
“Ah, kau sudah pulang.” Aaron melihat Claudia yang sedang berada di dapur, mempersiapkan makanan untuk makan malam mereka. “Seharusnya kau tidak perlu repot repot memasak, kita bisa memesan makanan dari luar. Kau pasti lelah sepulang dari rumah sakit.”
Claudia tersenyum dan menggelengkan kepalanya, “Aku tidak lelah. Lagi pula aku hanya memasak makanan simpel. Kau tidak perlu khawatir, sebentar lagi ini akan selesai dan ini tidak menguras habis tenaga ku seperti apa yang kau pikirkan.”
“Ada yang bisa ku bantu? Memotong bawang misal nya?”
Claudia menggelengkan kepalanya dan memberi kode kepada Aaron untuk duduk manis saja.
Aaron hanya mengangguk dan duduk di kursi meja makan mereka, memperhatikan Claudia yang masih sibuk memasak.
Kalau di pikir pikir, Aaron sangat beruntung mendapatkan Claudia. Claudia wanita yang baik. Jika bukan karena Claudia butuh bantuan finansial dari Aaron untuk pengobatan adiknya mungkin Claudia tidak akan mau menikah dengan Aaron, Claudia wanita yang sempurna. Banyak laki laki diluar sana yang ingin menjadi pendamping wanita itu.
Aaron terlalu sibuk berpikir sampai tidak menyadari Claudia sudah selesai dan sudah meletakkan makanan nya di meja.
__ADS_1
“Kau baik baik saja?”
Pertanyaan Claudia itu lah yang menyadarkan Aaron dari lamunannya. Aaron menggelengkan kepalanya mengatakan bahwa ia baik baik saja.
“Kau pasti berpikir tentang pekerjaan mu ya, jika kau mau kau bisa kembali masuk bekerja lagi.”
“Ya, sepertinya besok aku akan mulai masuk kantor lagi. Kau tidak apa apa kan sendirian di rumah?”
Aaron ikut tertawa, “Ya itu lebih baik dari pada kau kesepian.”
“Cepat makan makanannya sebelum dingin.”
***
__ADS_1
“Wahh.. kau ini benar benar yah..” Lucas menggelengkan kepalanya tidak menyangka ketika ia melihat Aaron sudah kembali bekerja, padahal niat awal Lucas datang ke perusahaan ini hanya untuk mengecek saja, kebetulan ia juga ada urusan disekitar sini. Ia pikir ia perlu mengecek karena Aaron masih liburan. Tapi Lucas justru mendapati Aaron berkutat dengan pekerjaannya di ruangannya itu.
Benar benar laki laki ini. Lucas pusing sendiri melihatnya.
“Kau benar benar aneh. Seharusnya kau fokus pada pernikahan mu yang masih panas panas nya ini. Kau seharusnya melakukan bulan madu atau semacamnya, kau harus menyusul aku dan kak Adara. Anak Kak Adara saja sudah dua, dan aku juga sudah memiliki satu. Kau seharusnya sedang berjuang untuk mengejar ketertinggalannya mu Aaron.”
Aaron terkekeh mendengar perkataan Lucas yang menurutnya lucu. “Ketertinggalan? Aku juga sudah punya anak, Cherryl anak ku juga bukan? Lagi pula anak itu pelengkap dalam hubungan rumah tangga bukan sebuah keharusan, jika kami diberikan anak dalam jangka waktu dekat ini maka syukurlah, tapi jika tidak juga bukan masalah. Aku menikahi Claudia bukan karena ingin punya anak.”
Lucas berdecak kesal, jelas bukan itu yang ia maksudkan. “Iya aku tahuuu. Maksud ku seharusnya kau bersenang senang, baru kali ini aku melihat pengantin seaneh dirimu.”
“Manusia itu berbeda beda Lucas, tidak semua orang di dunia ini berotak keranjang seperti mu. Hanya dengan pernikahan ini saja kami sudah senang.” jawab Aaron lagi membuat Lucas terdiam, Lucas berpikir apakah dirinya yang terlalu berpikir kearah sana?
Lucas mendengus, susah memang berdebat dengan Aaron. “Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku juga ingin punya keponakan dari mu, sudah itu saja. Aku pergi, selamat bersenang senang dengan pekerjaan mu.”
__ADS_1