
Cherryl berlari keluar kelas nya dengan gembira, ia berlari cepat menuju gerbang sekolahnya. Ia pikir Mama Claudia nya pasti sudah menunggu dirinya di luar.
Namun Cherryl tidak menemukan kehadiran Claudia di luar selain orangtua dari para teman temannya yang lain.
Namun itu tidak membuat senyuman Cherryl luntur, ia duduk di salah satu kursi dekat pintu gerbang. Mungkin Mama Claudia nya terjebak macet, jadi Cherryl harus menunggu.
Ini bukan pertama kalinya Cherryl menunggu untuk di jemput karena orangtua nya ataupun Om nya juga beberapa kali terlambat menjemputnya, jadi itu bukan masalah. Cherry hanya perlu menunggu.
Cherryl melambaikan tangannya ke arah teman temannya yang satu persatu pulang, hingga sekolah nya sepi.
Cherryl mulai murung, kenapa Mama Claudia nya lama sekali?
“Loh.. Cherryl kenapa belum pulang?”
Cherryl menoleh ke arah seorang guru yang melangkah mendekatinya. “Cherryl masih menunggu Mama Claudia. Mama Claudia agak terlambat.”
Guru tersebut mengangguk mengerti, “Kalau ada perlu apa apa Cherryl masuk ke dalam lagi saja ya. Atau mau menunggu di dalam saja?”
Cherryl menggelengkan kepalanya, “Cherryl mau menunggu disini aja Bu, sebentar lagi juga Mama Claudia datang.”
“Baiklah kalau begitu, Ibu masuk ke dalam ya.” guru tersebut pergi, namun sebelum benar benar masuk ke dalam sekolah ia memberi pesan kepada satpam yang berjaga untuk mengawasi Cherryl, memastikan tidak ada orang yang tidak di kenal yang mendekati anak itu.
__ADS_1
Cherryl kembali melihat ke jalan, berharap Mama Claudia nya muncul. Karena Cherryl sudah mulai merasa lapar.
***
Aaron menghela nafas berat, ia baru saja selesai meeting. Ia melirik jam tangannya yang menunjukkan sudah lewat dari jam makan siang.
Tiba tiba saja ponsel Aaron kembali berdering, ia merogoh ponsel tersebut dari saku nya dan mengernyit bingung ketika melihat panggilan masuk dari sekolah Cherryl.
“Hall—”
“Papaaaa.. hiks.. Papa jemput Cherrylll”
“Loh sayang, kamu masih di sekolah. Bukannya kamu sudah pulang dari 4 jam yang lalu?”
Cherryl terus saja menangis membuat Aaron kebingungan.
“Maaf Pak, Cherryl memang sudah seharusnya pulang sejak jam 10, namun Cherryl bilang ia menunggu Mama Claudia nya untuk menjemput dan Cherryl menunggu di luar hampir 3 jam dan kemudian menunggu di dalam, tapi sampai sekarang tidak ada yang datang untuk menjemput Pak.”
“A-apa?! Claudia tidak datang untuk menjemput Cherryl?”
”Iya Pak, dan sekarang Cherryl sedang menangis meminta untuk di jemput. Ia bilang dia lapar tapi dia tidak mau saya berikan makanan Pak, dia hanya mau di jemput pulang.”
__ADS_1
“Baik Bu, tolong jaga Cherryl sebentar lagi. Saya akan datang kesana segera. Terima kasih banyak sudah memberi tahu Bu.”
Aaron memutuskan sambungan telepon tersebut, ia kesal, ia marah. Kenapa Claudia tidak menjemput Cherryl dan membiarkan Cherryl menunggu.
Apa Claudia lupa?
***
“Papaaaaa..” Cherryl berteriak menangis, berlari keperluan Aaron.
“Maafkan Papa ya sayang..” Aaron berusaha untuk menenangkan Cherryl, Aaron tahu Cherryl pasti kesal menunggu, sedih karena sudah berharap lebih akan di jemput oleh Claudia. Dan juga pasti kelaparan.
“Papa Cherryl belum makan, Cherryl mau makan.”
“Iya sayang, kita mampir nanti di restaurant ya.”
Cherryl mengangguk dan masuk ke dalam mobil Aaron.
Aaron berusaha untuk mengendalikan emosinya, ia kesal karena Claudia tidak menepati janji nya. Seharusnya Claudia menjemput Cherryl.
Bagaimana bisa Claudia mengabaikan Cherryl begitu saja. Jika tadi terjadi sesuatu kepada Cherryl bagaimana?
__ADS_1
Claudia benar benar..