
Dona yang ingin menjemput kedua putri nya akhirnya bisa pamit dengan tenang setelah berhasil membujuk Pak Hutomo yang selalu enggan melepaskan kepulangan mereka dan selalu memaksa mereka bertiga untuk menginap di rumah ini.jelas saja tawaran itu di tolak mentah-mentah oleh Dona yang tidak ingin ada orang lain berpikiran negatif tentang dia.meskipun di dalam rumah mewah ini bukan hanya ada mereka berdua saja.tetap saja Dona merasa enggan dan tidak nyaman sehingga lebih memilih pulang ke rumah mereka sendiri.bedahal nya jika mereka sudah menikah nanti maka Dona dengan senang hati mengikuti kemana pun suami nya pergi dan tinggal.
" Aku nggak papa kok pulang sama anak-anak aja Mas." ujar Dona ketika Nanda memaksa untuk tetap menyetir mobil nya.
" Aku nggak mau terjadi apa-apa sama kalian Sayang! Ini sudah mulai gelap,Kamu juga baru pulang dari kampus. biar Aku saja yang nyetir sampai ke rumah nanti.setelah itu baru pulang lagi.akan ada sopir yang mengikuti kita dari belakang." jawab Nanda membuat Dona terpaksa menerima tawaran itu.karena dia yakin Nanda yang sangat protektif terhadap dia dan kedua anaknya tidak akan membiarkan mereka pulang seorang diri jika tidak bersama dengan dia.
Dona mengangguk lalu berpamitan kepada Pak Hutomo.sebelum masuk ke dalam mobil.drama perpisahan kembali terjadi seolah-olah Pak Hutomo tidak akan bertemu lagi dengan kedua cicit kesayangan nya.entah sudah berapa kali mereka berpelukan dan Pak Hutomo mencium kening kedua cicitnya.tapi nyata nya pria renta ini masih sulit berpisah dengan Alena dan juga Priska hingga pada akhirnya Nanda sendiri yang turun tangan menyudahi drama tersebut dan langsung melajukan mobil Dona keluar dari pekarangan rumah luas nya dan dari belakang memang sudah ada mobil milik Nanda yang mengikuti mereka.
Selama di dalam perjalanan.suasana mobil kembali terdengar riuh dengan gelak tawa mereka berempat.Alena yang sudah mengerti arti cinta meledek habis-habisan calon ayah sambung nya yang kelihatan begitu bucin parah kepada ibu mereka.
" Ayah sama Ibu kenapa mesra-mesraan terus sih dari tadi ?" tegur Alena ketika melihat ayah sambung nya mengecup punggung tangan sang Ibu.
Dona yang merasa tertampar dengan ucapan putri sulung nya gegas menarik tangan nya ke pangkuan dan menatap Nanda dengan sorot mata meminta bantuan.
" Maaf ya sayang,tapi Ayah beneran cinta sama Ibu! Nanti kalau Kamu sudah punya suami juga bakalan seperti ini." jawab Nanda dengan santai dan setelah itu langsung nyengir kuda.
" Masih lama kali Yah! Alena masih mau kuliah dulu dan membahagiakan Ibu sama Ayah nanti nya." elak Alena yang memang tidak punya cita-cita untuk menikah muda.
" Tapi pacar sudah punya kan Mbak? Ayah lihat sendiri loh kalau kemarin pas Ayah jemput ada seorang cowok yang datang kasih boneka sama coklat untuk Mbak." Dona yang baru tahu masalah ini langsung memutar badan nya menatap mata Alena untuk mencari sebuah jawaban.namun sayang nya Alena yang merasa di tatap langsung membuang muka ke arah lain.
" Aduhh Ayah! Kenapa bahas nya sekarang sih." batin Alena tidak ingin membuat Ibu nya curiga.
" Mbak! Apa benar seperti itu?" tanya Dona lembut tapi penuh penekanan.
" Beneran Bu! Adek juga melihat nya kok.dan boneka nya juga masih ada di kamar Mbak Alena.tapi kalau coklat nya udah kami makan berdua kemarin malam." sahut Priska menimpali.Priska yang awal nya pendiam tiba-tiba saja membuka suara nya seolah membuat Alena semakin tersudut dan tidak bisa mengelak lagi.
__ADS_1
" Mbak!" seru Dona ingin mendengar secara langsung.
" Maaf Bu ,semua nya memang benar." jawab Alena menunduk kan kepala nya.
Dona yang kembali ingin membuka suara langsung terdiam kembali ketika Nanda memberi dia kode untuk tenang dan jangan terlalu banyak menuntut kepada putri sulung nya yang memang sedang berada di fase mengenal cinta monyet.dan bahkan lebih dari itu banyak dari teman-teman Alena yang sudah salah pergaulan dan berakhir hamil di luar nikah.dan terpaksa putus sekolah karena harus menikah muda.beruntung nya selama ini Alena selalu menyibukkan diri dengan kegiatan les atau kegiatan bermanfaat lain nya sehingga dia tidak terlalu fokus dengan laki-laki yang datang mengejar cinta nya.
" Ibu dan Ayah tidak akan melarang Kamu untuk jatuh cinta.karena itu hak Kamu sendiri.tapi harus ingat! Kamu masih sekolah belum bisa bebas pergi dengan teman cowok.Ibu melarang nya bukan karena tidak sayang atau tidak suka melihat Kamu bahagia.melainkan karena kita perduli dan tidak ingin Kamu salah langkah nanti nya.Kamu masih muda sayang,raih cita-cita mu terlebih dahulu dan jangan biarkan cinta Monyet itu menghalangi perjalanan panjang mu ini.Ayah justru senang jika Kamu bahagia tapi tidak dengan cara seperti ini.boleh berteman asal tahu batasan dan jam bertemu nya.dan yang paling penting adalah apapun yang akan Kamu lakukan di luar sana .mulai hari ini dan seterusnya akan ada dua orang bodyguard yang mengawasi dari jarak jauh."
" Sama satu lagi! Kalau mau jalan sama teman cowok nya, Ayah harus ikut juga." imbuh Nanda membuat Alena semakin bergeming.tapi hati nya juga sangat tersentuh melihat Nanda yang begitu peduli dengan lingkungan dan masa remaja nya.sangat berbanding terbalik dengan sosok ayah kandung nya sendiri.
" Ayah!! Alena janji nggak akan aneh-aneh,tapi nggak perlu pakai bodyguard juga Yah." sanggah Alena tak terima.
" Mereka tidak akan mendekati Kamu jika situasi nya masih aman.percaya lah sayang! Ayah melakukan ini karena tidak ingin terjadi sesuatu kepada anak gadis Ayah ." jawab Nanda membuat kedua mata Alena semakin berkaca-kaca dan langsung berhamburan memeluk leher Nanda dari arah belakang.untung saja saat ini mereka sudah sampai di depan rumah dan mobil yang di kemudikan oleh Nanda juga sudah mati total.
Jika saja Bram sempat melihat keindahan ini.sudah pasti pria itu akan kebakaran jenggot dan meradang penuh amarah.
" Ayah pulang dulu ya, belajar yang baik dan ingat harus jujur jika punya temen cowok." ucap Nanda sebelum masuk ke dalam mobil nya.
" Iya Yah, terimakasih sudah mencintai dan menyayangi kita berdua. I love you Ayah." ucap Alena begitu tulus.
" Love you too kedua gadis cantik Ayah." balas Nanda lalu mendekati Dona dan tidak lupa membisikkan kata-kata cinta untuk wanita kesayangan nya.
Setelah mobil milik Nanda sudah tidak terlihat lagi.Dona yang hendak menyusul kedua putri nya yang sudah masuk terlebih dahulu ke dalam rumah langsung menghentikan langkah kaki nya ketika mendengar suara Pak Maman yang memberitahu jika tadi sore Bram sempat datang ke rumah ini untuk bertemu mereka bertiga.
" Sama siapa beliau datang nya Pak?" tanya Dona lebih detail lagi.
__ADS_1
" Sendirian saja Bu! Tapi setelah itu langsung pergi lagi karena melihat belum ada yang pulang." jawab Pak Maman memberitahu.
Dona mengangguk kan kepala nya dan tidak lupa mengucap kata terima kasih kepada Pak Maman.selain bertugas sebagai sopir untuk kedua putri nya, keberadaan Pak Maman di rumah ini sangat berarti karena hanya ada beliau sosok lelaki yang bisa melindungi mereka jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
Tanpa Dona sadari.semua yang dia lakukan di ruang tengah itu sedang di lihat oleh mantan suami nya yang sejak tadi memang sedang memantau Cctv rumah mereka untuk melihat kapan mereka pulang dari rumah mewah Hutomo.Bram tersenyum puas karena berhasil melihat wajah cantik Dona dalam waktu yang lama.sedangkan untuk kedua putri nya hanya melintas di ruang tengah dan seperti nya sudah naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.
Bram terus menatap layar ponsel nya sambil mengingat kembali semua hal yang sudah mereka lewati dan lakukan bersama di ruang tengah itu.biasa nya kedua putri nya akan menunggu kepulangan Bram di ruang tengah dan menyambut dia dengan wajah ceria yang mereka tampilkan.berbeda sekali dengan sekarang dan kehadiran nya pun sudah tidak mereka inginkan lagi.
" Mbak, Adek! Ayah minta maaf.kalian boleh marah tapi Ayah mohon jangan perlakukan Ayah seperti ini." gumam Bram kembali merasa bersalah kepada kedua putri nya.
Dona pun akhirnya juga ikut naik ke lantai atas untuk membersihkan tubuh dan mengerjakan ibadah sholat magrib yang memang sudah datang waktu nya.setelah itu dia langsung mengumpulkan kedua putri nya di kamar yang dia tempati saat ini.
" Ibu mohon kepada kalian berdua! Jika nanti Ayah datang untuk menemui kalian.maka sambut lah dengan baik dan tidak perlu lagi menyimpan dendam ataupun marah.Ibu paham bagaimana perasaan kalian.bagaimana pun juga Ayah tetap lah ayah kandung kalian dan darah yang mengalir di tubuh kalian tidak bisa di ubah begitu saja. Mungkin besok beliau akan datang lagi , karena tadi Pak Maman sempat memberi tahu Ibu jika tadi sore Ayah sempat ke sini karena ingin bertemu dengan kalian." ucap Dona terdengar menasehati kedua putri nya.dia tidak ingin sikap buruk yang di tunjuk kan oleh kedua putri nya nanti akan semakin membuat Bram dan kedua mertua nya menyalahkan dia sebagai biang kerok dari semua ini.sebelum itu terjadi Dona sudah terlebih dahulu mengambil tindakan dan tidak akan membiarkan kedua mertua nya kembali menginjak-injak harga diri nya.
" Lakukan untuk Ibu jika kalian masih berat melakukan nya untuk Ayah.Ibu mohon pada kalian berdua.jangan sampai semua nya semakin rumit dan memanas." imbuh Dona sambil menggenggam kedua tangan putri cantik nya.
" Kalian paham kan apa yang Ibu maksud?" tanya Dona menatap satu persatu kedua putri nya.
Alena dan Priska nampak mengangguk kan kepala dengan cepat.jika Dona yang meminta maka mereka berdua tidak akan bisa menolak nya lagi.
"Iya Bu! Tapi tidak untuk seperti dulu lagi." jawab Alena yang masih merasa sulit jika harus bertatap muka dalam waktu yang lama kepada sang ayah yang sudah merenggut kebahagiaan nya.dan untung nya ada Nanda yang datang menyembuhkan luka itu hingga mereka bisa kembali menikmati kehangatan sebuah keluarga yang lengkap.
" Terserah kalian saja,yang penting hormati dan jaga ucapan jika nanti Ayah datang bertemu kalian." titah Dona lagi. Dona tidak ingin pernikahan yang sudah di depan mata hancur berantakan oleh ulah mantan suami nya dengan semua persepsi buruk terhadap diri nya.biar lah dia mengalah untuk saat ini sampai nanti tertawa bahagia dengan segala kemenangan nya .
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰
__ADS_1