Ayah!Jangan Berpisah Dengan Ibu,Kembali Lah

Ayah!Jangan Berpisah Dengan Ibu,Kembali Lah
Bab 40


__ADS_3

Tepat pada pukul 1 siang,Dona keluar dari ruang ganti baju,gaun yang dia kenakan ini membuat dia seperti seorang putri kerajaan. Dona berjalan masih dengan di dampingi oleh kedua putri dan juga sahabat nya.Nanda yang sudah berada tidak jauh dari posisi Dona saat ini langsung menggandeng tangan Dona menuju ke tempat pesta yang semakin terlihat ramai oleh banyak nya tamu undangan yang hadir.tampak pula beberapa teman Dona dari rumah sakit dan kampus tempat dia mengajar dulu.sungguh mereka berdua saat ini sudah seperti pangeran dan putri kerajaan.melambaikan tangan saat nama mereka di panggil -panggil oleh para tamu undangan.suara tepuk tangan saling bersahutan-sahutan membuat suasana semakin ramai dan meriah.namun yang menjadi fokus Dona saat ini adalah wajah kebahagiaan yang di perlihatkan oleh kedua putri nya saat ini.ekspresi yang sempat redup ketika Dona harus mengambil keputusan berpisah dengan mantan suami nya.


Konsep pesta yang santai dan friendly membuat kedua pengantin lah yang harus berkeliling menyapa semua tamu undangan yang hadir.


Nanda bahkan tanpa sungkan memperkenalkan semua kolega bisnis nya kepada Dona seolah-olah dia ingin menunjukkan kepada semua orang jika Dona saat ini sudah menjadi milik nya.ada rasa bangga di hati Dona karena Nanda begitu menghargai keberadaan nya.berbeda sekali dengan keluarga mantan suami nya dulu.


Setelah selesai menyapa semua tamu undangan yang hadir.Dona dan Nanda lalu kembali ke meja yang di tempati oleh keluarga nya .dan di samping kanan ada Marwa bersama suami dan juga rekan kerja suami nya.


" Kemana Kalian akan berbulan madu setelah ini?" tanya Pak Hutomo dengan begitu frontal nya.


Dona yang merasa sungkan di tanya seperti itu hanya melirik suami nya dengan menggunakan ekor mata .sedangkan Alena dan juga Priska langsung tersenyum tipis ketika menyadari jika sang Ibu sedang salah tingkah oleh pertanyaan dari sang Eyang.


" Mungkin nanti setelah satu minggu ini berlalu Kek.nunggu anak-anak bisa libur biar sekalian ikut sama kita nanti." jawab Nanda membuat kedua mata Dona kembali berkaca-kaca.dia sendiri saja tidak pernah berpikiran untuk pergi berbulan madu.apalagi untuk membawa kedua putri nya ikut serta bersama mereka berdua.


" Kita nggak usah ikut juga nggak papa Yah! Ini kan bulan madu untuk Ayah sama Ibu,Mbak sama Adek di sini saja sama Eyang." balas Alena yang sudah mengerti apa itu artinya bulan madu.


Nanda langsung tersenyum lebar menatap kedua putri sambung yang sudah seperti anak kandung nya sendiri.


" Sayangnya Eyang nanti juga akan ikut bersama kita.kalian akan di jaga oleh Eyang di saat Ayah sama Ibu ada urusan nanti nya." Dona langsung membulat kan mata karena mengerti urusan apa yang di maksud oleh Nanda.dan untuk Pak Hutomo langsung tersenyum tipis.kalau masalah menjaga kedua cicit kesayangan nya dia tidak akan pernah merasa keberatan karena ini sudah menjadi bagian kebahagiaan nya.


" Eyang.." Alena merengek manja melirik ke arah Pak Hutomo yang langsung mengangguk kan kepala mengiyakan ucapan cucu nya.


" Kita harus pergi bersama Nak, selagi Eyang masih sanggup dan mungkin saja ini akan menjadi liburan terakhir Eyang bersama kalian." jelas Pak Hutomo lagi.


" Kakek! Jangan ngomong seperti itu terus.apa Kakek tidak ingin tinggal lebih lama lagi bersama kami.apalagi nanti ada cicit baru untuk Kakek ajak bermain.inhat harus selalu jaga pola makan dan rajin lah olahraga setiap pagi." Pak Hutomo langsung bersemangat mendengar kata cicit baru.


" Akan Kakek usahakan,tapi Kakek tidak bisa berjanji karena menyangkut umur sudah menjadi ketentuan yang maha kuasa." seberapa kaya pun seseorang jika sudah menyangkut tentang jodoh,maut dan rezeki semua nya sudah ada yang mengatur.uang satu karung pun tidak akan sanggup membeli umur lebih lama lagi jika garis tangan tuhan sudah bekerja dari atas sana.

__ADS_1


" Selamat datang di keluarga Hutomo Nak,mulai hari ini dan seterusnya kalian bertiga harus tinggal di sini bersama kami berdua.Kakek tidak ingin mendengar bantahan karena untuk saat ini di sini lah tempat terbaik untuk kalian." imbuh Pak Hutomo sengaja tidak menjelaskan secara lengkap karena ada Alena dan Priska di antara mereka saat ini.


Pesta pernikahan Dona dan Nanda terus berlanjut dengan tamu undangan tiada henti berdatangan.hingga pada akhirnya tepat pada pukul 5 sore pesta akhir nya di akhiri dan hanya menyisakan keluarga serta sahabat dari Dona saja yang sudah berpindah masuk ke ruang tamu.


" Na ! Aku langsung pulang saja ya sekarang." pamit Marwa yang juga sudah merasa lelah dan ingin segera beristirahat.


" Istirahat di sini saja Wa! Kenapa buru-buru sekali pulang nya." tanya Dona ingin menahan lebih lama lagi Marwa bersama dengan mereka.Marwa ibarat nya sudah seperti saudara kandung untuk Dona yang hanya hidup sebatang kara tanpa ada orang tua atau pun saudara kandung lain nya.semua kisah hidup Dona tersimpan manis di kepala Marwa begitu juga sebaliknya tentang kisah hidup Marwa yang juga tersimpan rapi kepada Dona.


" Aku pulang saja Na! Mas Diki habis ini juga harus ke kantor untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan nya." balas Marwa yang sudah di beritahu oleh suami nya.


" Maaf Ya Ki, gara-gara acara kami pekerjaan Kamu menjadi tertunda." sahut Nanda menimpali.


" Nggak papa Nan! Istri kita bersahabat dekat itu artinya kita juga akan seperti mereka.atau bahkan nanti harus bersedia menjadi pengawal mereka saat berbelanja di mall."Nanda langsung tersenyum mengacungkan jempol nya.


" Kamu benar Ki, hati-hati bawa mobil nya .atau biarkan sopir saja yang mengantar kan Kalian berdua pulang."tawar Nanda yang tahu jika pasangan suami istri ini kelihatan sangat lelah sekali.bagaimana tidak lelah karena sebelum matahari terbit kedua nya sudah sampai di sini jauh sebelum Nanda dan Dona tiba.


" Tidak perlu Nan,Aku masih bisa menyetir sendiri kok.kalian juga harus beristirahat supaya nanti malam bisa bekerja dengan maksimal." Diki mengedipkan sebelah mata nya kepada Nanda yang tersenyum miring.


" Mas, Kamu sudah makan belum?" tanya Dona karena sudah tidak tahan lagi dengan rasa lapar nya yang sudah berhasil melumpuhkan sebagian urat -urat nya.


" Belum sayang,Kamu mau makan dulu atau sekalian nunggu makan malam saja?" tanya Nanda yang tahu jika sejak tadi istri nya juga belum sempat menyentuh makanan karena terlalu sibuk melayani tamu yang hadir menyapa mereka.


" Sekarang saja Mas,Aku sudah lapar sekali."ucap Dona membuat Nanda langsung tertawa.


" Kenapa Kamu malah menahan nya sayang,lapar ya tinggal makan jangan terlalu di paksa melayani tamu nya." Nanda lalu bergerak masuk ke dapur untuk meminta kepala asisten rumah tangga menyiapkan makanan untuk dia dan juga Dona.


" Tunggu lah sebentar lagi,nanti Pak Min akan mengantarkan makanan nya ke sini, setelah itu baru kita masuk ke kamar ." goda Nanda sengaja memancing muka merona dari Dona.

__ADS_1


" Mas! Jangan usil deh." tegur Dona sambil meluruskan kaki nya.sedangkan kepala nya sudah bersandar manja di dada Nanda.


" Capek banget ya sayang." tanya Nanda mengusap lembut kepala Dona dan sesekali mencuri kecupan mesra di puncak kepala istri nya.


" Ya begitulah Mas!" balas Dona sambil memejamkan mata nya.


Di luar pagar rumah Hutomo.Bram bahkan sampai ketiduran menunggu kesempatan agar bisa bertemu dengan Dona dan juga kedua putri nya.tamu undangan sudah habis membubarkan diri menuju rumah mereka masing-masing, tetapi Bram masih saja asyik terlelap dengan dengkuran halus yang keluar dari mulut nya.


Tepat pada pukul 6 sore baru lah dia terbangun karena kaget mendengar suara klakson mobil yang berbunyi dari arah belakang mobil nya.


" Siaal! Sudah gelap begini malah pakai acara ketiduran segala lagi, Dona sama anak-anak sudah pulang ke rumah kali ya?" batin Bram bertanya-tanya. di saat dia hendak mencoba menghubungi nomer Pak Maman.namun duda dua anak ini baru tersadar jika kemarin dia baru saja membuat Pak Maman tergeletak tak berdaya di ruangan rumah masa lalu nya.


" ****.... Kepada siapa lagi Aku bertanya tentang anak-anak. Pak Maman mungkin masih marah saat ini atau bisa jadi masih berada di rumah sakit akibat ulah Aku sendiri." Bram kembali memukul setir mobil mengutuk keras apa yang sudah dia lakukan kepada sopir pribadi kedua anak nya.


" Salah sendiri siapa suruh berlagak jadi pahlawan kesiangan,begitu lah akibat nya jika berani melawan perintah ku."


Dari jarak jauh,anak buah Nanda yang sudah curiga dengan keberadaan Bram di dalam mobil nya berusaha mendekati mobil tersebut untuk memastikan kebenaran itu namun belum sempat mereka mendekat ke arah sana,Bram yang sudah tersadar dari segala beban pikiran nya akhirnya pergi begitu saja sebelum anak buah Nanda berhasil menangkap nya.


" Selamat malam Bos." ucap anak buah Nanda ketika sambungan telepon nya di terima dengan baik oleh Nanda.


" Ya ada apa?" tanya Nanda datar.


" Tadi ada sebuah mobil yang kami perhatikan sejak tadi terus terparkir di ujung jalan depan Bos.seperti nya itu lelaki yang sama seperti yang ada di foto." jelas nya secara detail.


" Apa perlu kami mengejar lalu membawa dia kehadapan Bos saat ini juga?" imbuh nya bertanya terlebih dahulu sebelum bertindak lebih jauh.


" Untuk saat ini biarkan saja dia pergi.tetap awasi pergerakan nya dan lebih perketat lagi penjagaan di sekitar rumah.jangan sampai dia berhasil masuk dan membuat kekacauan di sini." titah Nanda tegas seolah tidak punya kata ampun lagi jika nanti Bram berani berbuat ulah lagi.

__ADS_1


" Siap Bos,akan Saya pastikan semua nya aman."anak buah Nanda langsung mematikan sambungan telepon membiarkan bos mereka yang seperti nya sudah tidak sabar lagi ingin menghabiskan malam pertama bersama istri tercinta nya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰


__ADS_2