Ayah!Jangan Berpisah Dengan Ibu,Kembali Lah

Ayah!Jangan Berpisah Dengan Ibu,Kembali Lah
Bab 25


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu.semenjak makan malam spesial itu selesai.kini hubungan antara Dona dan juga Nanda semakin serius saja dan setiap detik menciptakan momen yang begitu berharga untuk Dona dan juga kedua putri nya.Nanda yang sudah tidak sabar lagi ingin meminang Dona langsung mengajak wanita tercinta nya untuk segera menikah.Dona yang juga tidak ingin terlalu lama menjalin hubungan yang akan berakhir dengan fitnah dan berita buruk segala macam nya.akhir nya menerima ajakan Nanda dan saat ini kedua nya tengah sibuk mempersiapkan hari spesial tersebut.


" Sayang! Kamu sudah sampai di rumah sakit belum?" pesan yang di kirim oleh Nanda kepada Dona.


" Sudah Mas! Ini lagi di parkiran dan mau jalan ke dalam rumah sakit.mau makan di ruangan Aku atau di ruangan Kamu saja?" balas Dona dengan susah payah karena sambil menenteng plastik makanan di tangan nya. meskipun menjalin hubungan spesial dengan pemilik rumah sakit ini tapi Dona memilih menutupi semua hubungan mereka hingga nanti hubungan mereka benar-benar sudah sah dan menjadi kabar yang sangat mengejutkan untuk semua orang yang bekerja di rumah sakit ini.


" Di ruangan Kamu saja.Aku tunggu di sana ya sayang." balas Nanda sudah bersiap-siap ingin turun dan menyambut kedatangan wanita tercinta nya.


Nanda yang sudah punya kuasa lebih di rumah sakit ini langsung saja menerobos masuk ke dalam ruangan Dona dan memilih duduk di sofa sambil mengecek pekerjaan di layar ponsel nya.5 menit kemudian Dona baru saja sampai dan masuk sambil tersenyum menatap wajah pria yang setiap hari memberikan dia kejutan yang begitu indah dan sulit untuk di lupakan.siapa sangka baru beberapa hari dekat dan menjadi sepasang kekasih.Nanda setiap pagi selalu mengirim bucket bunga dengan kata-kata manis nya yang membuat Dona terbang melayang.


" Assalamualaikum Mas." ucap Dona masuk dan menutup kembali pintu ruangan nya agar tidak terlihat oleh orang lain.


Nanda yang awal nya masih fokus dengan layar ponsel nya langsung meletakkan nya di atas meja dan melihat ke arah Dona yang sudah semakin dekat.


" Wa alaikum salam sayang,capek ya?" tanya Nanda sambil mengelap keringat yang membasahi kening Dona.


" Nggak kok Mas, sudah ayok kita makan dulu Mas,Aku setengah jam lagi ada visit." ajak Dona mulai menyiapkan semua makanan yang dia beli dan terlebih dahulu mengambil kan untuk Nanda.


Pria tersebut langsung berbinar ketika melihat semua makanan yang di beli oleh calon istri nya merupakan makanan kesukaan nya dan wanita ini selalu memperdulikan dia.


" Jauh dong sayang kalau mampir beli ini." ujar Nanda karena tahu makanan favorit nya ini hanya ada di sebuah tempat yang berbeda arah dengan tujuan Dona saat ini.


" Aku tadi sekalian beli buku sama Vitamin untuk anak-anak yang sudah habis Mas.nggak jauh sih kalau di nikmati perjalanan nya." Nanda menggosok lembut kepala Dona yang selalu bisa membuat hati nya bergetar.sikap lembut dan mandiri Dona membuat Nanda semakin mencintai nya dan tidak akan pernah membiarkan wanita ini lepas dari tawanan nya.


" Baiklah Permaisuri.ayo kita mulai makan nya." sesekali Nanda juga menyuapi Dona menggunakan sendok yang sama seperti yang dia gunakan.kedua nya sudah seperti ABG yang sedang bucin parah dan Nanda benar-benar nggak bisa berada terlalu jauh dari Dona.jika sudah seperti itu,satu jam sekali Nanda akan menghubungi Dona dan menanyakan kabar calon istri nya sedang apa dan bersama siapa.entah karena trauma masa lalu atau karena rasa takut kehilangan Dona yang begitu sangat di cintai nya.


Di saat kedua nya menikmati makanan,tidak ada pembicaraan sama sekali karena kedua nya sama-sama fokus dengan makanan mereka masing-masing.


Setelah makanan mereka habis,Dona langsung pamit untuk mengerjakan sholat Zuhur, sementara Nanda yang sudah selesai menunaikan tugas nya tetap menunggu di sofa sambil fokus kembali dengan layar ponsel nya.


" Aku pamit ke kantor sekarang ya sayang,ada meeting yang harus Aku ikuti dan mungkin akan sampai malam berada di sana." ucap Nanda menyimpan ponsel di saku celana bahan nya.


" Iya Mas,Aku juga sudah mau tugas lagi, hati-hati ya kerja nya."


" Iya ,nanti pulang nya hati-hati bawa mobil.kalau capek nantik telpon Aku saja dan Aku akan mengirim Pak Surya untuk menjemput Kamu.maaf kan Aku yang nggak bisa menjemput Kamu karena harus segera menyelesaikan pekerjaan.nanti kita akan libur bersama setelah resmi menikah." Nanda yang sudah tidak tahan ingin mengecup kening Dona langsung nyosor begitu saja membuat Dona membulat kan mata nya .


" Mas! Ihh...Nggak minta izin dulu ya." tegur Dona mengerucutkan bibirnya.


Nanda yang melihat tingkah lucu calon istri nya langsung terkekeh geli.


" Maaf sayang,udah mau halal juga kan sebentar lagi." ledek Nanda mengacak gemas rambut Dona.


" Semua nya sudah lengkap dan tadi siang sudah di antar sama asisten Aku .kita tunggu satu hari lagi dan besok Kamu sudah harus menyiapkan gaun pengantin nya dan gaun untuk kedua putri kita." imbuh Nanda memberitahu.

__ADS_1


" Iya Mas.kayak nya besok siang aja karena pagi Aku masih ada dua kelas mengajar.Kamu juga ikut kan ke butik nya?"


Nanda tersenyum sambil mengangguk kan kepala.kedua nya berpisah detik itu juga dengan Nanda yang keluar terlebih dahulu dari dalam ruangan Dona dan 5 menit kemudian di susul oleh Dona yang sudah memakai jas kebanggaan nya.


Tanpa Dona sadari ada dua orang dokter dan 4 orang perawat yang menyaksikan kejadian ini dari kejauhan.kasak- kasuk hubungan antara Dona dan Nanda mulai menyebar luas seantero rumah sakit tanpa bisa di cegah oleh siapapun.


Dona yang belum sempat membuka layar ponsel nya sama sekali tidak menyadari bahwa saat ini dirinya menjadi trending topik di grup rumah sakit.


" Memang nya bener ya Dokter Dona punya hubungan khusus sama Pak Presdir?" tanya seorang perawat perempuan kepada Dokter yang merupakan sahabat dekat Dona di rumah sakit.


" Saya juga nggak tahu pasti! Karena Dona merupakan tipe wanita tertutup dan tidak bisa terbuka kepada orang lain." jawab Dokter itu tidak ingin terlalu jauh ikut campur.karena dia tahu siapa yang sedang dia bicarakan saat ini.


" Beruntung banget ya Dokter Dona,lepas dari suami nya yang biasa saja kemudian jatuh ke pelukan pria tampan dan juga kaya raya seperti Pak Presdir."


" Dokter Dona pakai apa sih? Bisa menaklukkan pria tegas dan pendiam seperti Pak Presdir ."


" Ja-ngan -jangan Dokter Dona nya bercerai karena mereka punya hubungan terlarang lagi."


" Hust.. Jangan sembarangan ngomong Kamu! Nanti kalau Dokter Nanda dengar bisa berabe loh." tegur teman nya ketika merasa bahwa tuduhan itu terlalu keliru.


" Dokter Dona memang sangat cantik,dan sangat cocok untuk Dokter Nanda yang juga sangat sempurna."


" Tapi Aku curiga sama Dokter Dona.pantesan saja selama ini posisi nya selalu aman dan seperti nya mendapatkan perlakuan khusus dari pihak manajemen."


Akhirnya mereka semua terpaksa bubar karena tidak ingin terekam oleh Cctv ruang IGD dan membuat karir mereka berhenti sampai di sini.namun sayang sekali apa yang mereka bahas tadi sudah terlanjur masuk ke ponsel milik Nanda yang di kirim khusus oleh tangan nya di rumah sakit.


" Akan Aku bungkam mulut kalian semua! Dan untuk kalian yang sudah berani menghina Dona dan berpikir buruk tentang wanita ku, bersiap-siap lah untuk mendapatkan pembalasan nya." batin Nanda dengan tatapan mata tajam nya.


Monik yang sudah tidak tahan lagi terkurung di dalam rumah tanpa punya sepeserpun uang di tangan nya hanya bisa mengoceh tanpa henti.bahkan wanita ini sampai rela meminjam uang Bi Soidah hanya demi ingin bertemu teman kencan pria nya.Bi Soidah yang awal nya sudah menolak permintaan Monik hanya bisa pasrah ketika wanita ini mengacak seluruh isi kamar nya dan berhasil menemukan uang simpanan yang sengaja dia simpan di bawah kasur sebagai bekal dia pulang kampung nanti.Bi Soidah yang tidak ingin hasil kerja keras nya hilang begitu saja langsung melaporkan kejadian ini kepada Bram sehingga membuat Bram kembali meradang dan tidak habis pikir dengan tingkah istri nya itu.


" Sampai kapan lagi Aku harus seperti ini? Kepada siapa Aku harus meminjam uang." teriak Monik di dalam kamar nya dan tanpa menyadari jika Bram sudah sampai di rumah mereka setelah seminggu lebih fokus mengerjakan proyek baru nya dan memilih mengabaikan Monik dengan sengaja mematikan ponsel genggam nya.


" Aku nggak betah diam begini,mana Bimo sejak tadi nelpon minta ke tempat biasa lagi."


Brak...


Bram yang sudah tidak tahan lagi mendengar semua drama yang di lakukan oleh istri cantik nya itu langsung menendang pintu dengan begitu keras nya.


Semua bukti perselingkuhan Monik bersama beberapa teman pria nya berhamburan di depan wajah wanita yang masih terlihat syok dengan kedatangan suami nya yang menurut dia sangat mendadak sekali.


" Sayang...Aku kangen...Kamu kemana saja dan kenapa ponsel mu nggak pernah aktif pas Aku hubungi." Monik merengek manja dan bersiap-siap memeluk tubuh Bram.namun sayang nya pria tersebut langsung mendorong tubuh nya dengan begitu kuat hingga jatuh mencium lantai marmer kamar mereka.detik itu juga Monik langsung membulat kan kedua bola mata nya ketika baru menyadari jika kertas yang berhamburan itu adalah gambaran diri nya yang sedang tidak memakai busana bersama lelaki lain.


" Sial! Dari mana dia tahu semua ini." geram Monik dengan rasa takut nya.

__ADS_1


" Aku harus cari cara untuk meyakinkan Mas Bram! Sebelum aset berharga ku benar-benar lenyap begitu saja."


Bram yang tidak ingin lagi mendengar pembelaan yang keluar dari mulut Monik langsung berteriak memanggil Bi Soidah untuk segera naik ke lantai atas.


" Bereskan semua pakaian dia kedalam koper Bi! Jangan biarkan ada satu pun yang tertinggal di sini.kecuali perhiasan dan juga barang bermerk lain nya wajib tinggal dan tidak boleh dia bawa keluar dari rumah ku."teriak Bram murka membuat Monik semakin kebingungan untuk mencari jalan menyelamatkan diri nya saat ini.


" Sayang... Dengerin Aku dulu,Aku bisa jelaskan semua nya dan ini tidak seperti yang Kamu lihat." ucap Monik memohon sambil berlutut di hadapan Bram yang sedang memainkan ponsel nya.selama berada di luar kota.Bram bukan hanya sekedar menyelesaikan pekerjaan nya saja.tapi juga berkonsultasi dengan sahabat terbaik nya yang juga merupakan seorang psikolog handal di daerah tersebut.setelah berpikir cukup matang dan sampai membuat kualitas tidur nya berkurang drastis.Bram akhirnya mengambil sebuah keputusan karena sudah tidak punya kekuatan lagi untuk mempertahankan wanita yang suka berbohong dan menjajakan diri nya kepada semua lawan jenis.


" Pasti ada seseorang yang sedang tertawa melihat pertengkaran kita saat ini.dia sengaja mengedit foto ku karena tidak ingin melihat kita hidup bahagia sayang.Aku yakin kalau ini pasti ulah mantan istri mu sayang,dia pasti iri sama Aku dan masih berharap bisa kembali bersama Kamu." Monik terus saja berceloteh panjang lebar hingga teriakan keras milik Bram kembali menggema di kamar yang sangat luas ini.Bi Soidah yang hendak menutup koper milik Monik langsung terjingkat kaget sambil beristighfar di dalam hati nya.


" Sudah saatnya wanita jahat mendapatkan karma dari apa yang dia perbuat selama ini, selamat menikmati masa kehancuran mu wanita serakah dan kejam." batin Bi Soidah sambil menyeret dua koper di tangan nya.


" Stoppp." teriak Bram membungkam mulut Monik yang masih saja ingin menyalahkan Dona atas kesalahannya sendiri.Bram yang tidak terima nama Dona di sangkut paut kan ke dalam masalah rumah tangga mereka langsung mengayunkan tangan nya di depan wajah Monik sebanyak dua kali dan membuat bibir Monik mengeluarkan darah segar.


" Aku sudah tahu semua nya dan tidak perlu menyusun kebohongan lain untuk menyelamatkan diri mu.Aku juga tahu bahwa Widya dan Rian bukan lah orang tua kandung mu karena sebenarnya Kamu dari kecil di besar kan di panti asuhan yang ada di kota malang." Monik semakin kelu untuk berucap.dia tidak habis pikir dengan kemampuan suami nya yang bisa mengetahui semua nya setelah dinas ke luar kota.


" Apa Kamu membohongi ku Mas,Kamu sedang menyelidiki ku tapi dengan membuat alasan seolah-olah Kamu kemarin itu pergi ke luar kota?" tanya Monik heran.


" Untuk Apa Aku membuang-buang waktu berharga ku untuk menyelidiki kebusukan mu.Aku tidak pernah punya niat tapi bukti itu sendiri yang datang membuka mata dan juga hati ku.keluar dari rumah ini sebelum Aku berubah pikiran untuk menelpon polisi dengan tuduhan penipuan dan pemalsuan identitas." ancam Bram membuat Monik semakin ketar-ketir.


Monik menggeleng tidak percaya sambil mengeluarkan air mata ketakutan nya.ketakutan kehilangan kemewahan yang selama ini sudah sangat memanjakan dia.kehilangan teman sosialitanya karena tahu jika saat ini dia sudah kembali miskin dan tidak tahu akan tinggal di mana lagi.dan terakhir ketakutan jika nanti Bram benar-benar menepati ucapan nya untuk menuntut dia sampai ke meja hijau.


" Detik ini juga! Aku Bramantyo Diningrat menjatuhkan talak kepada Kamu Monica Larasati." ucap Bram dengan begitu sadar dan semakin merasa jijik jika harus berdekatan dengan wanita yang sudah resmi menjadi mantan istri nya.


" Keluar..." teriak Bram mengarahkan jari telunjuk ke arah pintu.


" Mas...Aku mohon jangan lakukan ini kepada Aku! Aku ..Janji akan berubah dan tidak akan mengulangi lagi kesalahan ku.Aku janji akan menjadi istri yang baik untuk Kamu." Monik kembali bersujud mengiba di kedua kaki Bram.namun sayang nya Bram yang sudah terlanjur merasa kecewa dengan banyak nya jumlah lelaki yang menjadi teman kencan istri nya tetap pada keputusan nya dan pantang menarik kembali kata talak yang sudah di ucapkan tadi.selama ini dia benar-benar tertipu oleh kebusukan Monik yang bermain begitu licin seperti seekor induk belut.


Berulang kali dia berusaha menyangkalnya tapi nyata nya bukti yang ada di tangan nya semakin menguatkan dugaan nya berikut juga dengan video secara langsung yang di rekam oleh anak buah nya.


" Bawa ini sebagai kenang-kenangan indah untuk mu." Bram langsung mengirim 3 bukti video ke ponsel Monik membuat biji mata Monik terasa mau lepas dari tempat nya.


" Sial." dalam situasi genting seperti ini.wanita yang berusia 26 tahun ini masih saja sempat mengumpat diri nya sendiri dengan menggunakan kata kotor.


Bram langsung menutup pintu kamar nya dengan begitu kuat setelah memerintahkan dua orang anak buah nya untuk menyeret paksa Monik keluar dari rumah ini dengan tanpa membawa satu pun benda berharga yang tersusun di dalam lemari kamar nya.bahkan tas yang dia kenakan saat ini tidak lagi punya penghuni lain kecuali ponsel nya sebatang kara.


" Apa ini balasan yang harus Aku terima atas apa yang sudah Aku lakukan kepada Dona." gumam Bram terduduk lesu di pinggir ranjang tempat tidur nya.


" Semoga saja mereka masih mau memaafkan Aku dan bisa bersama seperti dulu lagi."


" Mbak! Adek ! Ayah kangen kalian berdua." air mata penyesalan jatuh begitu saja meruntuhkan keras nya dinding pertahanan Bram selama ini.bahkan ini kali pertama nya dia menangis meratapi kesalahan nya di masa lalu setelah sempat tertawa dan bahagia di atas penderitaan seorang wanita yang dulu menemani dia dari nol sampai bisa sesukses sekarang.


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2