
Semua nya sedang berkumpul di sebuah ruangan tunggu sambil menunggu giliran untuk mencoba seragam keluarga yang sudah mereka pilih.di saat mereka tengah asyik berbincang sambil tertawa puas mendengar celetukan receh Alena.pintu tempat mereka beristirahat tiba-tiba saja di ketuk dari luar dan masuk lah seorang pegawai butik yang mengatakan jika ada teman Dona yang sudah datang bersama suami nya.
Dona dan Nanda akhirnya keluar dari ruangan tersebut dan melihat dari jauh jika saat ini Marwa sudah mulai memilih baju yang akan dia kenakan nanti bersama suami nya.
" Wa! Maaf ya sudah merepotkan Kamu." ucap Dona sambil cipika-cipiki dengan sahabat baik nya. Dan tidak lupa juga menyapa Dikki yang juga merupakan Abang angkat nya setelah Marwa dan Dikki resmi menikah.
" Apa Aku pernah marah untuk hal itu?" tanya Marwa sambil tersenyum.dan Dona refleks menggeleng kan kepala nya.
Semua pengunjung toko baju ini sengaja di minta keluar karena Nanda sudah membooking nya sampai mereka selesai nanti.Pak Hutomo dan kedua cicit nya memilih tetap di ruangan tersebut sambil mengambil gambar mereka bertiga yang akan dia pamerkan nanti kepada sahabat atau rekan bisnis nya.memiliki dua orang cicit cantik jelita dan baik hati serta tutur bahasanya merupakan kebanggaan tersendiri bagi Pak Hutomo.walaupun kedua nya bukan berasal dari benih yang di tanamkan oleh Nanda.tetapi Pak Hutomo begitu menyayangi mereka dan tak pernah membedakan mereka sedikit pun.
" Eyang! Memang nya mau di apakan foto sebanyak itu?" tanya Alena penasaran.
" Mau eyang simpan di ponsel Eyang, nanti kalau teman-teman Eyang datang ke rumah,maka akan Eyang tunjukkan kepada mereka bahwa Eyang memiliki dua orang cicit cantik dan sangat pintar." jawab Pak Hutomo membuat mata kedua gadis ini berkaca-kaca.tuhan ternyata punya garis hidup tersendiri untuk mereka berdua.di hina dan di campakkan oleh kakek -nenek kandung mereka.tapi tanpa mereka duga ada seorang pria renta datang mencurahkan kasih sayang nya tanpa batas sampai membuat kedua gadis ini larut dan bahkan melupakan hubungan yang sebenarnya kepada orang tua dari ayah mereka.
"Nanti kalau Ayah sama Ibu kalian sudah menikah! Kalian harus tinggal di rumah Eyang dan kita akan sering menghabiskan waktu bersama.Eyang janji akan selalu mengantar jemput kalian ke sekolah atau menemani kalian jalan-jalan.bahkan untuk bertemu pacar kalian nanti Eyang juga harus ikut karena mereka harus melewati Eyang terlebih dahulu sebelum mendekati cicit kesayangan Eyang." imbuh Pak Hutomo memeluk kedua gadis remaja ini dengan begitu tulus nya.para bodyguard yang merupakan orang kepercayaan Kakek menatap haru interaksi yang terjadi di antara mereka.karena selama ini yang mereka lihat dan juga mereka ketahui jika Pak Hutomo sangat kesepian dan sering menyendiri dengan menyibukkan diri membaca buku di perpustakaan rumah nya.jarang keluar rumah dan bahkan sinar matahari juga jarang menyentuh kulit Pak Hutomo karena dia terlalu menutup diri dengan nasib kehidupan keluarga nya.namun semua nya berubah 180 derajat ketika Dona bersama kedua putri nya masuk ke tengah-tengah keluarga Hutomo membawa keceriaan serta kebahagiaan yang tiada tara.
" Iya Eyang! Tapi nggak harus di temani ke pacar kita juga.malu dong Eyang!" seru Alena tidak setuju.
" Kenapa harus malu? Pokok nya siapapun yang mau dekat dengan kedua cicit Eyang harus di seleksi oleh Eyang tanpa terkecuali." tegas Pak Hutomo membuat kedua cicitnya mengangguk pasrah dengan bibir yang mengerucut runcing.
Pak Hutomo yang melihat itu semua langsung tertawa kecil sambil mengacak-acak rambut mereka dengan begitu hangat.
Sedangkan di luar ruangan sana.Dona masih tetap saja setia menemani Marwa berkeliling mencari baju atau gaun yang dia inginkan.sementara di belakang mereka kedua pria itu malah sibuk berbicara tentang bisnis dan menyerah kan semua nya kepada para wanita.
" Kalau yang ini bagus nggak Na?" tanya Marwa ketika mata nya menangkap bayangan Dress selutut yang begitu indah dengan warna kesukaan nya.
" Bagus! Nggak sia-sia Aku nemenin Kamu jalan sampai sejauh ini." ledek Dona membuat Marwa menatap tajam ke arah nya.
Gaun yang di pilih oleh Marwa sudah lengkap dengan batik lengan pendek yang akan di kenakan oleh suami nya nanti.Dikki yang sebenarnya tidak suka warna pilihan istri nya terpaksa manut dari pada terjadi drama yang tidak seharusnya mereka tonton kan kepada Dona bersama calon suami nya.
" Kami langsung pamit ya Na! Aku harus balik ke rumah sakit lagi dan Mas Dikki masih ada meeting setelah ini." ucap Marwa ketika gaun dan baju milik suami nya sudah di bungkus dan berada di tangan nya.
__ADS_1
" Yahh...Cepat banget sih Wa! Belum juga ngobrol.Kakek juga ngajak makan malam nanti di rumah." Dona terlihat lesu karena sahabat yang sulit untuk dia temui kembali harus pergi dengan alasan kesibukan nya.padahal Dona sudah seringkali memperingati sahabat nya itu untuk segera melakukan proses bayi tabung agar dia bisa segera hamil setelah dokter kandungan nya menyatakan bahwa suami Marwa mengalami masalah yang cukup serius sehingga tidak bisa memproduksi keturunan.Marwa yang sangat mencintai suami nya sama sekali tidak mempermasalahkan nya dan akan melakukan pengobatan apapun agar bisa memiliki keturunan suatu saat nanti.tapi tidak untuk sekarang karena dia masih begitu menikmati dunia nya.
" Besok deh ! Aku janji akan datang menemui Kamu! Hari ini Aku beneran sibuk Na! Nih telepon dari rumah sakit udah masuk." jelas Marwa sambil memperlihatkan ponsel yang menyala dengan nomer khusus yang di miliki oleh rumah sakit tempat dia bekerja.
" Baiklah! Awas ya kalau sampai Kamu bohong lagi." ancam Dona terdengar begitu mengerikan.
" Iya Nyonya Hutomo! Bawel." umpat Marwa berlalu sambil menggandeng tangan suami nya keluar menjauh dari posisi Dona.
Di tempat yang berbeda, tepat nya di dalam perusahaan milik Bram.ponsel milik Bram terus saja berdering nyaring dengan nama yang sama muncul di layar ponsel nya.Bram yang baru saja memulai bekerja hari ini di buat semakin pusing dan akhirnya terpaksa mengalah agar sang Ibu tidak terus menerus mengganggu ketenangan nya.
" Ya halo Bu! Ada apa?" tanya Bram ketus.
" Hei ada apa dengan Kamu? Bisa -bisa nya Kamu membentak Ibu seperti itu, mana istri mu yang susah di atur itu? Nomer ponsel nya juga tidak bisa di hubungi lagi sejak tadi malam." tanya Bu Wati terdengar begitu marah.
Bram langsung menghempaskan tubuh nya ke sandaran kursi nya ketika mendengar sang Ibu kembali menanyakan keberadaan istri yang sebenarnya saat ini sudah menjadi mantan istri nya.dia juga pasti sudah hapal maksud dan tujuan Ibu nya mencari Monik karena ingin menanyakan tentang keturunan yang sudah sangat dia harapkan sejak kemarin.
Sebelum menceritakan semua nya.Bram terlebih dahulu menarik nafas dalam-dalam dan membuang nya secara kasar sampai membuat Bu Wati semakin heran dan tidak sabar lagi menunggu penjelasan dari putra nya.
Bu Wati yang berada jauh dari hadapan putra nya langsung memegang dada nya yang terasa begitu sesak.bahkan kepala nya juga ikut-ikutan terasa pusing sampai membuat bobot tubuh nya terhuyung jauh ke depan.fakta yang di ucapkan oleh Bram sungguh mengguncang dunia serta kebahagiaan nya yang sudah terlanjur pamer kepada saudara nya di kampung sana jika saat ini Bram putra kesayangan nya sudah hidup bahagia bersama istri muda nya.
Beruntung Pak Slamet begitu cepat datang menahan tubuh istri nya agar tidak sampai tumbang menyentuh lantai ruang tengah rumah mereka.
" Menyesal juga tidak ada gunanya saat ini Bu! Andai saja dulu Bram tidak tergoda oleh wanita seperti Monik dan tidak sampai mengikuti kemauan nya untuk menikahi dia secara diam-diam.mungkin saja rumah tangga Aku sama Dona masih bertahan dan keluarga kami masih bisa tertawa bahagia bersama." ucap Bram dengan nada penyesalan nya.Pak Slamet yang penasaran apa yang sedang di bicarakan oleh istri bersama putra mereka langsung merebut ponsel tersebut dan mengaktifkan tombol pengeras suara.
" Tidak ada yang tulus dan sesempurna Dona Bu! Maafkan Bram yang sudah tua begini masih saja membuat Ibu dan Ayah malu dengan ulah Bram." ucap Bram dengan luka yang berkecamuk di dada nya.kedatangan Monik ke dalam hidup nya bukan hanya membuat dia kehilangan sosok istri spek bidadari nya.tapi juga kedua putri nya yang sudah tidak ingin lagi dia hubungi atau bahkan saling bertukar pesan.hubungan antara ayah dan anak itu benar-benar sudah pudar dan tak sehangat dulu lagi.
"Kamu tidak bersalah Bram! Monik yang sudah keterlaluan dan Ibu tidak akan pernah memaafkan dia.awas saja kalau sampai nanti Ibu bertemu dengan dia akan Ibu habisi dia dengan tangan Ibu sendiri."gerutu Bu Wati masih terus-menerus menyanjung putra kesayangan nya dan kelihatan menyimpan dendam membara kepada Monik yang sudah menipu keluarga mereka dan selingkuh dengan lelaki lain di saat Bram tengah sibuk mencari nafkah untuk nya.ingin menyesal telah merestui hubungan mereka berdua dan mencampakkan Dona dari kehidupan putra nya, tapi Bu Wati malu mengakui nya dan terpaksa melampiaskan semua nya dengan mengumpat Monik habis-habisan sampai mengeluarkan kata kotor yang begitu melukai telinga siapapun yang mendengar nya.
" Sudah lah Bram! Tidak perlu menyesali dan berlarut dalam masalah ini, Kamu itu tampan ,kaya dan punya segala nya.lebih dari Monik bisa Kamu dapat kan dan yang pasti jangan kembali lagi kepada Dona yang tidak jelas asal usulnya itu." sahut Pak Slamet agar putra nya tidak meminta rujuk kepada mantan menantu yang sangat tidak dia harapkan dan selalu dia benci ketika mereka masih bersama.dalam keadaan seperti ini saja tak ada penyesalan di wajah pria renta yang begitu angkuh ini dan hanya memandang semua nya dengan materi.bahkan dia terkesan ingin membuang jauh-jauh Dona beserta kedua anak nya dari kehidupan Bram.
" Kalau perlu nanti biar Ayah yang bantu Kamu mencari wanita yang cantik yang akan menemani hidup mu.Dona sama Monik akan kalah dengan yang akan Ayah kenalkan kepada Kamu." imbuh Pak Slamet begitu percaya diri.
__ADS_1
Bu Wati nampak mengangguk kan kepala nya dan sudah terlihat kembali ceria ketika mendengar ide yang keluar dari mulut suami nya.Bram yang sadar jika pembicaraan mereka sudah terlalu jauh langsung mengalihkan topik pembicaraan karena sejujur nya saat ini yang ada di kepala nya adalah Dona dan juga anak-anak nya.
Setelah urusan nya bersama kedua orang tua nya selesai.Bram bergegas menghubungi asisten pribadi nya untuk menanyakan tentang berkas perceraian yang dia urus sejak siang tadi.
" Aku mau dua hari lagi surat cerai itu sudah keluar dan Kamu minta mereka sendiri yang menyerahkan semua nya kepada wanita itu." pinta Bram tegas membuat asisten pribadi nya hanya bisa mengangguk lesu ketika mendengar permintaan yang begitu ambigu dan seperti nya harus menggunakan jalur alternatif agar semua nya berjalan sesuai rencana.
" Siap Bos." jawab seorang pria dari arah sana dan Bram yang sudah tidak sabar ingin melanjutkan pekerjaan nya kembali menatap fokus ke layar laptop membaca dengan teliti setiap email yang masuk ke layar laptop nya.
Nanda yang sudah selesai mengantar Dona kembali ke rumah nya .saat ini meminta sopir pribadi nya untuk kembali ke rumah sakit untuk menyelesaikan masalah yang kemarin sempat terjadi sebelum acara pernikahan mereka nanti benar-benar di laksanakan.
Begitu sampai di dalam rumah sakit milik nya.Nanda langsung meminta semua petugas yang masuk ke daftar hitam berkumpul di sebuah ruangan meeting yang biasa di gunakan oleh para petinggi rumah Sakit.
" Kalian tahu kenapa Saya mengumpulkan kalian semua di sini?" tanya Nanda dengan raut wajah tegas dan sorot mata tajam.di luar sana Nanda hanya menyisakan beberapa petugas untuk berjaga jika terjadi keadaan darurat dan mereka yang berada di luar sana sama sekali tidak terlibat dalam pembicaraan yang begitu menyudutkan Dona.
Semua nya kompak menggeleng kan kepala nya sambil menunduk kan kepala karena tidak berani menatap wajah Nanda.
" Kalian itu tenaga medis,tugas nya menyelamatkan banyak nyawa manusia bukan malah bergosip sesuka hati kalian di rumah sakit ini.Saya tidak bisa mentolerir semua ini dan perlu kalian ketahui semuanya,seharusnya kalian sudah mendapatkan surat pemecatan hari ini juga.jika bukan karena kebaikan Dona yang meminta Saya untuk tidak memecat kalian semua yang begitu jahat memfitnah dia.mungkin kalian sudah kehilangan pekerjaan dan Saya minta hentikan fitnah tidak beralasan itu terhadap Dona mulai hari ini.dan jangan lupa ucap kan terimakasih kalian kepada Calon Istri Saya yang tidak menyimpan dendam meski mulut kalian semua sudah begitu menghina kehormatan nya. " kata - kata yang keluar dari mulut Nanda langsung menampar mulut semua tenaga medis yang menggosipkan Dona kemarin.bahkan ketika Nanda mengatakan bahwa Dona adalah calon istri nya membuat semua orang terperangah dengan mata melotot.
" Kami akan segera menikah dalam waktu dekat.jangan ada lagi gosip jahat yang sampai ke telinga Saya.sekali saja kalian ketahuan membicarakan tentang Saya atau calon istri Saya itu,maka bersiap-siaplah untuk angkat kaki dari sini." imbuh Nanda membuat mereka semua mengangguk dengan cepat.
Nanda langsung berdiri dari kursi nya ketika merasa sudah cukup dan tidak ada lagi yang ingin dia bicarakan.menjadi pemilik rumah sakit membuat Nanda dengan mudah membungkam mulut mereka semua yang berniat menyakiti perasaan calon istri nya.Nanda yang sudah bertekad ingin membuat Dona bahagia tentu tidak akan membiarkan semua nya terjadi terlebih lagi ketika melihat raut wajah kesal Dona ketika baru membuka grup rumah sakit dan masih ada pesan yang belum terhapus oleh pengirim nya.
" Dan satu lagi yang harus kalian ingat! Hormati dan hargai Dokter Dona sebagai mana mesti nya .tidak perlu berlebihan yang penting kalian cukup tahu siapa Dokter Dona yang sebenarnya." ucap Nanda sebelum tubuh nya benar-benar menghilang di balik pintu.
Begitu Nanda keluar dari ruangan meeting ini.semua tenaga medis yang berada di dalam langsung diam tanpa banyak bicara lagi.terlebih lagi di depan mereka masih ada tangan kanan Nanda yang mengawasi setiap pergerakan yang mereka lakukan saat ini.
" Kalian boleh kembali bertugas dan ingat jangan ulangi kesalahan yang sama jika tidak ingin menjadi pengangguran permanen." ancam pria berjas putih yang memiliki name tag di dada nya Tora Prasetyo.
" Baik Dok,kami minta maaf." ucap mereka dengan begitu kompak dan perlahan keluar meninggalkan pria tersebut yang masih sibuk dengan berkas penting rumah sakit di tangan nya .
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍😍😍
__ADS_1