Ayah Anak ku

Ayah Anak ku
SIDE STORY : CHERRYL I


__ADS_3

Menjadi seorang Ayah adalah peran yang tidak mudah, awalnya Markus pikir dengan bersama Adara dan anak anaknya maka semuanya pasti akan baik baik saja.


Namun nyatanya peran seorang Ayah sangatlah berat, terlebih lagi ia memiliki seorang putri sulung yang memiliki jiwa penuh rasa penasaran dan tidak kenal takut. Memang Cherryl putrinya tidak kenal takut dan tidak memusingkan hal hal disekelilingnya, namun Markus sebagai seorang Ayah lah yang takut terjadi sesuatu putri kesayangannya itu.


Sekarang Markus paham mengapa dulu Ayah Adara—Damian, sangat protektif sekali terhadap Adara, sekarang Markus tahu rasanya setelah menjadi Ayah dua anak.


Semakin anak anaknya tumbuh besar semakin besar pula kekhawatiran dibenak Markus, terlebih lagi kepada Cherryl. Dan puncaknya adalah hari ini. Hari dimana Cherryl telah menginjak usia 21 tahun. Cherryl tiba tiba saja meminta hal yang Markus takutkan.


Yaitu berlibur keluar negeri sendirian, tanpa keluarga yang menemani. Benar benar berlibur sendirian, dan tentu saja Markus menolaknya mentah mentah.


“Ayolah Pa.. Cherryl sudah besar mau sampai kapan Cherryl dilarang ini itu terus. Cherryl kan hanya jalan jalan saja bukan melakukan hal buruk atau apapun itu, Arvin saja boleh tahun lalu pergi ke Jerman dengan Andreas dan Bian. kenapa Cherryl tidak boleh?” Cherryl cemberut, ia berusaha meluluhkan hati Ayahnya itu dengan berakting imut namun sia sia saja. Markus tetap menolak.


“Kalau kau memang ingin jalan jalan kita akan atur jadwal untuk liburan bersama sekeluarga, tidak perlu repot repot pergi sendiri.”


Cherryl menghela nafas berat, justru ia tidak ingin pergi bersama keluarganya. pergi bersama keluarga berarti kehilangan kebebasan, Cherryl tidak bisa melakukan apapun yang ia mau dan selalu diawasi.


“Kalau Papa khawatir karna Cherryl pergi sendiri.. Tenang saja Cherryl tidak pergi sendiri, Cherryl pergi dengan teman teman Cherryl. Cherryl janji Cherryl akan pergi dengan selamat dan juga pulang dengan selamat tanpa lecet sedikit pun. Please ya Pa.. Pleaseee”

__ADS_1


Markus tetap pada pendiriannya, ia menolak permintaan Cherryl meski Cherryl membujuknya sedemikian rupa. Semua nya berakhir dengan kemarahan Cherryl, Markus hanya diam saja mendengar amukan anak gadisnya itu.


“Papa jahat! Papa selalu larang Cherryl ini itu hanya karna Cherryl ini perempuan, tapi Arvin boleh melakukan apapun. Gak adil! kenapa cuma Arvin yang bisa senang senang sama teman nya, tapi Cherryl tidak boleh?!” Cherryl berlari menuju kamarnya sembari berteriak, “Papa egois! Cherryl benci Papa!”


Hal terakhir yang bisa Markus dengar setelah teriakan itu adalah pintu yang ditutup secara kasar, Markus hanya menghela nafas berat melihat kelakuan putrinya itu.


Adara yang melihat kejadian itu menggeleng gelengkan kepalanya tak habis pikir, ia mendekati Markus dan duduk disebelah suaminya itu.


“Bukan kah agak keterlaluan kau melarangnya pergi dengan teman nya diusia nya yang sudah dewasa itu. Aku tahu kau begitu karena kau menyayanginya dan takut terjadi hal yang buruk kepadanya. Tapi tidak kah kau belajar dari pengalaman? semakin dilarang justru semakin membuat penasaran dan justru berakhir melakukannya.”


Jika memang Cherryl ingin pergi maka tidak apa apa, tapi Arvin harus ikut bersamanya. setidaknya ada yang menjaganya disana, bukannya Markus tidak percaya kepada Cherryl, Markus hanya tidak percaya dengan laki laki hidung belang diluaran sana.


***


Sepertinya keputusan Markus untuk bicara pagi ini dengan Cherryl adalah keputusan yang salah, seharusnya ia bicara dengan Cherryl semalam sebelum semua hal ini terjadi.


Pagi ini semuanya riuh karna mendapati kamar Cherryl yang kosong, bahkan lemari pakaiannya pun kosong. Cherryl kabur semalam dan hanya meninggalkan secarik kertas berisikan pesan darinya.

__ADS_1


*Maaf Ma.. Pa.. Cherryl pergi dengan cara seperti ini, tapi Cherryl benar benar ingin pergi. Cherryl tidak mau lagi jadi burung cantik yang dikurung di dalam sangkar. Cherryl ingin terbang bebas dan melakukan hal hal yang belum pernah bisa lakukan sebelumnya.


Cherryl janji, Cherryl akan pulang dengan selamat. Pulang dengan bahagia dan menceritakan kisah perjalanan Cherryl kepada kalian nanti.


Cherryl pasti akan kembali 2 minggu lagi.


Bye-bye Mama.. Papa sayang.. jangan rindu Cherryl ya 😋*


Markus dan Adara tentu saja panik setelah membaca surat tersebut dan berusaha menghubungi nomor telepon Cherryl namun nomor tersebut tidak aktif, melacaknya pun percuma.


2 minggu.. Cherryl bilang di dalam suratnya bahwa dalam 2 minggu ia akan pulang.


Markus dan yang lain dengan sabar menunggu kepulangan Cherryl, berharap tepat 2 minggu sesuai yang Cherryl janjikan Cherryl akan pulang dengan senyum cerianya dan mengatakan betapa senangnya liburan nya.


Namun tetap tidak ada tanda tanda kepulangan Cherryl, bahkan saat sudah melewati dari 2 minggu yang Cherryl janjikan tetap saja Cherryl belum juga kembali. Bahkan sampai sebulan lewat pun kamar Cherryl masih tetap kosong.


Apa yang Markus takutkan benar benar terjadi.

__ADS_1


__ADS_2