa wanita itu mundur terlebih dahulu karena nampaknya keempat preman berniat mengepung mereka. Keempat menggiring keduanya untuk berada di tengah kepungan mereka.
Satu detik berselang, seseorang akhirnya memulai kembali
pertarungan 4 lawan 1 ini dengan si wanita sebagai penonton. Keempat mencoba memukul si pria dengan mengincar bagian kepala, namun sampai kini tak satupun yang berhasil.
"eh, dia mabuk apa kagak sih? kok, lincah amat." Komen salah satu pria.
"Gak paham juga gua." Jawab yang lainnya asal sambil mencoba mencari celah untuk menyerang.
Pria itu terus menghindari serangan demi serangan tanpa ada niatan untuk membalas. Hingga sampailah ia pada titik tidak bisa lagi untuk mengelakkan serangan. Satu serangan menggunakan kaki terpaksa ia tangkap. Dilanjutkan dengan serangan lanjutan dari yang lainnya. Kini ia nampak sudah tak bisa menahan serangan mereka lebih lama. Tanpa ada yang sadar, ia segera begerak secepat mungkin ke bagian paling belakang dan langsung membungkam satu orang paling belakang.
Tak ingin musuhnya mengambil langkah, dengan cepat ia melayangkan tendangan tinggi ke arah kepala pria di depannya dengan kencang dan berhasil membuat pertarungan hanya tersisa dua lawan satu. Bos kelima pria itu melihat bawahannya yang tersungkur di tanah. Dia kini sadar bahwa pria yang ia hadapi tidak hanya terlihat kuat, melainkan memang benar-benar kuat. Terlihat dari bagian mana ia menyerang, keakuratan posisi sakit tubuh, dan yang paling penting, tidak ada keraguan dalam dirinya meski dalam keadaan mabuk.
"Bos, bagaimana ini? Tak hanya bertenaga, dia juga tahu cara bertarung bos!" Panik pria yang tersisa dengan si bos. "Bos? bos?"
__ADS_1
"Lari!" Teriak si bos yang langsung lari meninggalkan tempat itu.