Ayah!Jangan Berpisah Dengan Ibu,Kembali Lah

Ayah!Jangan Berpisah Dengan Ibu,Kembali Lah
Bab 21


__ADS_3

Alena yang sedang melipat mukena sehabis melaksanakan ibadah sholat subuh di kaget kan dengan sebuah pesan yang masuk di layar ponsel nya.ketika di lihat ternyata pesan tersebut datang dari nomer sang ayah yang mengatakan jika hari ini dan beberapa hari kedepan mereka tidak bisa bertemu karena Bram harus keluar kota untuk meninjau proyek yang sedang dia bangun bersama rekan bisnis nya.


" Tumben Ayah kirim pesan jam segini? Udah mulai tobat deh kayak nya." sindir Alena secara lirih.Alena memang sudah membatalkan niat nya untuk memblokir sang ayah setelah tadi malam mendapatkan nasehat dari sang Ibu.mau bagaimana pun juga Bram tetap lah ayah kandung nya dan tidak harus dia balas dengan cara kasar seperti itu.meskipun Alena tidak setuju dengan apa yang di ucapkan oleh ibu nya.tapi nyata nya gadis 17 tahun ini tetap mengikuti nya karena tidak ingin sang Ibu berkecil hati melihat sikap nya.


Alena yang sudah selesai membaca isi pesan tersebut hanya bisa diam dan tidak berniat membalas pesan yang sudah dia baca.toh apapun yang di lakukan oleh ayah nya bukan lagi merupakan kepentingan dia dan juga adek nya. semua sudah berubah sejak sang Ayah lebih memilih tetap bertahan bersama wanita simpanan nya.berada jauh dari Bram bukan masalah yang berarti lagi untuk Alena yang memang sudah terbiasa dengan suasana seperti ini.


Di samping kamar Alena tepat nya kamar yang di tempati oleh sang Adik yang ternyata juga sedang membaca pesan yang di kirim oleh sang ayah.Priska hanya membalas pesan itu dengan singkat dan jelas tanpa mau bertanya terlalu jauh lagi.


" Ayah nggak harus melakukan semua ini.karena selama ini kami juga sangat terbiasa tanpa kehadiran Ayah." batin Priska menyimpan kembali ponsel nya di atas nakas dan memilih fokus dengan buku-buku yang akan dia bawa nanti ke sekolah.


Dona yang sedang sibuk membantu Bi Surti di dapur mulai menata satu persatu makanan di atas meja makan.meskipun hari-hari nya di habiskan menjadi seorang wanita karir tapi tidak membuat Dona lepas tangan begitu saja untuk urusan kedua buah hati nya.semua yang masuk ke dalam perut Alena dan juga Priska merupakan olahan tangan nya sendiri dan merupakan makanan favorit kedua anak nya.Bram dulu juga sangat ketergantungan dengan masakan rumahan yang di siapkan oleh Dona.bahkan pria itu sampai tak bisa makan jika bukan Dona yang memasak untuk nya.namun semua nya seolah sirna sudah semenjak dia sudah menduakan perasaan nya dengan wanita lain.


" Bi! Aku tinggal ke atas dulu ya Bi,mau siap-siap dulu dan jangan lupa Bibi sama Pak Maman makan juga ya Bi."ucap Dona sebelum naik ke kamar untuk mengganti baju nya.


" Iy Bu! Biar Bibi yang lanjutkan.terimakasih selalu membantu Bibi memasak ya Bu." Bi Surti menatap penuh kagum sosok Dona yang merupakan wanita idaman semua orang. tidak ada yang tidak bisa dia kerjakan karena majikan nya ini terlalu mandiri sebagai seorang wanita cantik.dan aneh nya mantan majikan lelaki nya dulu malah menyia-nyiakan wanita spek bidadari ini demi wanita ondel-ondel yang dia dapat kan di pinggir kali.

__ADS_1


" Nggak harus terimakasih juga Bi! Harus nya Aku yang mengucapkan kata itu kepada Bibi yang sudah membantu Aku mengurus rumah ini dan juga anak-anak.maafkan Aku jika masih punya banyak kekurangan dalam bersikap kepada Bibi.kalau bukan karena bantuan Bibi,mungkin Aku tidak akan bisa mengerjakan semua nya sendirian." sebelum masuk ke dalam kamarnya.Dona terlebih dahulu mampir di depan kamar kedua putri nya dan meminta mereka untuk segera turun menyantap sarapan yang sudah dia siap kan.


Bram yang sudah akan berangkat ke luar kota kembali harus menghadapi drama yang di buat oleh istri nya.sejak bangun tadi wanita itu tidak berhenti merengek meminta ATM nya segera dipulihkan dan berjanji tidak akan melakukan sesuatu yang akan membuat Bram marah lagi kepada nya.namun sayang nya Bram yang sudah tidak percaya lagi kepada Monik tetap pada pendirian nya dan memilih acuh dengan segala kata manis yang di keluarkan oleh istri seksi nya.


" Sayang! Kamu beneran mau pergi?" tanya Monik ketika baru membuka mata di suguhkan pemandangan Suami nya sedang sibuk memasukkan baju ke dalam sebuah koper kecil.dan pakaian yang di gunakan oleh suami nya juga sudah rapi seperti biasa nya.


Bram hanya berdehem kecil dan tetap melanjutkan aktivitas nya tanpa berharap bantuan kepada wanita yang masih berbaring dengan baju tidur lengan panjang nya.lekuk tubuh nya nyaris tidak terlihat lagi dan dia begitu pandai menyembunyikan semua jejak percintaan nya dengan laki-laki lain dari mata sang suami.Bram yang sedang di buru oleh waktu memilih diam dan tidak bertanya dengan kebiasaan aneh sang istri.baru beberapa bulan mereka menikah sudah banyak drama yang terjadi di dalam rumah tangga ini.berbeda sekali dengan rumah tangga yang dulu dia jalani bersama Dona.adem,hangat ,bahagia, tenang dan nyaris sempurna jika saja wanita ketiga ini tidak masuk ke dalam kehidupan mereka.


Monik yang masih merasa ngilu di pipi nya akibat tamparan keras dari suami nya tetap memilih berbaring sambil menatap wajah suami nya yang sangat tampan meskipun sudah tidak muda lagi.


" Biasa nya Kamu juga betah kalau Aku tinggal ke kantor.selain itu tempat yang akan Aku kunjungi bukan lah tempat yang dekat dengan kota dan sangat jauh dari mall atau segala kemewahan lain nya.Kamu pasti akan bosan dan kembali mengganggu Aku yang jelas-jelas nggak akan bisa menemani Kamu untuk jalan-jalan." jawab Bram sambil memasukkan ponsel nya ke dalam saku celana dan merapikan penampilan nya yang terlihat belum sempurna.


Sungguh ingin sekali rasa nya Monik berteriak di depan wajah suami nya karena dia tidak akan bisa melakukan apapun yang dia inginkan jika ATM nya masih di batasi oleh suami nya.percuma saja dia bebas dan di tinggal sendirian jika tidak bisa bersenang-senang dengan teman-teman nya.


" Kalau begitu kembali kan semua fasilitas Aku,Mas! Aku bosan kalau cuman diam di rumah aja." Monik menatap Bram dengan tatapan mata memohon nya.Bram yang tidak tega melihat nya tetap saja menggeleng kan kepala nya sambil berkata tidak.

__ADS_1


" Keputusan Aku tidak bisa di bantah lagi,anggap saja ini sebagai hukuman untuk Kamu yang sudah melampaui batas kewajaran."Bram juga tidak bisa mengajak istri nya yang memang suka jalan-jalan dan pasti akan menyita banyak waktu nya dan membuat pekerjaan nya menjadi berantakan.dulu ketika masih sembunyi-sembunyi mungkin Bram akan merasa sangat senang karena bisa terus bersama dengan wanita yang selalu berhasil memancing hasrat nya.tapi tidak setelah mereka ketahuan oleh Dona dan menjadi pasangan yang sah di mata agama ataupun negara.


Tidak ingin mendengar lebih banyak lagi keluhan dan segala bujuk rayu yang keluar dari mulut istri nya.Bram bergegas menyeret koper nya keluar rumah dan meminta sopir nya untuk menyimpan di bagasi belakang.bahkan Bram tidak sempat berpamitan kepada istri nya karena sudah sangat telat dan beberapa staf kantor kata nya sudah menunggu kedatangan nya di Bandara.


Monik yang masih berada di atas ranjang dan tidak terbiasa mengantar kepergian suami nya hanya bisa menjerit kesal dengan rambut yang sengaja di acak-acak sebagai pelampiasan rasa kesal nya.bahkan selimut dan juga bantal sudah jatuh ke lantai karena di lempar oleh Monik dengan begitu kacau nya.melihat sikap Bram yang sudah berbeda dan sangat cuek kepada nya membuat Monik terdiam merenung memikirkan cara untuk mendapatkan kembali apa yang seharusnya menjadi milik nya.


" Siaal! Aku nggak bisa ngapa-ngapain kalau kayak gini ceritanya. ATM dan mobil sudah di sita dan Aku hanya terkurung seperti tahanan saja." gerutu Monik tidak percaya.


" Kalau Aku telpon Egi minta jemput gimana ya? "


" Akhhh...Dia kan kere! Nggak punya uang dan cuman modal tampang doang." Monik terdengar menghina lelaki teman kencan nya yang sudah beberapa kali berbagi peluh bersama di berbagai tempat rahasia.


" Kenapa bisa seperti ini sih..." teriak Monik membuat Bi Soidah yang sedang menyapu di depan kamar nya terlonjak kaget dan terpaksa menguping secara diam-diam untuk melaporkan semua nya kepada sang majikan laki-laki nya.karena tanpa sepengetahuan Monik ,Bram memang sudah memerintahkan asisten rumah tangga nya untuk mengawasi sang istri sampai dia kembali ke ibu kota.dengan syarat semua nya tidak boleh bocor ke telinga Monik dan harus berkata jujur tanpa ada yang di bohongi sedikit pun dari dia.


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍

__ADS_1


__ADS_2