Aunty, Kesepian

Aunty, Kesepian
16


__ADS_3

"Mau apa kalian?!" Tanya si wanita mencoba melindungi diri dengan botol parfum dari tasnya.


"Hehehe,,, tak usah khawatir kami hanya ingin bermain denganmu." Sambung pria yang tadi mencegatnya. Tak lama berselang, pria yang mengikutinya dari belakang ikut menahan pergerakan si wanita yang terus mundur. "Mau kemana, sayang? kami kan cuman mau ngajak kamu main."


Wanita itu melihat ke belakang, dia menemukan 4 orang lainnya yang mencoba mendekatinya. Melawan 4 orang sekaligus adalah hal yang mustahil baginya. Karena untuk melawan satu saja pasti akan susah, apalagi 4 orang. Kelimanya semakin mendesak wanita itu yang berada di antara mereka berlima. Mereka mengerubungi si wanita agar tidak bisa kabur ke mana-mana.


"Tolong!!!tolong!!!" Wanita itu berteriak sekencang yang ia bisa. Dirinya berharap ada seseorang yang mendengar dan menolongnya.


"Hush,, cantik. Gak usah buang-buang tenaga, gak bakal ada yang denger, kok." ujar salah satu di antara kelima pria itu.


"Iya, kami main halus kok." timpal yang lainnya.


Wanita itu tidak bisa berbuat apapun kali ini. Dirinya merasa begitu lemas. Ketakutan yang ada padanya sudah membuat ia tak bisa bergerak lagi. Seluruh tubuhnya terasa kaku dan mati rasa. Bahkan saat salah seorang di antara pria itu menarik tangannya, ia hanya bisa pasrah.

__ADS_1


"Bajingan!!!" Teriak seseorang dari semak-semak di dekat mereka. Jelas kelima pria yang akan melakukan tindak kejahatan langsung kaget dan menoleh ke arah sumber suara.


"Apaan itu?" Mereka bertanya pada diri masing-masing.


"Lu kalo berisik jangan di sini anj*ng. Gak tahu gua lagi mau tidur?" Seorang pria akhirnya keluar dari semak-semak sambil memegang sebuah botol. Ia sesekali meminum air dari botol tersebut.


"Cih, orang mabuk ternyata. Dah biarin aja, kita lanjutin aja." ucap salah satu kepada yang lainnya. Namun ternyata si wanita itu memanfaatkan sedikit momen tersebut untuk berhasil keluar dari cegatan kelima pria jahat itu. "Sialan lu, malah kabur."


Wanita itu menghiraukan cacian kelimanya dan malah menghampiri pria yang sedang mabuk tadi. Dia tidak tahu mana orang baik di sana, tapi feelingnya mengatakan bahwa pria ini tidaklah jahat. Terlihat dari wajah muda dan tampannya meski dalam keadaan mabuk.


"Hei, nona. Kamu sedang menggodaku?" tanya pria itu ketika melihat wanita itu bersembunyi di belakangnya.


"Berikan wanita itu!" perintah salah satu pria yang paling dekat dengan mereka.

__ADS_1


"Siapa kalian?"


"Tak penting kami siapa, intinya berikan dia dan kamu bisa selamat."


"Selamat?!"


Si wanita malah semakin takut. Ia lupa kalau pria ini sedang mabuk. Meski badannya terlihat sangat perfect, tapi untuk melawan lima orang dalam keadaan mabuk adalah hal yang mustahil bisa dimenangkan. Pria itu kembali menegak minumannya. Akan tetapi tidak ada air yang keluar. Nampaknya botol yang ia pegang sudah habis isinya.


"Heh,, sudah kosong." Pria itu melempar botol di tangannya ke sembarang arah yang menyebabkan botol itu pecah seketika. Kemudian tanpa mempedulikan wanita dan kelima pria di depannya, ia berjalan meninggalkan mereka.


"Hei, mau ke mana kau?" Heran salah satu pria.


"Aku? oh, minumanku habis. Mau nyari lagi. Bye." Pria itu menjawab dengan wajah tanpa dosa, maklum sedang mabuk. Namun dengan cepat wanita itu menahan tangannya. "Hei, apa mau mu? Kamu menggodaku?"

__ADS_1


"Tolong aku, please!!!" Pinta wanita itu dengan sangat memohon.


"Hei, cantik. percuma minta tolong padanya. Tidak ada yang bisa ia lakukan dalam kondisinya yang seperti itu."


__ADS_2