
Dan lagi.. saat Aaron pulang Claudia tidak ada di rumah.
Kemana sebenarnya wanita itu pergi? Ia tidak menjemput Cherryl lalu kemana dia pergi?
Rumah sakit? Menjaga adiknya?
Adik yang mana? Adik yang dahulu Claudia tunjukkan kepada Aaron itu jelas jelas bukan adik Claudia.
Lalu kemana sebenarnya Claudia?
Kenapa Claudia berbohong kepada dirinya?
Aaron pikir hubungannya dengan Claudia baik baik saja, Aaron pikir pernikahan nya baik baik saja. Aaron pikir tidak ada yang harus ia takutkan tentang pernikahannya, Aaron pikir dirinya sudah tahu segalanya tentang Claudia.
Namun faktanya Aaron tidak tahu apa apa, Claudia terlalu abu abu baginya.
Dan sialnya mengetahui hal itu membuat hati Aaron terasa sakit, memikirkan hal hal buruk membuat hati Aaron sakit.
Memikirkan bahwa Claudia berbohong dan mungkin saja selama ini ia pulang larut karena berselingkuh dengan laki laki lain membuat hati Aaron benar benar sakit.
Memikirkannya saja sudah sementara ini, Aaron berharap itu hanya pikiran buruknya saja. Dirinya yang salah, karena Claudia itu wanita baik baik, Claudia tidak akan melakukan hal macam macam di belakang Aaron.
Ya, tidak mungkin.
__ADS_1
Tapi semakin lama kepercayaan diri Aaron semakin terkikis, detik demi detik, jam demi jam ia menunggu kepulangan Claudia namun Claudia tidak kunjung muncul.
Aaron melirik jam yang menunjukkan pukul 12 malam, seharusnya Claudia sudah pulang. Kemarin Claudia pulang selarut ini, seharusnya Claudia pulang namun disaat jam itu terus bergerak Claudia tetap tidak menunjukkan batang hidungnya juga.
Aaron masih terduduk di sofa ruang tamu, ia *** celana nya. Berusaha melampiaskan perasaannya. Ia kembali melirik jam dinding yang kali ini menunjukkan pukul 3 pagi.
Dan masih sama, belum ada tanda tanda kedatangan Claudia.
Kepercayaan Aaron kepada Claudia semakin menipis.
Pikiran buruk tentang Claudia semakin mendominasi, dan semakin waktu bergerak maju semakin Aaron menyadari bahwa ia kembali jatuh.
Hatinya kembali salah memilih orang.
Sebelumnya Aaron jatuh cinta kepada Adara yang jelas jelas tidak bisa dia miliki, dan sekarang sepertinya ia juga sudah memiliki perasaan kepada Claudia.
Aaron larut dalam pikirannya, dan ketika ia mendengar suara pintu terbuka. Saat itu juga Aaron mendongak melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 6 pagi.
Dengan amarah yang sudah menggumpal di dada nya Aaron bangkit dari posisi duduknya, melangkah mendekati Claudia. Dan sesaat Claudia mendongak melihat kearahnya saat itu juga Aaron melayangkan tamparan ke pipi istrinya itu.
Plak!
Aaron melihat Claudia yang terkejut dan memegang pipinya. Aaron juga sama terkejutnya, ia beralih menatap tangannya yang memerah. Jika tangannya saja semerah ini maka bagaimana dengan pipi Claudia?
__ADS_1
Namun Aaron memilih untuk mengeraskan hatinya, ia menatap Claudia tajam. “Dari mana saja kau?”
“A-adik k-ku..”
“Berhenti berbohong Claudia!!” Aaron berteriak meluapkan emosinya, mau sampai kapan Claudia membohonginya? Mau sampai kapan Claudia membodohi nya?
“A-aronn.. ka-kau sudah tahu?”
Aaron tertawa getir, “Mau sampai kapan kau menyembunyikannya dari ku? Kau tidak akan pernah jujur padaku jika aku tidak mencari tahu nya sendiri bukan? Kau akan terus berbohong dan memperlakukan aku seperti orang bodoh. Sekarang jawab aku, kemana kau sebenarnya!!”
Claudia memejamkan matanya mendengar teriakan Aaron, ia menangis. Sebenarnya ia sudah menduga bahwa ia akan menerima kemarahan Aaron sesaat ia pulang. Karena ia pulang pagi dan juga karena ia telah mengingkari janji nya untuk menemui Cherryl.
“Maafkan aku Aaron, aku tidak bermaksud untuk membohongi mu tapi aku tidak punya pilihan lain.”
“Apa maksud mu?”
Claudia berusaha menghentikan tangisnya, ia mengusap air mata yang mengalir di pipinya berkali kali meski hasilnya sia sia. Air matanya masih terus mengalir.
“Maaf karena aku berbohong kepada mu mengenai adik ku. Aku tidak pernah punya adik Aaron, aku tidak pernah punya adik. Tapi aku tidak berbohong kepada mu bahwa aku membutuhkan uang untuk pengobatan, tapi itu bukan pengobatan untuk adik yang ku ceritakan kepada mu.”
Wajah Aaron memucat, “A-apa kau yang sakit? Kau baik baik saja bukan?”
Memikirkan bahwa Claudia yang sakit selama ini dan menyembunyikannya dari Aaron membuat Aaron merasa nyeri di dadanya.
__ADS_1
Claudia menggeleng kan kepalanya, “Bukan aku yang membutuhkan pengobatan Aaron, melainkan Miko, kekasih ku.”
“A-apa?!”