
"Woi,,,, kalo jalan liat-liat dong!" bentak seorang wanita kepada Andre yang teelihat masih mencoba untuk berdiri. Ternyata barusan kaki Andre tersandung dengan kaki seorang wanita karena tak melihat ke arah ia melangkah.
"Heh,,, yang ada kamu kalo punya kaki di kondisi kan!" Bukannya merasa bersalah, Andre malah tersulut emosi lantaran bentakan wanita barusan. Dengan emosi tersulut Andre mencoba berdiri dengan benar. "Seharusnya saya yang,,,"
Tepat ketika ingin menyempurnakan perkataan, Andre terdiam. Dirinya hanya menatap si wanita dengan tatapan tak terbaca.
"Yang ap?! Andre?!" Kaget si wanita begitu kedua netra mata mereka bertemu.
****
"Hahaha,,, sumpah, aku gak nyangka banget bisa ketemu sama kalian di sini." Ungkap Devina dengan perasaan haru setelah melihat teman SMA-nya secara tiba-tiba.
"Sama, Dev. Aku juga kaget. Gak nyangka bisa ketemu sama si gadis paling top di sekolah kita." Sahut seorang wanita yang duduk di sebelah Devina. Setelahnya kedua wanita itu tertawa bersama terkecuali Andre yang hanya menyeruput minuman yang ada di tangannya.
"Oh iya, Dev. Kamu sama Andre udah jadian?!" Tanya si wanita spontan tanpa ada niatan untuk menyinggung satu sama lain. Tapi ternyata pertanyaan itu malah berhasil menyinggung Andre. Saking terkejutnya dengan pertanyaan spontan itu, Andre dengan tidak sengaja menyemburkan minumannya.
__ADS_1
"Ma, maaf. Ada semutnya." Kelit Andre secara spontan untuk mengurangi rasa malunya. Sementara itu kedua wanita di depannya hanya bisa geleng-geleng kepala dibuatnya.
"Gak kok, Ca. Aku sama Andre cuman kebetulan ketemu aja tadi." ungkap Devina untuk menjawab pertanyaan wanita dengan panggilan Ica tersebut.
"Oalah, aku kira kalian udah jadian gitu. Eh, tapi dev, kayaknya si Andre jomblo tuh. Sabi kali," Goda Ica sambil menyikut lengan Devina. "Dre lu jomblo kan?!"
"Mana ada gua jomblo." Elak Andre tak terima.
"Trus apa?! Duda? atau emang udah nasib solo?!" Bukan Ica namanya kalau tidak suka menghina temannya sendiri sebagai candaan.
"Namanya masih mencari yang tepat." Jawab Andre yang berhasil membuat Ica hampir melayangkan tas miliknya. "Itu sama aja jomblo, mamang tambal ban."
"Sa ae, mang." keduanya pun tertawa sambil saling mengumpati satu sama lain.
Devina yang melihat hal itu menjadi merasakan kembali memori lama yang hampir ia lupakan. Jujur semenjak ia mengenal kata 'cinta,' dia sudah jarang sekali untuk berkumpul dengan teman-temannya. Namun bukan berarti dia menyalahkan cinta. Karena sejatinya cintalah yang membuat ia bisa bertemu dengan Lissa, malaikat kecil dan salah satu alasan kenapa dia terus hidup sampai saat ini.
__ADS_1
"jadi gimana, dev?" tanya Ica membuyarkan lamunan Devina.
"Ah, apa?!" kaget Devina lantaran Ica baru saja memanggilnya.
"Sialan lu, Dev. Untung aja temen gua. Kalau gak, udah gua siram air nih." Ica nampak sedikit kesal pada Devina. Bagaimana tidak kesal jika sudah bicara panjang lebar tapi orang yang di ajak ngobrol malah melamum.
"Hahahaha, sabar, Ca." Andre yang sedari tadi menyimak tahu bagaimana luapan kekesalan Ica pada Devina.
"Maaf, maaf." Mohon Devina sambil mengangkat tangannya dan membentuk huruf v dengan jarinya.
"Hufth,, Devina, Devina. Mikirin apaan sih lu? sampe gua di kacangin gini." Ica menampak wajah sebal miliknya seraya menatap ke arah Devina. "Yaudah deh. Karena gua orangnya baik dan tidak sombong, lu gua...."
Belum selesai perkataan Ica, ketiga orang yang sedang bersantai di salah satu cafe itu dikejutkan dengan suara bentakan dari meja lain.
"Dasar anak gak guna! Kamu tahu baju saya ini harganya berapa?!" bentak seorang wanita kepada anak kecil yang menunduk di depannya. Semua pegunjung pun ikut melirik ke sumber keributan ini berasal, tak terkecuali Devina.
__ADS_1
"Cih, wanita mulut pedas. Sama anak kecil aja galaknya minta ampun," komen Andre yang tak mau ambil pusing dengan perdebatan wanita itu. Dia kembali meraih gelas minumannya. Baru hendak meminum, dia malah terkejut melihat Devina berlari meninggalkan meja mereka. "Loh, Dev. Mau kemana?!"
Devina tak mengubris pertanyaan Andre dan tatapan heran Ica. Satu hal yang menjadi prioritasnya saat ini. Ya, itu adalah anak kecil yang sedang menunduk itu.