Ayah Anak ku

Ayah Anak ku
TIGA PULUH TUJUH


__ADS_3

Waktu tidak terasa cepat berlalu, Aaron masih dengan kebohongannya. Tapi semakin waktu berlalu semakin Aaron merasa bersalah karena telah menipu keluarga yang telah baik padanya, meski ia berbohong demi kebaikan bersama.


Belum lagi baru baru ini Lucas memindah tangan kan perusahaan miliknya menjadi milik Aaron, dengan alasan bahwa Lucas tidak lagi bisa mengurus dua perusahaan miliknya dan perusahaan besar Ayahnya yang jelas jelas memiliki banyak cabang sekaligus.


Jadi Lucas memberikan perusahaan tersebut dibawah kendali Aaron.


Hal itu lah yang membuat Aaron merasa semakin bersalah, ia menerima banyak hal dari keluarga Leonardus meski sebelumnya ia telah berusaha masuk kedalam keluarga itu dengan cara yang tidak benar.


Dan tiba lah hari ini, hari dimana Aaron mendapatkan pertanyaan yang sulit dari Damian Leonardus; Ayah Adara.


“Kapan kau dan Claudia akan menikah? Adara dan Markus saja sudah mau memiliki 2 anak sekarang, lalu kapan giliran mu?”


Aaron terdiam di tempat duduknya, ia tidak tahu harus menjawab apa selain kata ‘secepatnya’. Ia tidak punya hubungan yang sungguhan dengan Claudia, lalu bagaimana ia bisa menikah dengan wanita itu.


Aaron tidak mungkin kan memaksa Claudia untuk menikah dengannya, lagi pula Aaron tidak mencintai Claudia dan begitu pula sebaliknya. Claudia tidak mencintai dirinya, Claudia mau menjalani hubungan palsu selama ini karena imbalan yang Aaron berikan.


“Kata secepatnya dari mu itu tidak bisa ku terima, apalagi yang kau tunggu. Kalian itu pasangan yang serasi, Claudia juga wanita yang sangat baik, jangan terus membuang buang waktu hingga akhirnya kau menyesal karena Claudia sudah diambil orang lain.”


Aaron tidak tahu harus menjawab apa, syukurlah Clara; istri Damian muncul disaat yang tepat dan mengganti topik pembicaraan.


***

__ADS_1


“Aku sudah mentransfer bayaran mu bulan ini.” ucap Aaron sebelum Claudia membuka pintu mobil untuk turun. Aaron memperhatikan Claudia yang terdiam sejenak lalu menoleh kearahnya.


“Sampai kapan kita harus seperti ini, Ron?” Claudia menatap Aaron dengan raut wajah sedihnya, “Aku merasa bersalah karena telah membohongi banyak orang.”


Aaron menghela nafas berat, ia juga merasa bersalah karena telah membohongi banyak orang. “Tenanglah.. aku akan segera mengakhiri segala sandiwara ini, dan kau tidak perlu merasa terbebani lagi. Dan kau juga tidak perlu khawatir aku akan tetap mengirimi mu uang, kau masih butuh banyak uang bukan untuk pengobatan adik mu?”


Aaron melihat Claudia mengangguk sembari menangis, Aaron meraih Claudia kedalam pelukannya, berusaha menenangkan Claudia dari tangisnya.


***


“Lho, Papa kemari sendiri? Tante Claudia mana?” Cherryl melirik kelamaan keliru dan mengintip ke balakang Aaron namun tidak menemukan sosok Claudia.


“Tante Claudia ada urusan, sayang.” Aaron berlutut mensejajarkan tinggi tubuh nya dengan Cherryl. “Kenapa yang kamu cari selalu saja Tante Claudia, memangnya Cherryl lebih sayang Tante Claudia dari pada Papa?”


Aaron terdiam sejenak sebelum akhirnya ia mengajukan sebuah pertanyaan kepada Cherryl. “Kalau Papa tidak menikah dengan Tante Claudia dan Tante Claudia justru menikah dengan orang lain, bagaimana?”


Aaron melihat wajah kesal Cherryl terlihat semakin kesal, alis gadis kecil itu berkerut kerut pertanda ia sedang tidak senang.


“Papa Aaron harus bisa jagain Tante Claudia biar tidak direbut orang lain! Tante Claudia itu baik dan Cherryl sayang sama Tante Claudia, Cherryl mau nya Papa Aaron menikah sama Tante Claudia!”


Aaron berpura pura terlihat sedih, “Cherryl lebih sayang sama Tante Claudia, Cherryl tega marahin Papa karna Tante Claudia.”

__ADS_1


“Tante Claudia itu baik, Cherryl sayang Papa. Papa harus sama orang baik, orang baik itu Tante Claudia!”


Jika Aaron terus melanjutkan perdebatan ini yang ada nanti Cherryl akan menangis, Aaron hanya mengiyakan perkataan Cherryl saja dan membawa Cherryl kedalam gendongannya.


Seperti dugaannya. Baru sekali ini ia datang tanpa Claudia dan Cherryl sudah ribut menanyakan hal itu.


Jika Aaron tiba tiba saja mengatakan bahwa hubungannya dengan Claudia sudah berakhir maka anggota keluarga yang lain pasti akan kecewa dan yang paling kecewa diantara semuanya sudah pasti Cherryl. Karna Cherryl sangat menyukai Claudia.


Bahkan dulu Cherryl pernah menawarkan diri untuk memanggil Claudia Mama karna ia telah memanggil Aaron dengan sebutan Papa, untung saja hari itu Claudia pintar menolak dan mengalihkan fokus Cherryl.


Tentu saja Claudia tidak ingin di panggil Mama. Karna hubungan mereka saja bukan hubungan sungguhan. Pasti sangat risih bagi Claudia pikir Aaron.


Dan benar saja, saat Aaron menemui anggota keluarga lainnya semuanya menanyakan hal yang sama seperti Cherryl. Mempertanyakan ketidakhadiran Claudia.


Aaron hanya mengatakan bahwa Claudia ada urusan, Aaron tidak mungkin menjelaskan kepada anggota keluarganya bahwa Claudia tidak bisa datang bersamanya karna Claudia harus menemani adiknya di rumah sakit yang hari ini akan melakukan cuci darah.


Jika sehari saja Claudia absen menemui mereka, mereka sudah seheboh ini bagaimana jadinya jika Claudia tidak bisa menemui mereka lagi selamanya? Dalam konteks Aaron mengakhiri kontraknya bersama Claudia.


Aaron sudah bisa membayangkan betapa kecewanya mereka.


Terdengar bodoh memang keputusan Aaron untuk menjalin hubungan pura pura dengan Claudia jika pada akhirnya akan berpisah juga. Tapi jujur Aaron tidak pernah menyesal dengan hubungannya bersama Claudia. Karna dengan keberadaan Claudia, Aaron merasa beban nya menjadi sedikit lebih ringan.

__ADS_1


Claudia selalu membantunya menutupi rasa sakit hatinya tiap kali melihat Adara bersama dengan Markus, dan Caludia selalu bisa membuat Aaron terlihat tegar.


Dan ia juga tidak ingin menjadi beban bagi keluarga Leonardus, tidak ingin mereka bersalah hanya karena kebahagiaan mereka. Mereka berhak bahagia dan Aaron akan menjaga kebahagiaan mereka itu bagaimanapun caranya.


__ADS_2