Ayah!Jangan Berpisah Dengan Ibu,Kembali Lah

Ayah!Jangan Berpisah Dengan Ibu,Kembali Lah
Bab 47


__ADS_3

Bram pulang ke rumah nya dengan wajah yang sangat kusut sekali.untung nya saat ini kedua orang tua nya sudah pulang ke rumah mereka dan satu jam yang lalu dia mendapatkan kabar jika kedua orang tua nya sudah sampai di rumah dengan selamat.


Sehingga membuat Bram bisa beristirahat dengan tenang tanpa gangguan dari siapapun.


Masalah yang menimpa nya beberapa waktu belakangan membuat rasa kantuknya menguap begitu saja dan lebih suka bergadang sampai pagi menjelang.


Bram lalu mengeluarkan laptop mulai menawarkan rumah nya kepada sahabat dan juga pihak lain.tidak lupa dia membuat iklan tentang mobil yang sering di pakai oleh Monik dulu.jika sampai pagi besok semua nya belum laku terjual juga maka jalan terakhir nya akan dia jual ke pihak sorum. tentu nya dengan harga yang melenceng jauh.


"Lebih baik Aku tinggal di apartemen dulu, untung saja apartemen yang Aku beli sama Dona dulu belum kami jual.dalam keadaan sulit begini Aku bisa memanfaatkan nya." batin Bram dengan mata terpejam.mungkin untuk satu bulan ke depan dia akan tetap mempertahankan Bi Soidah.tetapi jika nanti semua nya sudah menipis baru lah dia akan hidup mandiri tanpa bantuan asisten rumah tangga lagi.


Dan untuk Sarah, setelah berhasil mengeluarkan sang ayah dari penjara.kini wanita cantik ini sudah terbang menuju negera tetangga untuk menyelamatkan hidup nya dari jangkauan Bram.sisa uang milik Bram serta hasil penjualan mobil nya dia bawa serta bersama sebagai bekal hidup nya di negara orang.tak pernah terbesit di benak nya untuk melakukan kejahatan ini.namun sayang nya kebutuhan mendesak memaksa dia untuk menjadi manusia super tega.


" Maaf ya Bos! Nanti kalau Aku udah kaya akan Aku kembalikan semua nya." batin Sarah menyeret koper menuju tempat tinggal baru nya.


Sarah akan menata kembali hidup nya dari awal di negeri ini.tanpa ada saudara ataupun keluarga yang menemani nya.tapi Sarah yakin dia bisa melewatinya demi keluarga di kampung halaman sana.


Jefri yang baru sampai di depan pintu apartemen nya di buat kaget oleh suara pertengkaran dari arah apartemen yang ada di bagian ujung sana.


Begitu dia menoleh kan kepala nya, Jefri di buat sangat syok ketika melihat wanita yang sedang di tarik rambut nya itu adalah Monik mantan istri dari bos nya.


" Dasar ******! Tinggal kan Papa kami dan pergi sejauh mungkin.awas saja Kamu kalau sampai berani tinggal di apartemen ini lagi.akan Aku buat wajah jelek mu ini semakin jelek lagi." teriak gadis muda bersama kedua saudara laki-laki nya.


Monik yang merasa kalah tak mampu melawan lagi karena kedua tangan nya di tahan di punggung belakang oleh anak laki-laki dari Jonan.


Suara tamparan keras menggema di lorong apartemen membuat siapapun yang mendengar serta melihat nya hanya mampu meringis tanpa berani menolong.mau bagaimana pun juga dari yang mereka dengar jika Monik lah yang sudah bersalah mengganggu rumah tangga orang lain.


" Apa ini akan menjadi akhir dari karir mu sebagai seorang gundik?" batin Joe tersenyum miring.dia bahkan sengaja merekam kejadian ini di ponsel genggam nya sebagai koleksi jika Bram nanti membutuhkan nya.


Sudah lama dia tinggal di apartemen mewah ini dan baru kali ini bisa melihat jika Monik juga tinggal di tempat yang sama dengan diri nya.

__ADS_1


" Kaya banget berarti tuh aki-aki sampai bisa membeli kan dia apartemen sebagus ini.apa ini anak-anak dari lelaki itu?" setelah merasa cukup puas melihat wajah teraniaya Monik.Jefri memilih melanjutkan langkah nya masuk ke dalam unit nya ketimbang harus menolong Monik yang merupakan sumber masalah untuk bos nya.


" Lepaskan rambut ku anak nakal! Bukan Aku yang mengejar ayah kalian,tapi dia sendiri lah yang meminta Aku untuk menemani hidup nya." teriak Monik dengan wajah menahan sakit yang teramat menyiksa sekujur tubuh nya.


" Kamu memang wanita murahan! Sudah di kasih hati malah minta jantung pula, gara-gara sikap murahan mu ini nyokap kami sampai harus masuk rumah sakit karena syok mengetahui perselingkuhan kalian berdua."


" Seret dia keluar dan ganti pin apartemen nya agar dia tidak berani masuk ke sini lagi." ucap wanita tersebut kepada kedua adik Lelaki nya.


Monik meronta-ronta menolak permintaan ketiga anak Jonan.namun tenaga kuat milik kedua putra Jonan membuat dia semakin tak berdaya dan hanya bisa pasrah melihat semua benda berharga nya berhamburan menyentuh lantai.


" Pergi sejauh mungkin dan jangan pernah lagi mengusik rumah tangga orang lain.ingat! Kami akan selalu mengintai Kamu di mana pun Kamu berada."


" Dan harus Kamu tahu! Papa itu sudah tidak punya apapun lagi karena semua harta nya sudah di alihkan menjadi nama kami bertiga." ketiga anak Jonan langsung pergi meninggalkan Monik yang terduduk pilu di lantai depan apartemen nya.


Belum sampai setahun dia menikmati kehidupan mewah nya.kini Monik harus kembali mendapat kan perlakuan buruk dari anak Sugar Daddy nya.


" Apa Aku bilang,ayah kalian itu kecintaan mati sama Aku." Monik tertawa puas naik ke mobil pemberian Jonan menuju sebuah alamat yang akan mereka jadi kan markas baru untuk mereka berdua.


" Makasih Daddy kesayangan Aku . Kamu urus aja dulu nenek lampir yang udah mau ko'it itu,Aku mau perawatan kulit sama rambut ku dulu." begitu sampai di alamat yang di maksud oleh Jonan.Monik menyeret semua barang-barang nya masuk ke dalam sebuah apartemen baru yang letak nya cukup dekat dari apartemen lama nya.entah sampai kapan tempat ini aman untuk dia tinggali.yang pasti saat ini Monik merasa sangat puas sekali setelah berhasil menguasai keadaan.


Kini Nanda bersama Pak Hutomo sudah keluar dari ruangan pemeriksaan .di tangan anak buah Pak Hutomo sudah ada sebuah kantong hitam yang berisi sejumlah vitamin dan juga obat-obatan yang akan mereka bawa serta ikut menemani liburan mereka besok pagi.Nanda yang tidak ingin terjadi sesuatu kepada sang Kakek sudah jauh-jauh hari melakukan persiapan yang cukup matang.


" Kakek kan sudah bilang kalau Kakek itu sudah baik-baik saja.ini Kamu malah maksa berobat ke sini lagi." ucap Pak Hutomo yang sejak awal memang menolak rencana yang di buat oleh cucu nya.


" Ya nggak papa Kek,ini sekalian untuk Kakek supaya bisa melihat kembali rumah sakit Kakek ini." goda Nanda membuat Pak Hutomo mendelik tajam ke arah nya.


" Ini bukan lah milik ku dan bahkan sebentar lagi akan menjadi milik mu seutuhnya."


" Kamu harus ingat Nan! Jangan pernah membedakan semua anak-anak mu kelak,mereka terlalu berharga untuk mendapatkan perbedaan itu.kalau Kamu sudah siap menikah dengan ibu mereka itu artinya Kamu juga sudah siap menerima kehadiran mereka.meskipun nanti Kamu sudah memiliki anak dari darah daging mu sendiri.bersikap adil lah dan bahagia kan mereka dengan baik.hanya itu pesan Kakek untuk Kamu.jangan sampai Kamu malah mengabaikan pesan ini." imbuh Pak Hutomo terdengar menasehati sang Cucu.

__ADS_1


" Mana mungkin Aku tega membedakan mereka Kek! Sementara Aku sendiri begitu menyayangi mereka berdua.tanpa mereka berdua hidup ku pun terasa hampa.terimakasih sudah mengingatkan Aku tentang hal ini.Aku berjanji akan selalu mengingat nya dan menerapkan dalam hidup ku." jawab Nanda yang memang begitu tulus mencintai kedua putri sambung nya.


Nanda lalu mengantar sang Kakek masuk ke dalam sebuah mobil.sedangkan dia memilih menumpang mobil lain agar bisa datang tepat waktu pada acara meeting penting perusahaan nya.


" Hati-hati bawa mobil nya Agus! Nggak papa telat dari pada harus terluka dan membahayakan orang lain."titah Pak Hutomo kepada sopir pribadi cucu nya.


" Siap Pak." jawab Agus sang sopir begitu patuh.


Walaupun sudah menikah dan punya umur yang banyak.Pak Hutomo masih tetap saja memberikan perhatian lebih untuk sang cucu satu-satunya yang dia miliki setelah kehilangan anak semata wayangnya.


" Jangan lupa istirahat jika Kamu sudah lelah.bekerja boleh tapi jangan bodoh dalam bertindak." teriak Pak Hutomo tiada henti nya mengingatkan Nanda.


" Iya Kek! Langsung pulang aja ya Kek.anak- anak kayak nya udah sampai di rumah kalau jam segini." balas Nanda lagi.


" Iya." jawab Pak Hutomo singkat beriringan dengan pintu mobil yang tertutup rapat.


Mobil Pak Hutomo melaju terlebih dahulu meninggalkan pekarangan rumah sakit nya lalu di susul oleh mobil milik Nanda dari arah belakang.kini tujuan mereka sudah berbeda arah.Pak Hutomo berbelok ke arah kanan sedangkan Nanda berbelok ke arah kiri.


"Berhenti di tempat penjual seblak dulu ya *****." titah Pak Hutomo kepada sopir nya.


" Baik Pak.di tempat biasa Non Alena beli itu ya Pak?" tanya Pak ***** memastikan.


" Hm.." Pak Hutomo berdehem sambil membaca surat kabar yang memang selalu tersedia di dalam mobil nya.


Meskipun tidak bisa menjemput kedua cicitnya untuk siang hari ini.tetapi Pak Hutomo tetap saja membeli makanan kesukaan untuk mereka berdua.selain seblak! Pak Hutomo bahkan rela ikut turun membeli burger king untuk orang kesayangan nya.kasih sayang serta perhatian Pak Hutomo untuk kedua cicit nya memang tidak perlu di ragukan lagi oleh siapapun yang melihat nya.


" Anak-anak pasti seneng kalau Aku pulang bawa ini semua." Pak Hutomo membatin tersenyum merekah melihat makanan yang ada di samping nya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2