
Pihak keluarga Adara mendapat telepon dari rumah sakit bahwa Lucas sudah mulai sadar.
Damian tidak bisa ikut ke rumah sakit dengan alasan terjebak oleh urusan kantor yang tidak bisa di tinggalkan, sehingga hanya Adara dan Clara yang pergi menemui Lucas.
Markus juga ikut menemani, Markus lah yang mengantar Clara dan Adara ke rumah sakit, namun Markus tidak bisa ikut ke dalam menemui Lucas karna batas jumlah penjenguk.
Bahkan Adara dan Clara yang menjenguk Lucas harus mengenakan pakaian tertentu untuk bisa masuk.
"Putra ku.." lirih Clara melihat keadaan Lucas, putra nya itu masih memakai alat alat medis sebagai penopang hidupnya. Oksigen dan segala jenis nya yang di tempelkan ke tubuh Lucas.
"Mha.. M-ha.."
Clara menitikkan air mata saat mendengar suara Lucas yang bagaikan bisikan, terbata bata dan amat pelan. Lucas masih belum memiliki tenaga untuk berbicara.
"Iya sayang, ini Mama."
Adara juga menitikkan air matanya melihat keadaan adik laki laki nya itu, Adara melangkah mendekat. "Lucas.. siapa yang tega melakukan ini semua pada mu hm..?"
Adara melihat Lucas menatapnya, Adara seolah tahu ada yang ingin Lucas katakan.
“Siapa Lucas? Siapa yang telah membuat mu jadi seperti ini ayo katakan.”
“K-kakh.. M-markushh..”
Clara dan Adara mengerutkan alisnya, saling pandang dengan tatapan bingung.
“Tidak mungkin Markus yang melakukan ini padaku Lucas, Markus bersama ku saat itu. Markus tidak sedikitpun meninggalkan sisi ku.”
__ADS_1
Lucas kembali buka suara, “Khakh.. Ahhharonh..”
“Aaron? Sebenarnya apa yang ingin kau sampaikan Lucas? Tidak mungkin juga Aaron yang melakukan ini semua padamu, Aaron masih koma sampai saat ini.” Adara tahu betul bahwa Aaron masih terbaring koma di kamar rawatnya yang juga tidak jauh dengan kamar rawat Lucas.
Sementara Adara dan Clara kebingungan, Lucas bersusah payah untuk menyampaikan maksud nya namun ia tidak lagi sanggup untuk bicara, ia masih sangat lemah.
Bagaimana cara ia mengatakan pada kakak dan Ibu nya bahwa Markus adalah penyebab Aaron koma sampai sekarang?
***
Damian meremas map di tangannya itu dan melemparnya kasar ke sembarang arah, ia emosi.
Dugaan nya benar.
Dari awal Damian memang sudah waspada kepada Markus, dan benar sekarang apa yang ia pikirkan. Markus ada sangkut pautnya dengan semua ini.
Bagaimana bisa Markus berada di tempat yang sama dengan Adara di malam Adara hilang, tidak pulang. Dan lebih parahnya lagi terdapat foto dari cctv bahwa Markus lah yang membawa Adara pergi dari club malam tersebut.
***
“Bagaimana keadaan Lucas?” tanya Markus kepada Adara yang baru saja keluar dari kamar rawat Lucas, Markus bisa melihat bahwa Adara masih gelisah. “Ada apa?”
“Lucas baik baik saja tapi dia mengatakan hal hal aneh, aku bertanya kepadanya siapa yang melakukan semua hal itu kepadanya dan ia menyebut nyebut nama mu.”
Tubuh Markus menegang mendengar penjelasan Adara.
“Tapi hari itu kau jelas jelas bersama ku, dan Lucas pun menyebut nyebut nama Aaron. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya ingin dia sampaikan.” Adara memijit pelipisnya, ia benar benar pusing. Kenapa masalah seolah tidak ada habisnya datang menimpa keluarganya.
__ADS_1
“Kau tidak perlu khawatir Adara, Lucas bicara seperti itu mungkin karena ia masih dalam pengaruh obatnya. Kau tidak perlu memusingkan—”
“Markus!!”
Adara dan Markus menoleh kearah sumber suara, disana berdiri Damian dengan wajah nya yang memerah menahan emosi.
“Papa..”
Damian menarik tangan Markus, memaksa Markus untuk ikut dengan nya.
“Papa, apa yang Papa lakukan?!”
“Diam kau Adara. Kau tidak tahu apa apa, laki laki ini benar benar laki laki bajingan.”
Adara menahan Damian untuk membawa Markus pergi, “Kita bisa bicarakan ini baik baik Pa, kenapa Papa harus menyeret Markus seperti ini?”
“Lebih baik kau tidak ikut campur Adara, jika kau tahu kebenarannya nanti Papa juga yakin kau tidak akan mau membicarakan nya dengan baik baik.” Damian memaksa Markus untuk masuk ke dalam mobil, Damian mengabaikan Adara dan meninggalkan putrinya itu. Persetan dengan teriakan teriakan Adara.
“Adara!” Clara tiba tiba saja muncul, ia melihat mobil suami nya telah melaju menjauh dari mereka. “Ada apa? Bukan kah itu mobil Damian?”
Adara menoleh ke arah Ibu nya dengan wajah panik. “Markus Ma, Papa membawa Markus dengan paksa.”
***
Damian menghentikan mobilnya, ia menyeret Markus keluar dari mobil. Membawa Markus paksa ke dalam gudang tua.
Damian mendorong Markus hingga terjatuh berlutut di gudang tersebut, gudang itu tidak kosong. Ada beberapa orang disana.
__ADS_1
Markus mendongakkan kepalanya, melihat seorang laki laki terduduk di kursi dalam keadaan terikat. Markus mengenal betul siapa laki laki tersebut.
“Se-Sean?”