
Claudia hanya ikut tersenyum ketika melihat respon bahagia keluarga Leonardus saat dirinya dan Aaron mengatakan bahwa mereka akan menikah.
Respon keluarga Leonardus sangat positif, mereka bahkan mengatakan bahwa itu hal yang mereka tunggu tunggu selama ini.
Membuat Claudia baru menyadari bahwa selama 1 tahun setengah ini keluarga Leonardus benar benar sangat menyukainya sehingga ingin sekali Aaron menikah dengan dirinya.
Terutama Cherryl, gadis kecil itu terlihat riang. Ia bersemangat sekali.
“Tante.. nanti kalau Tante sudah menikah dengan Papa Aaron, Tante mau Cherryl panggil dengan sebutan apa? Mama Claudia, atau Mommy, atau Bunda?” Cherryl memiringkan kepalanya, memandang Claudia dengan antusias. “Karna Tante akan jadi istri Papa Aaron, Papa Aaron itu Papa Cherryl. Jadi istri dari Papa Aaron juga Mama nya Cherryl.”
Claudia tersenyum mendengar perkataan Cherryl, Cherryl adalah anak dengan hati yang baik. Cherryl menganggap Aaron yang jelas jelas tidak punya hubungan darah dengannya sebagai salah satu Papa nya. Dan bahkan Cherryl menerima Claudia kedalam keluarganya dengan senang hati. Membuat Claudia merasa tersentuh.
“Panggil apa saja yang Cherryl mau.”
Cherryl menganggukkan kepalanya mengerti, “Kalau begitu Cherryl akan panggil Mommy Claudia saja ya?”
Claudia mengangguk sembari tersenyum, mengusap lembut puncak kepala Cherryl gemas.
__ADS_1
Sesaat Cherryl berlari menjauh untuk kembali bermain, Adara menghampiri Claudia. Menatap Claudia dengan tatapan ramahnya, wanita yang dicintai Aaron ini. Sungguh sangat cantik.
“Jadi kapan pernikahannya akan diselenggarakan, aku akan siap membantu segala persiapannya.” ujar Adara dengan tawa jenaka nya.
“Secepatnya, mungkin yang lebih tahu pastinya adalah Aaron. Dia yang melamar ku, mungkin dia sudah punya persiapan sendiri dan belum mengatakannya kepadaku.”
Adara menganggukkan kepalanya paham, ia menggerakkan tangannya menunjuk seolah olah ia setuju dengan perkataan Claudia.
“Benar, Aaron itu tipikal laki laki yang romantis. Jadi dia bisa saja muncul dengan segala hal yang sudah dia persiapkan sendiri sebagai kejutan. Dulu saat aku hamil Cherryl, dia menyiapkan segala kebutuhan ku tanpa ku minta bahkan selalu mengingatkan aku untuk minum susu hamil disaat aku sendiri yang tengah mengandung sering lupa, dia benar benar bisa diandalkan.”
Ya, Aaron memang tipikal laki laki seperti itu. Seharusnya Aaron berhak bahagia, menikah dengan wanita yang ia cintai atau paling tidak dengan wanita yang mencintainya. Bukan seperti Claudia yang mau menikah dengan Aaron dengan alasan keuntungan dirinya sendiri.
Markus, suami Adara tiba tiba saja muncul. Memeluk Adara dari belakang. Melihat kemesraan mereka itu membuat Adara berpikir bahwa mereka adalah pasangan yang serasi. Si cantik dan si tampan.
“Tentu saja tentang pernikahaan Aaron dan Claudia, kita harus terlibat dalam persiapannya. Bagaimanapun itu akan menjadi hari besar nantinya.”
“Mengingat watak Aaron, dia pasti pada akhirnya akan menyiapkan semuanya sendiri. Saat kita menawarkan diri untuk membantu, dia akan dengan tenangnya mengatakan bahwa semuanya sudah selesai.” Markus tertawa disela sela ucapannya, ia mendapat anggukan setuju dari Adara.
__ADS_1
***
Sementara Adara, Markus dan Claudia sibuk berbincang bersama. Disini Aaron bersama dengan Damian tengah berbincang serius. Tentu saja mengenai hal yang sama, yaitu mengenai pernikahan yang Aaron maksudkan sebelumnya.
“Jadi kalian sudah memikirkannya matang matang, dan sudah menetapkan hari nya?” tanya Damian sembari menyesap kopi miliknya.
Butuh waktu sejenak bagi Aaron untuk bisa menjawab pertanyaan Damian.
“ahm.. sebenarnya ini agak tiba tiba, dan kami belum membicarakan tentang hari nya.”
Damian tertawa mendengar jawaban Aaron, “Kau pasti terburu buru melamarnya karna takut ia diambil orang lain. Kau benar benar sangat mencintainya ya.”
Kali ini Aaron benar benar tidak merespon, Aaron tidak mencintai Claudia. Namun Aaron akan belajar untuk mencintai wanita itu.
Mungkin orang lain akan berpikir bahwa keputusan Aaron ini tidak masuk akal, berpikir bahwa untuk apa menyia nyiakan hidupnya untuk menikah dengan wanita yang tidak ia cintai.
Aaron bisa saja mencoba untuk menjalin hubungan dengan wanita lain di luar sana. Tapi kalau dipikir pikir, untuk apa mencoba menjalin hubungan dengan wanita diluar sana yang belum mengerti tentang dirinya, yang belum mengerti tentang kondisi perasaannya sementara disini ada Claudia yang jelas jelas sudah paham permasalahannya. Dan Aaron pun sudah paham dengan permasalahan Claudia sendiri, mereka bisa saling melengkapi.
__ADS_1
Soal cinta.. cinta pasti akan datang karena terbiasa, seperti saat Aaron jatuh cinta kepada Adara karena terbiasa bersama dengan Adara.