
Aaron kecil menatap Ibu nya yang terus saja batuk.
“Mama, kita susul Papa saja. Papa pasti bisa sembuhkan Mama, Papa kan orang yang hebat.” Aaron tersenyum melihat Ibunya, berharap Ibu nya mengiyakan perkataan nya. Sebenarnya itu hanya alasan Aaron saja agar bisa bertemu dengan sosok Papa yang di sayangi nya itu.
Sang Ibu menggelengkan kepalanya kepada Aaron, “Berapa kali Mama harus bilang kepada mu sayang, Mama mengambil mu dari panti asuhan. Mama memang menyayangi mu seperti anak Mama sendiri, tapi kau tidak bisa terus terusan menyebut laki laki tersebut sebagai Papa mu. Dia bukan Papa mu sayang, dia punya keluarga sendiri.”
Aaron mengerutkan alisnya tidak senang, “Tapi kan dia itu suami Mama!”
“Kami sudah lama bercerai sayang, dan berapa kali Mama harus mengatakan kepada mu bahwa kita tidak punya hubungan apa apa dengan nya.”
Mata Aaron berkaca kaca, ia berlari memasuki kamarnya. Ia mengunci pintu kamarnya rapat rapat, ia mengeluarkan sebuah majalah usang dari kolong tempat tidurnya.
Di majalah tersebut terdapat foto Ibu nya dengan seorang pria, terlihat sangat bahagia.
Di atas foto tersebut terdapat tulisan; PENGUSAHA TERKENAL DAMIAN LEONARDUS MENGADAKAN PERNIKAHAN SUPER MEWAH DENGAN KEKASIHNYA, DIANA AURORA.
Aaron mengusap foto tersebut. Ia benar benar merindukan sosok Ayah. Seandainya saja Ayahnya tidak bercerai dengan Ibu nya pasti ia sekarang punya sosok figur Ayah.
Dan Aaron tidak ingin Ayah yang lain melainkan hanya Damian seorang.
Karena Aaron selalu melihat di televisi dan media berita lain nya betapa hebatnya Damian itu.
Aaron benar benar kagum, dan Aaron semakin ingin bertemu. Memeluk Damian dan memanggilnya dengan sebutan ‘Papa’.
Semakin lama obsesi Aaron semakin menjadi.
Ketika Ibu nya meninggal karena sudah tidak sanggup lagi menahan penyakitnya, Aaron menjadi semakin bebas.
Dengan uang peninggalan Ibu nya yang sangat banyak, Aaron mulai menyusun rencana untuk bisa mencapai tujuan nya tersebut.
Ia tidak perduli meski ia harus menghabiskan seluruh uang peninggalan Ibu nya itu, lagi pula uang itu sepertinya tidak akan habis meski Aaron menghambur hamburkan nya sebagaimana pun karena jumlahnya yang fantastis.
Selama Ibu nya hidup, Ibu Aaron bekerja sebagai wanita panggilan. Dan juga simpanan banyak laki laki, semua uang hasil dari pekerjaan itu disimpan baik baik oleh Ibu nya.
Namun soal karena pekerjaannya itu Ibu Aaron terkena penyakit HIV.
Aaron menyusun rencana sebaik mungkin, ia bahkan masuk ke sekolah yang sama dengan anak perempuan Damian, yaitu Adara.
Aaron ingin dekat dengan Adara sehingga Adara akan mengenalkan nya ke orangtuanya dan Aaron akan punya kesempatan bertemu dengan Damian.
Tapi ternyata semua nya tidak semudah yang Aaron pikirkan, mendekati Adara memang mudah tapi tidak dengan Damian.
Damian membenci seluruh teman Adara, termasuk dirinya. Damian sangat posesif terhadap Adara.
Sampai suatu hari, saat Aaron, Adara dan teman mereka yang lain bersenang senang di sebuah club' malam.
__ADS_1
Aaron yang saat itu ke toilet tidak sengaja melihat sosok yang familiar, itu adalah Markus.
Tetangga Adara yang sudah ia selidiki. Ia sudah mencari tahu tentang sekitar Adara untuk memuluskan jalannya.
Malam itu Aaron secara tidak sengaja mendengar rencana Markus yang ingin menjebak Adara.
Aaron tertawa dalam hati, awalnya ia punya niat yang hampir sama. Ia sudah berpikiran untuk meniduri Adara, menghamili wanita itu dan menikahi Adara, cara terakhir untuk bisa memasuki keluarga besar Damian Leonardus.
Tapi sepertinya ada cara yang lebih baik lagi.
Kenapa tidak biarkan saja orang lain yang berkerja dan Aaron yang akan menikmati hasilnya.
Dengan begitu Aaron tidak akan dibenci oleh Adara, tidak akan mendapatkan pukulan dan amarah dari Damian. Melainkan ia akan mendapatkan sanjungan, karena ia akan datang sebagai pahlawan nantinya.
Sementara Markus yang akan disalahkan.
Malam itu Aaron membiarkan semuanya terjadi. Berpura pura tidak tahu, dan tetap berada di sisi Adara ketika teman teman nya yang lain mulai menjauh.
Setelah hari itu bahkan Aaron menemui Sean, komplotan Markus.
Aaron menawarkan kerja sama kepada Sean dan Sean mau mau saja asalkan ia mendapatkan imbalan yang besar, jauh lebih besar dari imbalan yang Markus berikan.
Mereka berdua bersekongkol memperalat Markus.
Aaron terlalu gila sampai merelakan dirinya di tembak demi mencapai segala tujuannya, untungnya Sean juga sudah ahli dan terbiasa dengan pistol sehingga ia tahu bagian mana yang bisa ia tembak dan tidak akan menimbulkan luka serius yang bisa membahayakan nyawa Aaron.
Aaron bahkan berpura pura bahwa dirinya terluka parah, dokter dan perawat yang menangani nya adalah orang yang sudah ia suap.
Kedua orangtua Aaron juga adalah orang yang Aaron bayar untuk berpura pura menjadi orangtua nya.
Hari itu, hari dimana Markus menjenguknya. Mengatakan seharusnya Aaron mati saja. Aaron hanya bisa menahan tawa nya, dan ketika Markus pergi, ia tertawa sepuas mungkin.
Markus bilang Adara miliknya? Tidak, Adara adalah milik Aaron. Adara dan keluarganya adalah miliknya.
Markus tidak akan pernah bisa memiliki hal itu.
***
Juan mengamuk pada Sean lantaran Sean melukai Lucas, yang seharusnya tidak terlibat dalam masalah ini.
Sean menjelaskan bahwa ini bisa jadi keuntungan untuk Aaron, karena dengan begini Adara dan keluarganya akan membenci Markus. Dan akan semakin kecil kesempatan Markus untuk menghalangi jalan Aaron untuk mencapai apa yang di inginkan nya.
Dan benar saja, Markus di masukkan kedalam penjara oleh Damian. Damian telah menyelidiki Markus dan menemukan bukti bukti yang memberatkan Markus.
Sean sempat memberikan peringatan kepada Aaron untuk berhenti, karena Damian bukan orang sembarangan. Bisa saja Damian menyelidiki Aaron juga dan mengetahui yang sebenarnya tapi Aaron tidak takut.
__ADS_1
Karena ia tidak bodoh seperti Markus.
Aaron sudah merencanakannya matang matang.
Jika Damian mencari tahu tentang dirinya pun Damian tidak akan menemukan apa apa, selain informasi yang sudah Aaron buat.
Karena untuk menipu orang licik kita harus lebih licik dari orang tersebut.
Aaron bahkan selalu menghubungi Sean dengan nomor privat, dan menemui Sean di tempat tempat aman yang tidak memiliki cctv. Aaron sudah merencanakannya dengan amat sangat baik, sehingga orang sepintar Damian pun tidak akan sadar.
***
Semua rencana Aaron telah berhasil, ia bahkan sekarang telah sah menjadi suami dari Adara. Ia telah menjadi bagian dari keluarga Damian Leonardus.
Aaron mengirimkan uang dalam jumlah besar ke rekening Sean, dan sudah pasti dengan rekening yang bukan atas nama Aaron. Ia sudah merencanakannya dengan baik, ia tidak akan memberikan celah sedikitpun.
“Jadinya kalian akan bulan madu kemana?” Lucas angkat suara, mengalihkan perhatian keluarga Adara dan Aaron.
“Sudah ku bilang jangan bahas hal itu Lucas!” seru Adara marah.
Aaron melangkah mendekat dan memeluk Adara dari belakang, “Jangan meledek kakak mu terus Lucas, ingat dia sedang hamil.”
“Huu.. dasar pengantin baru!”
Damian tiba tiba saja muncul, “Soal bulan madu bisa dilakukan nanti, sekarang ini kalian harus fokus pada kehamilan Adara. Setelah banyak musibah yang terjadi, kalian harus menjaga cucu ku baik baik.”
Aaron menganggukkan kepalanya, “Baik, Om. Saya pasti akan menjaga Adara dan calon anak kami.”
Damian menoleh ke arah Aaron, menaikkan alisnya tidak senang. “Kau sudah menjadi menantu ku sekarang, lalu kenapa kau masih memanggil ku Om? Kau seharusnya memanggil ku Papa, seperti Adara dan Lucas memanggil ku. Karena kau juga anak ku, mulai dari hari ini.”
Aaron menganggukkan kepalanya, ia melangkah mendekat dan memeluk Damian erat.
“Terima kasih, Papa.”
Semuanya benar benar berjalan sesuai rencananya, ia berhasil melakukan apa yang selama ini ia impikan.
Aku akan menjadi anak yang baik Pa, aku tidak akan mengecewakan mu.
Aku akan menjaga putri tersayang mu dan juga menganggap anak yang dia kandung sebagai anak ku sendiri.
Aku menyayangi mu, Pa.
Terima kasih karena telah menerima ku di keluarga ini, dan akan ku pastikan aku tidak akan pernah meninggalkan keluarga ini. Selamanya.
Karena aku adalah anak mu.
__ADS_1