Ayah Anak ku

Ayah Anak ku
DUA PULUH LIMA


__ADS_3

Sudah hampir 2 tahun..


Sudah hampir 2 tahun ini Adara selalu rutin mengunjungi Markus.


Bahkan Adara tidak menyembunyikannya lagi dari Cherryl. Bahkan Cherryl sudah mengetahui tentang Markus yang adalah Ayah kandungnya.


Cherryl mengetahui hal itu dari Ibu Markus sendiri, Sabrina. Adara tidak berusaha untuk menutup nutupi nya, hanya saja ketika Cherryl bertanya dimana Markus berada. Adara dan yang lainnya hanya menjawab bahwa Markus sedang berada di tempat yang jauh. Sedang mengobati sakitnya.


Cherryl memang selalu memaksa untuk ikut setiap kali Adara harus pergi untuk menemui Markus, namun Adara tidak akan pernah mau membawa Cherryl kesana. Rumah sakit jiwa bukan tempat yang baik bagi anak anak.


Meskipun Cherryl menangis sekeras apapun, Adara tidak akan menurutinya.


***


"Adara! Adara kamu datang sayang!"


Adara berdiri memperhatikan Markus yang tersenyum lebar menyambut kedatangan Adara, Markus melompat lompat girang, di tangannya terdapat boneka yang ia peluk erat erat.


"Sayang kenapa kau lama sekali, anak kita sudah menangis kelaparan.." Markus menyodorkan boneka yang sebelumnya ia peluk, "Dia ingin minum susu.."


Adara menghela nafas berat, ia menatap Markus dengan tatapan berkaca kaca. Markus sudah menunjukkan banyak kemajuan selama hampir 2 tahun ini.

__ADS_1


Mood Markus sudah tidak naik turun lagi, ia juga sudah berhenti menyakiti dirinya ataupun para perawat yang berusaha mengobatinya.


Hanya saja, Markus masih suka mengatakan hal hal yang tidak masuk akal. Seperti saat ini, Markus mengatakan bahwa boneka yang tengah ia gendong itu adalah anak mereka.


Padahal jauh sebelumnya Markus telah menuduh Adara menggugurkan anak mereka. Bahkan hari itu Markus sampai lepas kendali.


Tapi tidak apa, asalkan Markus sembuh.


Adara juga berusaha untuk bersikap adil. Selain rajin menjenguk Markus, Adara juga mengunjungi Aaron di penjara.


Seperti Adara yang telah memaafkan Markus, Adara pun telah memaafkan Aaron.


Adara rutin mengunjungi Aaron dan menceritakan perkembangan Cherryl kepada Aaron, karena Adara tahu bahwa Aaron sangat menyayangi Cherryl. Jadi Aaron pasti penasaran dengan tumbuh kembang Cherryl.


Agar mereka masing masing bisa hidup bahagia, dengan cara mereka sendiri. Dengan jalan mereka sendiri, masa lalu biarkanlah menjadi masalalu.


“Adara sedih?”


Adara menoleh kearah Markus yang mengerutkan alisnya bingung. Mungkin Markus kebingungan karena sejak tadi Adara tidak merespon semua ocehannya.


“Adara sayang jangan sedih.. kalau kamu sedih, anak kita juga sedih.”

__ADS_1


Adara tersenyum getir, dalam hati ia berkata kepada Markus. Meski ia tahu Markus tidak akan bisa mendengarnya.


Bukan Markus.. bukan itu. Kau harus sembuh, jika kau terus begini justru hal itu lah yang akan membuat anak kita sedih.


Bukan hanya Cherryl, tapi juga keluarga mu. Dan mungkin juga aku.. kami semua sedih melihat mu seperti ini.


***


“Om Lucas..”


Lucas menoleh kearah sumber suara, dimana Cherryl tengah duduk dengan makan siang nya dengan wajah murung.


“Ada apa sayang?”


“Kapan Papa Malkus pulang, Chelil benci Mama pelgi telus ketemu Papa tapi Chelil gak bisa ikut.”


Lucas menghela nafas berat, ia mengusap puncak kepala keponakannya itu lembut. “Cherryl harus sabar menunggu, nanti pasti Papa Markus datang menemui Cherryl bersama dengan Mama. Yang Cherryl perlu lakukan hanya menunggu dan bersabar.”


“Tapi Chelil gak suka menunggu Om. Teman teman Chelil selalu sama Papa Mamanya tapi Chelil enggak.”


Lucas melihat mata Cherryl yang mulai berkaca kaca. “Tapi kan Cherryl punya Om Lucas, mereka juga tidak punya Om seperti Om Lucas bukan, jadi jangan terlalu dipikirkan oke. Hari itu pasti akan datang, hari dimana Cherryl bisa melompat ke dalam pelukan Papa Markus.”

__ADS_1


Ya, hari itu pasti akan datang Cherryl sayang.


Pasti.


__ADS_2