
Cherryl berusaha untuk menenangkan Aaron, ia harus menjelaskan semuanya kepada Aaron. Aaron harus mendengarkan semuanya.
Aaron sendiri merasa marah dan ingin sekali pergi meninggalkan Claudia dan melampiaskan kemarahannya namun ia juga ingin mendengar penjelasan dari Claudia.
Atau memang sebenarnya Aaron tidak ingin pergi, ia tidak ingin melepas hubungannya dengan Claudia. Dan memberi Claudia kesempatan meski hatinya sakit, karena ia sudah terlanjur jatuh hati.
“Maafkan aku Aaron, aku terpaksa berbohong kepada mu. Jika aku mengatakan kepada mu dulu bahwa aku memiliki kekasih dan harus menanggung semua biaya pengobatannya maka kau pasti tidak akan mau berurusan dengan ku. Kau pasti tidak akan mau menawarkan kontrak kepada ku jika kau tahu aku sudah memiliki kekasih dan tengah terbaring tidak berdaya di rumah sakit.”
“Lalu kenapa kau setuju untuk menikah dengan ku?”
__ADS_1
“Aku tidak punya pilihan lain, biaya pengobatan Miko tidak murah. Meski aku bekerja sekeras apapun aku tidak akan sanggup membayar biaya cuci darahnya, dan pengobatan nya di rumah sakit.”
Aaron harus menelan pil pahit bahwa selama ini Claudia melakukan semuanya demi laki laki lain.
Aaron merasa menyedihkan karena selama ini memikirkan pernikahannya baik baik saja dan berpikiran bahwa pernikahannya akan bahagia dan ia akan memiliki anak dengan Claudia.
Tapi Claudia justru menikah dengan nya karena memikirkan laki laki lain. Sungguh menyedihkan.
Claudia menangis semakin kencang, ia menggelengkan kepalanya. “Maafkan aku Aaron, aku tidak bisa menepati janji ku kepada Cherryl karena aku mendapatkan telepon dari rumah sakit yang mengatakan bahwa keadaan Miko drop, dan ia harus di operasi saat itu juga untuk keselamatannya. Aku terlalu terkejut dan aku tidak sempat mengabari bahwa aku tidak bisa menemui Cherryl. Semuanya begitu tiba tiba. Dan aku.. aku baru pulang sekarang karena aku menunggu proses operasi Miko. Aku menunggu selama berjam jam berharap operasinya berjalan lancar dan Miko akan baik baik saja tapi ternyata Tuhan berkata lain, Miko tidak selamat. Perjuangan ku selama ini sia sia, selama bertahun tahun ini aku berharap dia akan sadar dan sehat kembali namun ia justru mati tanpa sempat melihat diriku, tanpa sempat melihat perjuangan ku selama ini untuknya.”
__ADS_1
Aaron marah pipi Claudia, menghapus air mata di pipi Claudia. “Apa kau sangat mencintai nya?”
Claudia menganggukkan kepalanya.
“Apa kau mencintai ku?”
Claudia terdiam tidak menjawab, ia hanya memandang Aaron. Masih dengan air mata yang masih mengalir tanpa henti.
“Apa kau ingin kita berpisah?” tanya Aaron lagi.
__ADS_1
Kali ini Claudia menggelengkan kepalanya.
“Bagus, karena aku juga tidak akan mau menceraikan mu. Aku tidak perduli kau saat ini masih mencintai kekasih mu itu atau tidak, aku tidak perduli bahwa kau telah membohongi ku. Aku akan menerima itu semua, seperti dulu kau menerima bahwa aku mencintai Adara, seperti dulu kau menerima aku menggunakan mu sebagai tameng ku di depan keluarga Leonardus. Aku tidak perduli kau menggunakan uang yang ku berikan untuk mengobati kekasih mu itu. Yang aku perduli adalah aku akan membuat mu jatuh cinta kepadaku seperti bagaimana kau membuat ku jatuh cinta kepada mu. Dan aku akan membuat dirimu melupakan kekasih mu itu seperti kau membuat ku melupakan cinta ku kepada Adara. Meski itu membutuhkan waktu yang lama sekalipun aku tidak masalah, karena aku yakin hari itu pasti akan datang. Hari dimana apa yang selama ini ku pikirkan akan menjadi kenyataan, hari dimana kita bisa mempunyai kehidupan pernikahan yang bahagia dengan anak anak kita nanti. Aku yakin hari itu pasti akan tiba.”