
" Maaf Tuan! Tadi Mas Nanda berpesan untuk langsung saja makan malam lebih dulu dan tidak perlu menunggu mereka untuk keluar.karena sebelum masuk ke kamar tadi Mas Nanda sama Mbak Dona sudah makan malam terlebih dahulu." ucap Pak Min ketika melihat Pak Hutomo belum juga menyentuh nasi nya.
" Oh begitu! Jam berapa mereka berdua masuk ke kamar tadi Min?" tanya Pak Hutomo lagi.
" Baru satu jam yang lalu Tuan,Mbak Dona seperti nya belum makan sejak tadi siang maka nya acara makan malam nya mereka percepat dari biasa nya."jelas Pak Min sebelum Pak Hutomo berpikir keras tentang tingkah laku kedua pengantin baru tersebut.
Pak Hutomo tampak mengangguk kan kepala lalu meminta kedua cicit nya untuk segera menikmati hidangan yang ada di hadapan mereka saat ini.kedua gadis remaja itu memakan dengan lahap semua makanan yang ada.meskipun hanya makan bertiga saja tetapi tidak mengurangi rasa nikmat dari apa yang mereka rasakan saat ini.
Di dalam rumah sakit milik Nanda.Bi Surti dan Pak Maman sengaja di rawat dalam satu ruangan yang sama untuk mempermudah anak buah Nanda menjaga nya.setelah mendapatkan pengobatan intensif.akhir nya kedua asisten terbaik yang di miliki oleh Dona siuman juga setelah beberapa jam pingsan akibat pukulan Bram.
" Bi Surti! Kenapa kita ada di sini?" tanya Pak Maman belum mengerti.
" Seperti nya Ibu dan Bapak yang sudah membawa kita ke sini."
" Tadi malam Bapak pingsan setelah di serang oleh Pak Bram." imbuh Bu Surti menjelaskan.
Pak Maman yang ingin kembali membuka mulut nya langsung terdiam ketika bibir serta pipi nya mulai terasa nyeri dan sakit.
" Oh iy Bi,Aku baru ingat." balas Pak Maman kembali tidur karena sekujur tubuh nya masih terasa lemas tak berdaya.
Anak buah Nanda yang sedang berjaga di depan ruangan rawat inap tersebut langsung masuk ke dalam ketika mendengar ada sumber suara dari dalam sana.
Setelah memastikan kedua asisten rumah tangga tersebut baik-baik saja dan dokter pun mengatakan jika besok mereka sudah boleh pulang.anak buah Nanda segera keluar lalu memberi laporan kepada bos mereka.
" Besok pagi aja kabarin nya lagi,mungkin Bos saat ini sudah istirahat." ujar salah satu di antara anak buah Nanda.
" Kamu benar." pria tersebut langsung menyimpan kembali ponsel nya ke dalam saku celana lalu kembali duduk di kursi tunggu sampai proses pengobatan ini selesai di jalani oleh Bi Surti ataupun Pak Maman.
Sedangkan di dalam sebuah kamar utama yang di tempati oleh Nanda dan juga Dona.kedua pasangan pengantin itu saling bertatapan setelah cukup lama berciuman mesra. mata merah Nanda terlihat jelas jika laki-laki tersebut sedang menahan gairah nya yang sudah membuncah .sebalik nya Dona pun juga merasakan hal yang sama.setelah beberapa bulan tidak pernah lagi merasakan sensasi hebat ini.tanpa di komando oleh siapapun.kedua nya kembali saling menyesap satu sama lain.kali ini Dona sudah mulai berani menggigit bibir bawah Nanda membuat lelaki tersebut mengerang membuka mulut nya lebar-lebar.
Nanda yang sudah tidak tahan lagi langsung membalikkan tubuhnya menjadi di atas sedangkan Dona sudah berpindah ke arah bawah.
Setelah beberapa tahun menduda, akhirnya malam ini Nanda pecah telor juga di bawah kuasa Dona.wanita yang sudah lama dia harapkan kedatangan nya dalam hidup nya.
Suasana kamar yang awal nya hening berubah menjadi ramai dengan suara dewasa milik mereka berdua.
Nafas kedua nya tersengal-sengal dengan tubuh yang bermandikan keringat.Nanda yang masih merasa kurang lama terus mengajak Dona memadu kasih hingga wanita nya benar-benar tak punya tenaga lagi untuk melayani nafsu yang sudah lama mati di makan oleh status.
__ADS_1
Cup... Kening dan seluruh wajah Dona di kecup mesra oleh Nanda hingga menimbulkan bunyi yang begitu kuat.
Nanda lalu merapikan rambut Dona yang sudah berantakan sehingga menutupi wajah cantik natural yang dia miliki selama ini.
Terakhir Nanda menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua yang masih bermandikan keringat hasil olahraga malam ini.
" Terimakasih istri ku." ucap Nanda kembali mengecup kening Dona.
Hanya anggukan kepala yang diberikan oleh Dona dan sedetik kemudian langsung menenggelamkan wajah nya di pelukan sang suami.
" Kamu sudah lelah sekali ya sayang? Apa sakit sekali?" tanya Nanda khawatir.
Dan lagi-lagi hanya anggukan kepala yang di berikan oleh Dona sebagai jawaban atas pertanyaan tadi.
" Maafkan Aku yang terlalu bersemangat dan masih meminta tambahan." Nanda semakin mengeratkan pelukan nya.meskipun bersentuhan langsung seperti ini sudah membuat pusaka nya menegang.tapi Bram berusaha mengontrol diri karena tidak tega melihat wajah lelah dari istri nya.
Dona yang sadar jika ini merupakan salah satu tugas nya sebagai seorang suami hanya diam tanpa memberikan respon apapun.tubuh yang sudah lelah membuat dia lebih muda menemui kantuk nya hingga pada akhirnya Nanda hanya mengoceh sendirian tanpa mendapatkan balasan dari sang istri.
" Sayang!" Nanda hanya bisa geleng-geleng kepala ketika melihat tingkah laku sang istri yang tidur tanpa berpamitan kepada dia.
" Tidur lah yang nyenyak.maafkan Aku yang sudah membuat Kamu lelah seperti ini." gumam Nanda lirih merapikan selimut lalu ikut menyusul sang istri masuk ke alam mimpi nya.
" Lakukan lah dan pasti kan dia bangkrut besok pagi,langkah selanjutnya nanti tunggu perintah dari Nanda saja.mau bagaimana pun juga Nanda lah yang berhak memberikan dia hukuman atas apa yang sudah dia lakukan kemarin." ujar Pak Hutomo yang masih betah duduk di atas ranjang meskipun jam didinding kamar sudah menunjukkan angka 23.15 wib.
" Baiklah,segera kabari Saya jika ada informasi terbaru."titah Pak Hutomo masih betah pada lamunan panjang nya.
Begitu sampai di dalam rumah nya.Bram kembali melempar kasar pot bunga yang ada di teras depan.membuat Bu Wati dan juga Pak Slamet yang kebetulan tengah duduk di meja makan terperanjat kaget,kemudian langsung berlari keluar rumah untuk melihat siapa yang sudah membuat kekacauan tersebut.
" Kamu kenapa lagi Bram?" tanya Bu Wati cemas.
Melihat wajah kusut dan urat menegang yang menonjol keluar di wajah putra nya.membuat Bu Wati mengerti jika saat ini putra nya sedang menghadapi masalah serius.
" Hutomo adalah dalang di balik hancur nya perusahaan ku ,Bu!" ucap Bram lantang penuh emosi.Jefri sang asisten pribadi baru saja mengabari nya jika pembatalan sejumlah kerja sama perusahaan asing juga ada keterlibatan tangan Hutomo di dalam nya.entah bagaimana cara nya pria renta itu melobi rekan bisnis Bram sehingga mereka dengan begitu mudah menolak kerja sama yang di tawarkan dari perusahaan Bram.
" Pak Hutomo pengusaha kaya raya itu?" tanya Pak Slamet memastikan.
Bram hanya mengangguk kan kepala karena apa yang di ucapkan oleh ayah nya benar ada nya.
__ADS_1
" Dia juga mertua dari Dona.cucu nya sudah resmi menikah dengan Dona tadi pagi." imbuh Bram lirih membuat bola mata Pak Slamet ingin melompat dari tempat nya.tak bisa terbayang kan oleh Pak Slamet bagaimana indah nya hidup mantan menantu yang dia sia-sia kan selama ini.akan kah Dona membalaskan semua dendam nya kepada mereka berdua?
" Kamu serius? Mana mungkin orang kaya dan punya latar belakang yang jelas mau sama Dona yang yatim piatu itu.mereka pasti malu untuk memperkenalkan sosok Dona kehadapan publik." Bi Soidah yang sedang menonton di belakang langsung bersorak gembira ketika melihat berita tentang pernikahan Dona bersama Bram.
Bu Wati yang ingin bermaksud meminta Bi Soidah untuk memelankan suara nya di buat tercengang dengan apa yang dia lihat saat ini.
" Ini mimpi kan Bi?" tanya Bu Wati menepuk kedua pipi nya secara bergantian.
" Ini teh benaran terjadi Bu! Bu Dona sudah menikah lagi dengan pria tampan dan juga kaya raya." tegas Bi Soidah membuat Bu Wati langsung murka dan mematikan televisi tersebut lalu membawa serta remote ke ruang tamu agar Bi Soidah tidak lagi bisa menonton televisi tersebut.
Bu Wati yang kembali dengan wajah cemberutnya membuat Pak Slamet akhirnya membuka suara untuk menanyakan sesuatu.
" Kamu kenapa seperti itu Bu?" tanya Pak Slamet curiga.
" Tadi Ibu nggak sengaja melihat Bi Soidah menonton berita di televisi.Ayah tahu nggak! Wajah Dona dan kedua anak nya memang kelihatan jelas dalam pernikahan itu.bahkan wanita miskin itu sudah menggunakan kebaya mahal dan juga perhiasan mahal." adu Bu Wati membuat Pak Slamet terbatuk-batuk karena kaget.
" Jadi si Dona benar-benar sudah menikah lagi? Pakai pelet apa dia sampai bisa memikat pengusaha kaya dari keluarga Hutomo?"
" Apa karena itu juga mereka menghancurkan perusahaan Kamu itu? Apa semua atas permintaan Dona?" tanya Pak Slamet mulai mengaitkan satu persatu kejadian yang terjadi kepada Putra nya.
" Lebih tepatnya begitu,tapi semalam Aku juga sudah membuat kesalahan terbesar sehingga membuat Hutomo marah besar dan sejak tadi malam bahkan perusahaan ku langsung goyang di tempat tanpa bisa melakukan apapun."
" Jaga sikap Ayah sama Ibu nanti jika sewaktu-waktu bertemu dengan Dona dan juga kedua anak kami.jangan sampai Ibu sama Ayah juga mendapatkan balasan atas apa yang sudah ibu perbuat kepada Dona." ujar Bram memberi tahu agar kedua nya lebih waspada lagi ke depan nya.
" Memang nya apa yang sudah Kamu lakukan sehingga membuat Pak Hutomo murka.?" tanya Bu Wati serius dan sedetik kemudian wajah nya langsung pucat pasi ketika mendengar penjelasan dari mulut Bram.
" Kamu ini sudah buta atau bagaimana sih? Wanita jelek dan nggak jelas asal-usulnya masih saja Kamu kejar.terus apa yang harus di lakukan untuk menyelamatkan perusahaan mu itu."Bram hanya bisa tersenyum pahit .
" Ini sudah sering terjadi di Dunia bisnis Bu! Nggak ada yang bisa Aku lakukan selain hanya bisa pasrah." jawab Bram merendahkan suara nya
Hening sejenak.
Ketiga manusia tersebut tengah sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
" Aku mau ke kamar dulu." pamit Bram lalu diam-diam menelpon kedua ipar nya agar mau memberikan dia bala bantuan.
Namun Bram kembali harus menelan kekecewaan karena Kedua ipar nya sama sekali tak berani membantu karena takut mendengar Nama besar Hutomo.
__ADS_1
" Sial...Hutomo..Awas aja nanti jika perusahaan ku hilang begitu saja." teriak Bram kencang sambil meninju tembok kamar mandi.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍😍