Ayah Anak ku

Ayah Anak ku
EMPAT BELAS


__ADS_3

“Tidak usah mengelak Markus, orang suruhan mu ini sudah mengakui semuanya. Kau lah yang menjebak Adara, kau juga yang telah memerintahkan dia untuk melukai Aaron dan juga Lucas!” Damian mencengkram pipi Markus, “Kau tidak bisa berbohong lagi Markus.”


Markus menggelengkan kepalanya, itu semua tidak benar. Memang Markus yang menjebak Adara tapi Markus tidak pernah memerintahkan Sean untuk melukai Aaron dan Lucas.


Markus hanya memerintahkan Sean untuk menghentikan pernikahan Adara dan Aaron tapi Sean justru menembak Aaron. Dan Markus pun tidak pernah memerintahkan Sean untuk melukai Lucas.


“Kenapa kau tidak mengatakan yang sejujurnya Sean?! Katakan kepada dia bahwa kau melakukan semua itu untuk memeras ku!!” Markus berteriak kepada Sean yang sama sama terikat seperti dirinya di ujung sana, mereka di biarkan duduk terikat agak berjauhan.


“Apa yang kau bicarakan Markus? Jelas jelas kau meminta ku pada hari itu untuk menembak Aaron, kau bilang kau tidak ingin Adara menikah dengan laki laki lain dan laki laki itu pantas mati. Kenapa kau justru melimpahkan semuanya kepada ku Markus?” Sean menatap Markus, mengeluarkan kebohongan kebohongannya.


Markus kembali menggelengkan kepalanya, “Jangan! Jangan percaya perkataan nya, Om. Itu semua tidak benar! Semuanya tidak benar!!”


Damian berdecih, “Sekuat apapun kau mengelak tidak akan ada artinya Markus, aku sudah memiliki semua buktinya. Aku akan menjebloskan mu ke penjara. Dan memastikan mu mendekam disana selamanya.”


Damian pergi meninggalkan Markus dan Sean begitu saja, tidak memperdulikan mereka yang masih terikat. Damian juga mengunci rapat rapat gudang tersebut.


Damian menyerahkan kunci tersebut kepada salah satu anak buah nya, “Biarkan mereka terkunci. Aku akan memberitahu mu nanti waktu yang tepat untuk membawa mereka ke polisi, sekarang ini biarkan mereka terkurung disana.”


“Baik Tuan.”


***


“Kenapa kau berbohong?” tanya Markus kepada Sean, kali ini Sean menunjukkan senyum sinisnya, membuat Markus merasa sangat muak.


“Aku hanya melakukan hal yang kau perintahkan Markus, aku juga mengatakan hal yang sebenarnya.”


“Aku tidak pernah menyuruh mu menembak Aaron, dan aku juga tidak pernah menyuruh mu melukai Lucas!!”


“Benarkah? Hmm.. sayang sekali, tidak akan ada yang percaya dengan kata kata mu itu.”


“Bajingan kau!!”


***

__ADS_1


“Papa, dimana Markus?!” Adara langsung menyerbu Damian dengan pertanyaannya sesaat ia melihat Ayahnya itu datang.


“Berhenti membahas laki laki itu Adara.”


“Markus bukan pelaku nya Pa, bukan Markus yang menyakiti Lucas. Saat itu Markus bersama dengan Adara! Berhenti terus berpikiran buruk terhadap Markus, Pa!”


“Berpikiran buruk? Papa tidak berpikiran buruk tentangnya tapi dia memang laki laki yang buruk. Jika dia memang sebaik yang kau katakan, seharusnya malam itu saat kau mabuk dia membawa mu pulang, bukan nya menjebak mu hingga membuat mu di tiduri oleh sekumpulan sahabat sahabat mu itu dan hamil di luar nikah seperti ini!” Damian emosi, ia tidak perduli lagi. Adara harus tahu kebenarannya agar Adara tidak terus terus saja membela laki laki bajingan tersebut yang jelas jelas salah.


“A-apa?” Adara menggelengkan kepalanya, “Papa bercanda kan? Markus tidak mungkin seperti itu.”


Damian tertawa pahit, “Kau selalu saja menganggap dia baik, kau tidak pernah percaya perkataan Papa. Papa selalu meminta mu untuk menjauhinya tapi kau tidak pernah mau mendengar, lihat sekarang apa yang dia perbuat. Dia lah dalang dari semua masalah yang kita hadapi saat ini. Dia yang menjebak mu, dia juga yang menyuruh seseorang untuk menembak Aaron, dan dia juga yang menyuruh seseorang untuk melukai Lucas karna Lucas mengetahui semua rahasianya.”


Damian melihat bagaimana putrinya itu terus berusaha mengelak, tidak percaya.


Markus itu benar benar berbahaya, sejak dahulu Damian sudah merasakan keanehan pada anak itu maka dari itu Damian meminta Adara untuk menjauhi Markus.


Namun sialnya Damian terlalu gegabah karena telah membiarkan Markus dekat dengan Adara selama ini dan Damian juga bersalah karena tidak membuat penjagaan ketat terhadap anak anaknya, jika ia lebih tanggap sebelumnya pasti ini semua tidak akan pernah terjadi.


Markus itu memang benar benar..



Flashback


Damian melangkah masuk ke dalam rumah dengan senyum lebar nya, ia sudah tidak sabar ingin menemui anak anak nya.


“Dimana Adara?” tanya Damian kepada Clara, istrinya yang tengah menggendong Lucas.


Damian mengecup kening Clara dan pipi Lucas.


“Dia berada di kamarnya, bermain dengan Markus.”


Damian berdecak mendengar nama Markus, ia kurang suka terhadap anak itu. Karna Markus itu anak Juan, laki laki yang dahulu pernah membuat masalah kepada Clara.

__ADS_1


Damian tahu Markus tidak ada sangkut pautnya dengan kesalahan Ayah nya dimasa lalu tapi tetap saja Damian masih belum bisa terbiasa.


Damian menaiki anak tangga, ia ingin menemui putrinya tersebut.


Pintu kamar Adara tidak tertutup dengan rapat, Damian bisa melihat ke dalam dan mendengar perbincangan Adara dengan Lucas.


“Adara sayang Markus tidak?”


“Sayang..”


“Kalau Adara sayang dengan Markus, jangan main dengan Justin. Main dengan Markus saja.”


“Tapi Justin kan teman ku juga Mark.”


“Tapi kan Adara sayang sama Markus, kalau Adara sayang sama Markus jangan main sama Justin.”


Damian mengerutkan alisnya, ia agak tidak suka mendengar percakapan tersebut. Namun itu hanya percakapan biasa antara anak anak, hal biasa jika anak anak saling cemburu terhadap teman mereka.


Namun langkah Damian untuk masuk ke dalam kamar Adara kembali terhenti ketika mendengar ucapan Markus.


“Coba saja Justin cacat pasti Adara tidak mau berteman dengan nya.”


“Adara akan tetap jadi teman Justin meski Justin cacat.”


“Kalau dia mati, Adara tidak bisa jadi teman nya lagi kan?”


Bulu kuduk Damian mendadak berdiri, ia merasa merinding mendengar anak sekecil Markus sudah secemburu itu bahkan mengait ngaitkan nya kepada kematian.


Anak itu benar benar aneh, dan Damian menjadi semakin tidak suka dengan anak itu.



Handphone Adara tiba tiba saja berdering, Adara mendapatkan telepon dari rumah sakit.

__ADS_1


“Nyonya Adara, kami ingin memberitahukan bahwa pasien bernama Aaron telah sadar dari koma nya.”


Adara menatap Damian yang berada di hadapannya dengan mata berkaca kaca. “Pa! Aaron Pa! Aaron sudah sadar!”


__ADS_2