Ayah!Jangan Berpisah Dengan Ibu,Kembali Lah

Ayah!Jangan Berpisah Dengan Ibu,Kembali Lah
Bab 22


__ADS_3

Pagi ini kebetulan Dona ada kelas pagi dan setelah makan siang nanti baru akan berangkat ke rumah sakit melaksanakan tugas mulia nya yang merupakan impian nya sejak kecil.


Dona tersenyum pilu menatap beberapa calon mahasiswa yang ingin konsultasi dengan di temani ayah dan ibu mereka yang lengkap.tidak bisa dia bayangkan bagaimana nasib putri nya ke depan karena nyata nya hubungan mereka sudah tak sebaik dulu lagi.


Dona merasa bersalah sudah membuat kedua nya terjebak dalam perpisahan yang terjadi di antara dia dan juga mantan suami nya.tapi untuk tetap bertahan rasa nya juga sangat sulit karena kesabaran yang di miliki nya tidak lah seperti apa yang di bayangkan oleh semua orang.


Kedua anak nya tentu sudah bisa merasakan kehilangan di dalam hati mereka masing-masing.hanya saja kedua nya terlalu pandai untuk menyimpan semua rasa itu demi melihat dia bahagia.tapi sebagai seorang ibu tentu saja dia juga ingin melakukan yang terbaik untuk kedua putri nya.


Apakah harus dengan memberikan sosok ayah baru sebagai pelengkap hidup untuk mereka bertiga? Rasa nya sangat tidak mungkin karena di zaman sekarang tidak ada pria yang mau menikahi janda terlebih lagi janda yang sudah memiliki dua orang anak gadis.dan tentu akan menghabiskan banyak biaya untuk membesarkan mereka hingga sukses nanti.


Dona dengan cepat menggeleng kan kepala nya dan kembali melanjutkan perjalanan nya menuju ke kelas setelah mengambil sebuah brosur yang akan dia berikan kepada Alena nanti nya.


Sementara Bram yang sudah sampai di tempat tujuan nya. langsung mengajak staf kantor nya untuk segera langsung mengecek proyek besar yang sedang di kerjakan oleh cabang perusahaan nya.Bram yang duduk di bagian belakang kembali menyalakan ponsel genggam nya setelah sempat beberapa jam dia nonaktifkan dari peredaran nya.


Monik tampak mengirim dia banyak pesan dan tidak lupa beberapa panggilan yang tidak di Jawab.ada juga sang Ibu dari kampung yang menghubungi nya.sedangkan satu pun pesan balasan dari kedua putri nya belum juga masuk ke layar ponsel nya membuat Bram mendesah panjang menetralkan sekelumit beban yang ada di kepala nya saat ini.


Ketika dia membuka kedua mata nya dan sopir yang ada di bagian depan memberi instruksi bahwa mereka sudah sampai di tempat tujuan.Bram hanya berdehem dan detik berikutnya langsung tersentak ketika melihat seorang ibu sedang menggendong anak balita sambil membawa dagangan di kedua tangan nya.


" Mama..." gumam Bram lirih dengan rasa tidak percaya nya.namun sudah berulang kali dia menggosok mata nya wanita itu masih sama persis seperti mertua nya yang datang di hari pernikahan mereka beberapa bulan yang lalu dan menurut penuturan istri nya ada di ibu kota saat ini.Bram memang tidak pernah bertemu lagi setelah menikah karena Monik selalu beralasan jika kedua orang tua nya sibuk mengurus bisnis mereka yang baru saja berkembang pesat dan tidak punya waktu untuk sekedar makan malam bersama.

__ADS_1


Bram segera turun dari mobil dan menatap sosok mertua nya yang sedang membuang muka tidak ingin bertemu dengan dia.lalu dengan cepat membalikkan tubuhnya dan bersiap-siap ingin menghindari Bram yang seperti nya sudah paham apa yang sebenarnya sudah terjadi kepada istri dan juga mertua nya.


Bram memerintahkan semua staf nya untuk masuk ke dalam kecuali asisten pribadi nya karena dia sangat membutuhkan bantuan dari pria tersebut.


" Hei Mama Widya...Maaf jika Aku mengganggu waktu Mama.Aku harap!Mama bisa berkata jujur dan akui siapa Kamu sebenarnya?" Bram menahan pergelangan tangan wanita yang terlihat gemetar dan menunduk kan kepala nya.di belakang punggung nya ada anak balita yang sedang memakan kerupuk dari tangan kanan nya.


Penampilan nya sangat berbeda sekali dengan waktu itu dan tidak ada lagi perhiasan atau makeup mahal yang melekat di tubuh nya.


Wanita paruh baya itu menelan saliva nya dan tetap berusaha kabur.namun sayang nya pergelangan tangan nya terlalu kuat di pegang oleh Bram dan dia merasa hari ini adalah akhir dari semua drama yang sudah dia mainkan.


" Lama tidak berjumpa Ibu Widya? Bagaimana keadaan bisnis anda bersama suami anda yang bernama Pak Rian itu?" sindir Bram yang terpaksa menunda pekerjaan nya karena ada hal yang tidak kalah penting yang harus dia selesaikan saat ini juga.


" Jawab saja yang sejujurnya dan Aku jamin rahasia Kamu aman, begitu juga dengan keamanan kalian berdua. " imbuh Bram meyakinkan wanita tersebut hingga akhir nya mengangkat wajah nya sambil mengangguk kan kepala nya dengan perlahan sebagai tanda setuju atas apa yang di tawarkan oleh Bram kepada diri nya.


Bram bersama asisten pribadi nya langsung mengajak wanita tersebut masuk ke dalam mobil dan hanya mereka bertiga yang bisa mendengar apa yang seharusnya menjadi sebuah rahasia.


Bram di buat melongo dan sesak nafas mendengar semua kebohongan yang di rekayasa oleh istri yang sempat membuat dia lupa dunia nya sendiri.sedikit pun mata Bram dan telinga nya tidak berkedip menunggu penjelasan itu sampai tuntas dan Asisten pribadi yang berada di kursi depan sudah merekam semua nya di layar ponsel sebagai bukti untuk melumpuhkan Monik nanti nya.


Bram memijit pelipisnya yang semakin membuat kepala nya terasa tertimpa beban berat.entah apa yang akan dia lakukan nanti nya kepada Monik yang sudah begitu tega membohongi dia dan juga keluarga besar nya.

__ADS_1


" Apa Kamu sudah memerintahkan anak buah Kamu untuk mengikuti kemana Monik akan pergi? Kalau perlu cek juga tempat karaoke atau tempat hiburan lain nya.Aku harus punya banyak bukti untuk membuat dia jera dan memberi dia pelajaran yang sangat berat dan tidak akan bisa dia lupakan seumur hidup nya." ucap Bram kepada asisten nya yang sebenarnya sejak dulu juga tidak pernah setuju dengan hubungan yang terjalin antara Bram dan juga Monik.namun sebagai seorang bawahan,tentu nya pria tersebut tidak punya kuasa penuh untuk menghentikan semua perselingkuhan yang terjadi karena dia bekerja untuk Bram dan akan selalu patuh ketika Bram memberikan perintah sekali pun harus berbohong kepada Dona yang waktu itu merupakan sosok penyelamat hidup nya.


" Sudah Tuan, sebentar lagi mungkin mereka akan memberikan kita kabar yang sangat mengejutkan." jawab nya yang memang sudah mengetahui bagaimana trek record Monik selama ini dan bahkan dia sendiri pernah bertemu dengan Monik tanpa sengaja di saat wanita tersebut sedang asyik pesta **** di sebuah kolam renang di Bali bersama teman-teman sosialitanya.


Bram yang sedang banyak pikiran akhirnya memilih kembali ke kamar hotel dan membiarkan asisten pribadi nya mengantar wanita ini ke sebuah tempat yang cukup aman dan tidak akan mampu di usik oleh Monik.


" Ternyata Kamu bukan hanya pelacur yang menjajakan tubuh mu ...Tapi juga pembual andal yang cukup layak untuk di perhitungkan." gumam Bram dengan raut wajah kecewa nya.


Bram lalu mengeluarkan ponsel nya dan meminta asisten nya untuk segera memblokir seluruh kartu ATM yang tersisa di tangan istrinya.kali ini dia tidak bisa tinggal diam lagi dan Monik harus mendapatkan ganjaran atas apa yang sudah dia lakukan selama ini.


" Kamu bukan hanya takut tubuh mu rusak karena hamil.tapi ternyata rahim mu sudah tidak ada lagi karena kesalahan mu sendiri." Bram meninju sebuah kaca meja rias yang ada di kamar nya sampai retak dan berjatuhan di atas lantai.


Semua rahasia besar istri nya ternyata tersimpan rapi kepada wanita ini dan bodoh nya Bram tidak pernah curiga sedikitpun dengan semua alasan yang di berikan oleh istri nya untuk meyakinkan dia yang waktu itu sedang bucin parah dan hanyut dalam goyangan ranjang di berikan oleh Monik.


" Sia-sia Aku melakukan semua nya hanya untuk menyelamatkan hidup manusia serakah seperti dia." teriak Bram yang kembali di buat semakin sakit hati ketika satu persatu pesan yang di kirim oleh Asisten pribadi nya menampilkan wajah Monik yang sedang bersama beberapa orang pria dalam waktu yang berbeda.termasuk juga rekaman saat mereka di tempat karaoke dan hotel segala macam nya.


Bram terduduk pasrah dengan senyuman miring yang tercetak di bibir nya.wajah pria ini jelas saja menampilkan sejumlah penyesalan yang tidak bisa dia jelas kan lagi.dia semakin bingung untuk menjelaskan semua nya kepada kedua orang tua dan juga keluarga yang ada di kampung.


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2