Aunty, Kesepian

Aunty, Kesepian
18


__ADS_3

Kriug,,,Kriug,,,,kriug


Daniel segera terbangun dari tidurnya. Perutnya terasa begitu sakit. Ia kemudian bergegas menuju kamar mandi. Setelah berhasil memuntahkan isi di Perutnya ia baru sadar bahwa ia bukan berada di apartment atau rumahnya.


"Dimana ini?" ucapnya pada pantulan dirinya pada kaca yang ada di kamar mandi.


"Om tampan sudah bangun?" Sapa Lissa yang baru masuk ke kamar Daniel.


"Kamu siapa?"


"Aku Lissa, om." Lissa kemudian berjalan mendekati Daniel. Sebenarnya Lissa adalah anak yang tidak cepat suka dengan orang lain, terutama pada seorang pria. Tentu saja itu karena ia pernah melihat ayahnya sendiri menampar ibunya. Tapi entah mengapa ego Lissa hilang seketika ketika melihat ibunya membawa Daniel tadi malam.

__ADS_1


"Hai, Lissa. Aku Daniel. Salam kenal. Eh, kok jadi perkenalan. Ini di mana, Lissa?" tanya Daniel sambil menghampiri Lissa.


"Om ada dirumahku. Rumah aku sama mama dan omah." Jawab Lissa jujur seraya naik ke atas kasur untuk bisa duduk. Daniel yang melihat anak kecil itu berusaha untuk naik ke atas kasur dibuat terkekeh kecil. Dia dibuat gemas dengan tingkah Lissa yang tetap berusaha naik ke kasur padahal ukuran tubuhnya masih sangat kecil. Namun karena tak tega melihat Lissa kesusahan, Daniel mengambil insiatif untuk mengangkat Lissa ke atas kasur dan mendudukkan dirinya di samping Lissa.


"Kok, om bisa di sini? om gak ngelakuin apa-apa, kan?" Selidik Daniel seperti berharap agar dia tidak menyebabkan kekacauan kali ini. Hal ini Daniel sangat paham pada dirinya ketika mabuk. Sering menggila tak jelas. Terakhir kali ia mabuk, ia sudah menghancurkan satu ruko dalam satu malam. Untungnya tidak ada yang melihat sehingga ia masih bisa kabur dari sana.


"Gak tahu, om. Cuman ibuku tadi malem dalam keadaan tidur."


"Aku laper, om. Turun yuk," Ajak Lissa menarik tangan Daniel agar mengikutinya.


"Iy, iya. Ayo turun." Daniel hanya bisa pasrah mengikuti Lissa yang mengajaknya turun. setelah selesai menuruni tangga, Daniel melihat sosok wanita sedang duduk di atas sofa. Tanpa pikir panjang, ia segera menghampiri wanita itu.

__ADS_1


"Maaf, nona. Maafkan saya. Saya tahu saya salah, tapi semalam saya lagi keadaan mabuk. Jadi, saya mohon maaf dengan sangat." Ucap Daniel sambil bersujud di bawah telapak kaki si wanita. Jujur ia tak tahu kenapa harus bersujud, hanya saja kata hatinya mengatakan bersujud adalah jalan terbaik agar masalahnya cepat terselesaikan. Lissa pun berdiri di samping Daniel.


"Om, ngapain?" Tanya Lissa heran.


"Hush,,, om lagi minta maaf sama mama kamu." Jawab Daniel masih dalam keadaan bersujud.


"Hah, mama?" Lissa tak paham maksud ucapan Daniel. Kemudian ia melirik ke arah wanita di depan Daniel. Wanita itu hanya tersenyum seperti menahan tawa. "Om, ini bukan mamaku. Dia omah,"


"Hah?? apa barusan kamu bilang?" Daniel langsung terkejut sehingga ia langsung mendongkakkan kepalanya melihat ke depan.


"Hahahaha,,,, kamu anak yang lucu." Tawa Ibu Devina pecah seketika ketika Daniel melihatnya.

__ADS_1


__ADS_2