
Sejak siang tadi hingga petang menjelang.Alena dan Priska begitu senang dan nyaman menghabiskan waktu bersama Nanda yang notabene nya adalah seorang bos Ibu mereka di sebuah rumah sakit.kedua nya tak berhenti mengukir tawa bahagia di bibir mereka masing-masing ketika melihat tingkah lucu Nanda yang berbanding terbalik ketika CEO ini berada di rumah sakit atau perusahaan nya.siapa pun yang melihat semua ini pasti akan mengira jika Nanda adalah ayah kandung dari kedua gadis cantik tersebut.
" Om sudah! Kita nggak perlu belanja lagi! Ini sudah sangat banyak sekali dan Ibu pasti akan marah kalau tahu kita belanja sebanyak ini." ucap Alena ketika Nanda kembali mengajak mereka masuk ke dalam sebuah toko baju yang ramai di datangi oleh para wanita.
" Nggak papa sayang, Ibu nggak akan marah karena nanti Om sendiri yang akan menjelaskan nya." semua belanjaan Alena dan Priska sudah berpindah tangan ke sopir pribadi Nanda dan sedang dalam perjalanan menuju ke mobil untuk menyimpan nya di dalam bagasi mobil.
Di dalam toko tersebut.Alena dan juga Priska hanya bisa pasrah ketika Nanda memaksa mereka untuk memilih dan membeli beberapa pakaian model terbaru.lagi- lagi tangan kedua gadis itu terisi penuh oleh tas belanjaan yang sudah di bayar oleh Nanda.
Makan siang bersama.main di tempat permainan bersama.dan bahkan Nanda rela mengawasi kedua nya memilih apapun yang ingin mereka beli.pendekatan yang di lakukan oleh Nanda hari ini sungguh apik sekali dan kedua gadis remaja ini terlihat begitu nyaman bersama dengan Nanda.
Tepat pada pukul 5 sore,Nanda sudah datang untuk menjemput mereka bertiga. ternyata Dona juga sudah pulang ke rumah dan telah berganti pakaian menggunakan sebuah dress panjang dengan rambut panjang nya di biarkan terurai begitu saja.sedangkan untuk Alena dan juga Priska sama-sama memakai baju Dress selutut yang baru mereka beli tadi siang.Dona yang awal nya sempat ingin protes dengan apa yang di lakukan oleh Nanda terpaksa bungkam seribu bahasa ketika Nanda mulai membuat jantung nya kembali tidak normal dengan tatapan dan juga kata manis nya.Dona akhirnya mengalah karena semua belanjaan kedua putri nya juga sudah sampai di kamar mereka masing-masing dan tentu nya sudah tidak bisa lagi untuk di kembalikan.
" Kalian sudah siap?" tanya Nanda sembari tersenyum menatap ketiga wanita tersebut.kali ini Nanda sendiri yang bertugas membawa mobil dan sudah seperti keluarga harmonis sungguhan.
" Siap Om." jawab kedua gadis dari arah belakang.sedangkan Dona hanya tersenyum tipis sambil mengangguk kan kepala.walau sebenarnya hati nya sedang cemas membayangkan bagaimana perlakuan yang akan dia terima dan juga kedua anak nya.
" Kakek orang baik kok.tenang saja dan anggap saja nanti rumah ku juga rumah kalian semua." ujar Nanda lagi untuk menenangkan Dona yang terlihat begitu resah.
Mobil milik Nanda akhirnya meluncur menuju kediaman mewah nya.di dalam mobil ini terdengar suara Alena dan Priska yang sedang mengajak Nanda bercerita dan di sambut baik oleh pria dewasa tersebut.sesekali Dona juga ikut menimpali jika di tanya dan memilih diam ketika anak-anak nya sedang asyik menggoda Nanda yang memang sangat lembut jika bersikap kepada mereka.
Tanpa terasa 20 menit kemudian mobil milik Nanda akhirnya masuk ke dalam sebuah rumah yang membentang panjang dan terlihat sangat mewah di berbagai sudut nya.Alena dan juga Priska yang baru pertama kali nya datang kesini hanya bisa menatap takjub bangunan tersebut dengan mata berbinar.berbeda dengan Dona yang sudah pernah bertamu bersama rekan tenaga medis lainnya ketika Pak Hutomo sakit.
" Ayok turun." ajak Nanda setelah cukup lama mesin mobil nya mati tapi ketiga penumpang nya masih betah berdiam diri di kursi masing-masing.
" Iya Om." Alena akhir nya turun duluan dan di susul oleh Priska selanjutnya.sementara Dona yang hendak membuka sabuk pengaman nya kelihatan kesusahan karena rasa tidak percaya diri yang tiba-tiba saja menyerang pikiran nya.
Nanda yang melihat itu merasa sangat gemes dan langsung mendekat ke arah Dona sehingga membuat jarak di antara mereka nyaris hilang di telan oleh hembusan nafas Nanda yang bisa di rasakan oleh Dona.
__ADS_1
Entah kenapa Dona tiba-tiba saja reflek menutup kedua mata nya dengan jantung yang berdisko hebat.
" Sudah selesai." ucap Nanda ketika sudah puas menatap wajah Dona dengan intens.
" A...Iya." Dona sungguh merasa sangat malu saat ini dengan pikiran jorok nya sendiri.berulang kali wanita ini merutuki diri nya sendiri sambil memukul-mukul kepalanya.
" Jangan lakukan lagi,ini sangat berharga untuk Aku dan juga kedua putri kita " ucap Nanda menahan pergelangan tangan Dona dengan sangat mesra.kata- kata yang di ucapkan oleh Nanda kembali membuat Dona tidak sanggup lagi untuk tersadar dari lamunannya.
" Ayo kita turun Na! Anak-anak sudah menunggu dan di dalam sana mungkin Kakek juga sudah menunggu kedatangan kita." ajak Nanda lagi dengan sengaja menggenggam tangan Dona yang masih menatap lurus ke depan.
" Na!" panggil Nanda lembut dan berhasil membuat Dona tersadar kembali.
" Iya... Ada apa?" tanya Dona seperti orang linglung .
" Kamu mikir apa sampai nggak bisa fokus begitu? Percaya lah Kakek tidak seperti apa yang Kamu duga dan sangat berbeda dengan mantan mertua mu.Aku jamin itu! Jika sampai ada kata Kakek yang menyakiti hati mu,Aku lah orang pertama yang akan menegur Kakek." Dona terus saja menatap wajah Nanda dari balik cahaya temaram yang ada di dalam mobil.yang terlihat di sana hanya lah sebuah ketulusan dan keikhlasan dan itu artinya Nanda sedang berkata jujur saat ini.
" Bagaimana Kamu bisa tahu semua nya Mas?" tanya Dona pada akhirnya membuka suara.
" Perasaan Aku sejak dulu masih tetap sama waktu kita pertama kali berkenalan.meskipun kita sudah sama-sama menikah dan Aku berusaha melupakan mu dengan menikahi wanita lain.tapi tetap saja Aku tidak mampu menghapus nama mu di hati ku.Aku mohon kali ini beri Aku kesempatan untuk menjaga Kamu dan juga kedua anak mu." mohon Nanda yang tanpa mereka sadari kalau kedua putri Dona sudah masuk terlebih dahulu meninggalkan mereka berdua yang masih bersikap romantis di dalam mobil.
" Tapi Mas!..." belum siap Dona melanjutkan kata-katanya.Nanda sudah terlebih dahulu kembali mengeluarkan suara nya.
" Aku janji akan memberikan kalian bertiga kebahagiaan dan tidak akan pernah menyakiti mu.Aku mohon jangan paksa Aku untuk mundur lagi dengan penolakan mu nanti nya.Aku sangat mencintai Kamu begitu juga dengan Alena serta Priska.mereka berdua sudah Aku anggap seperti putri kandung ku sendiri dan Aku begitu bahagia ketika bersama mereka.Aku sangat berharap lebih setelah makan malam ini selesai dan hubungan kita bisa berlanjut menjadi sebuah keseriusan." imbuh Nanda dengan tatapan mata penuh cinta.
Sedangkan di dalam sana .Alena dan juga Priska sudah berbincang seru dengan Pak Hutomo setelah memperkenalkan diri mereka masing-masing dan punya misi rahasia untuk orang tua mereka.Alena dan juga Priska sangat menyetujui permintaan Pak Hutomo dan akan membantu meyakinkan Ibu mereka jika nanti wanita tersebut masih enggan untuk melanjutkan kisah hidup nya.bukan apa-apa jika Pak Hutomo dan Nanda saat ini bergerak dengan cepat.wanita baik.mandiri,dan pintar seperti Dona sudah pasti menjadi incaran para lelaki mapan dan juga tampan.Nanda yang tidak ingin kalah star dari siapapun akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan sang Kakek yang sempat dia tolak pada awal nya.
Nanda dan Dona yang baru keluar dari mobil setelah mendengar kata iya dari mulut Dona tampak celingak-celinguk mencari keberadaan kedua putri nya.namun sayang nya mereka sudah tidak terlihat lagi di teras rumah dan hanya menyisakan suara tawa renyah yang berasal dari dalam rumah.
__ADS_1
" Kalian sudah di sini?" tanya Nanda kepada gadis cantik tersebut dan di balas anggukan kepala dengan begitu kompak nya.
Alena ,Priska dan Pak Hutomo yang melihat tangan kedua nya saling bertautan langsung bersorak gembira sambil melompat ke udara.
" Kakek! Awas jatuh." ucap Nanda memperingati namun sayang nya pria renta tersebut semakin asyik melakukan selebrasi dengan kedua cucunya yang begitu dia sayangi.baru pertama kali bertemu saja Alena dan Priska sudah menjadi kesayangan Pak Hutomo dan terus saja mendapatkan perhatian khusus dari sosok pengusaha kaya raya ini.berbeda sekali dengan kedua kakek dan nenek dari sang ayah kandung yang nyata nya malah memusuhi mereka dan mengacuhkan keberadaan mereka berdua ketika ada acara kumpul keluarga.
" Apa kalian masih ingin tetep bergandengan tangan seperti ini?" goda Pak Hutomo membuat Dona dengan cepat melepaskan belitan tangan Nanda di jemari nya.namun sayang nya belitan tangan tersebut terlalu kuat sehingga Dona hanya bisa pasrah mendapatkan ledekan dari kedua putri nya.
" Ibu! Kita nggak apa-apa kok dan malah bahagia jika melihat Ibu juga bahagia.Ayah Nanda sangat baik dan menurut cerita Kakek juga sangat mencintai Ibu.nggak ada salah nya untuk Ibu mencoba bukan." Dona semakin tidak tahu lagi harus bersikap apa.entah dari mana Alena memiliki ide untuk memanggil Nanda menggunakan sebutan ayah.terlebih lagi putri kedua nya yang sangat pendiam juga malah ikut-ikutan memanggil Nanda dengan sebutan yang sama.
" Mbak,Adek! Kenapa manggil kayak gitu?" sanggah Dona lirih.
" Nggak papa Na! Aku suka dengan panggilan itu karena mereka memang harus mulai membiasakan diri dari sekarang." jawab Nanda membuat Dona terdiam karena nyaris tak punya pendukung.semua nya seolah berpihak kepada Nanda dan sangat menuntut hubungan mereka berdua semakin serius.
" Apa kalian sudah berkenalan dengan Kakek Hutomo?" tanya Dona mengalihkan perhatian ke pembahasan lain.
" Sudah Bu! Kami berdua memanggil dengan sebutan eyang kakung karena kata eyang, panggilan Kakek khusus untuk Ibu sama Ayah saja ." jawab Alena apa ada nya.
Dona yang tak pernah berpikiran bisa mendapatkan perlakuan sebaik ini memilih diam dan menjadi pendengar dari cerita yang di suguhkan oleh putri sulung nya.makan malam kali ini benar-benar sangat spesial untuk Dona dan kedua putri nya di mana ketiga nya di perlakukan seperti tamu spesial yang begitu berharga dan sangat di hormati.
Ketika adzan magrib sudah berkumandang.mereka semua langsung bergegas menuju ke musholla kecil yang ada di bagian samping rumah dengan Nanda yang bertugas sebagai imam dan di belakang nya ada Pak Hutomo yang duduk di atas kursi karena sudah tidak sanggup lagi untuk berdiri terlalu lama.sedangkan di barisan paling belakang ada Dona beserta kedua putri nya yang sudah menggunakan mukena yang di sediakan di musholla tersebut.
Dona merasa sangat takjub mendengar suara Nanda yang begitu merdu dan indah ketika melantunkan ayat suci Alquran dan begitu lancar nya bertugas sebagai imam.
" Ya Allah lelaki seperti ini yang Aku cari selama ini.jika memang dengan cara ini engkau memberikan jalan untuk kami bertemu dan bersatu sebagai sebuah keluarga.maka restui lah dan permudah kan semua nya ya Allah." Dona terlihat begitu khusuk mengucapkan doa nya sambil mengangkat kedua telapak tangan nya menghadap ke langit.
Setelah selesai melaksanakan shalat maghrib.akhir nya mereka semua berpindah ke meja makan dengan Dona yang sudah terlebih dahulu bergabung bersama para asisten rumah tangga untuk membantu mereka menyiapkan semua nya. meskipun pada awalnya mendapatkan penolakan dari beberapa asisten rumah tangga yang bekerja di rumah ini.tapi Dona tetap ngotot karena memang sudah terbiasa melakukan pekerjaan rumahan ini.Pak Hutomo yang melihat semua itu langsung tersenyum lebar karena sangat suka dengan sikap rendah hati Dona dan tentunya pandai mengurus keluarga nya.
__ADS_1
" Aku yakin Nanda akan bahagia dengan wanita seperti Dona.dia begitu telaten mengurus kedua anak nya dan sangat pintar menempatkan diri.Aku sudah memiliki dua cucu sekarang dan itu membuat Aku semakin bersemangat untuk hidup sehat." Pak Hutomo membatin sambil memperhatikan Dona dan juga kedua cucu tercinta nya.
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰