Ayah!Jangan Berpisah Dengan Ibu,Kembali Lah

Ayah!Jangan Berpisah Dengan Ibu,Kembali Lah
Bab 34


__ADS_3

" Ayah kecewa sekali sama kalian berdua.bisa- bisa nya kalian memanggil lelaki itu dengan panggilan yang sama seperti yang Ayah miliki." Bram menatap kedua anak gadis nya dengan rasa tidak percaya.bahkan untuk bertemu saja dia harus memohon dengan sedikit mengancam.baru lah mereka bisa bertemu dan makan siang bersama seperti ini.Alena yang tidak ingin membawa Pak Hutomo masuk ke dalam lingkaran masalah keluarga nya sengaja mengirim pesan jika dia dan sang adik ada keperluan dengan sang ayah tanpa menjelaskan secara detail apa yang akan mereka lakukan di luar.


" Apa kalian sudah tidak punya rasa hormat dan kasih sayang lagi kepada Ayah yang sudah membesar kan kalian selama ini?" tanya Bram sedikit membentak.Bram sangat berharap penuh kepada kedua anaknya agar bisa kembali kepada mantan istri nya.tapi sedikit pun dukungan dari kedua putri nya tidak dia dapat kan dan hari ini serta detik ini juga malah mendapat kan kabar jika semua yang tertulis di dalam kartu undangan itu benar ada nya.Bram yang tidak terima langsung meminta bantuan kedua putri nya tetapi dia terpaksa harus menerima kenyataan pahit karena mereka menolak dengan mentah-mentah permintaan tersebut.


" Ayah sudah lupa ingatan atau sudah nggak tahu malu lagi? Apa perlu Aku mengulang kembali untuk mengingat apa yang sudah Ayah lakukan kepada kami? Hah?" balas Alena dengan suara melengking.semua pengunjung sudah melihat ke arah mereka dan tidak menyangka bahwa Alena berani melawan ayah nya.


" Pelan kan suara nya Mbak! Kita bukan hanya berada di tempat ramai tetapi ada kenyamanan orang yang terganggu karena ulah Kamu." tegur Bram agar putri nya bisa bicara dengan baik.


" Aku sudah tidak perduli lagi dengan orang lain.jika Ayah tetap memaksa meminta kita untuk menggagalkan pernikahan Ibu! Jangan berharap lebih,Ayah sudah bukan lagi menjadi suami Ibu dan hanya pria dari masa lalu ibu.Ayah Nanda jauh lebih segala nya dari Ayah.dan kami berdua juga sangat menyukai sosok Ayah Nanda." jawab Alena murka dan memegang tangan Priska sebagai kode bahwa mereka harus segera pergi dari pada harus berlama-lama meladeni ketidakberesan Ayah kandung mereka sendiri.


" Ayok Dek." gumam Alena lirih namun dengan sigap di hentikan oleh Bram.


" Jangan pergi dulu, Ayah belum selesai berbicara dengan kalian."


" Memang nya kalian tidak ingin melihat Ayah dan Ibu hidup bahagia lagi?Nggak mau kita kumpul kayak dulu lagi." tanya Bram dengan suara lembut agar kedua putri nya menjadi simpati.


" Sudah jelas kami sangat ingin melihat Ibu bahagia,dan kebahagiaan Ibu adalah hidup bersama dengan Ayah Nanda .lelaki yang mencintai nya tanpa pamrih dan menerima semua baik buruk yang Ibu punya.bahkan keluarga Ayah Nanda menerima dengan tangan yang terbuka kedatangan Ibu dan kami berdua.tidak seperti keluarga Ayah yang gila hormat itu."raut wajah gadis 17 tahun itu tampak sangat marah dan masih enggan menatap ke arah ayah nya.


" Bukan kah Ayah sudah jauh lebih dulu menikah dari Ibu.Ayah juga seperti nya sangat bahagia dengan wanita Ayah itu .jadi ikhlas kan kami untuk menjemput kebahagiaan kami sendiri tanpa bayang-bayang Ayah lagi." lanjut Alena kemudian.


Tanpa mereka sadari bahwa saat ini Pak Hutomo sedang memperhatikan mereka dari jarak yang cukup dekat.pria renta itu bahkan sengaja memakai topi dan masker sambil berpura-pura ngobrol dengan para bodyguard nya agar tidak ketahuan oleh orang yang sedang dia ikuti.

__ADS_1


" Jadi seperti ini kelakuan mantan suami dari Dona! Keras kepala dan mau nya menang sendiri." gumam Pak Hutomo lirih.buku jari keriput nya bahkan menegang keras ketika mendengar permintaan aneh pria tersebut.jika sampai itu terjadi kepada Dona dan juga Cucu nya.Pak Hutomo tidak akan pernah memaafkan pengusaha muda tersebut dan akan menghancurkan apa yang selama ini dia banggakan.


Alena dan Priska yang sudah tidak nyaman lagi duduk mengobrol dengan ayah mereka, tanpa berpikir panjang lagi langsung berlari menjauh sehingga tidak bisa di kejar lagi oleh Bram.


" Alena..Priska .. Tunggu Ayah...Ayah yang akan mengantarkan kalian pulang." teriak nya namun kedua putri nya sudah menghilang tidak terlihat lagi.


" Sial! Kalau bukan karena harus membayar tagihan makanan ini,kedua anak ku pasti masih bisa untuk Aku kejar." umpat Bram lalu keluar dari restoran tersebut dengan langkah kaki yang sangat tergesa-gesa.


Kedua bola mata Bram bagai busur panah tajam mencari keberadaan kedua putri nya.lelah berkeliling di sepanjang restoran tersebut akhirnya Bram memutuskan untuk menyusul ke rumah masa lalu nya.


" Eyang! Kenapa Eyang ada di sini?" tanya Alena bingung.


Alena dan Priska tertunduk dalam kebisuan.mereka saat ini sangat bingung dan tidak tahu harus mengambil sikap apa.


" Cerita lah Nak! Eyang tidak akan membocorkan kepada siapapun.bukan kah kita adalah keluarga." bujuk Pak Hutomo agar kedua cicit nya mau terbuka tanpa merasa takut .


"Tapi janji jangan bilang sama Ibu ya Eyang." pinta Alena dan saat ini mereka sudah masuk ke dalam mobil milik Pak Hutomo.


Pria renta itu mengangguk dengan cepat sambil tersenyum lebar.


" Sebenarnya Ayah..." Alena langsung menceritakan semua nya kepada Pak Hutomo tanpa ada yang tertinggal sedikit pun.Pak Hutomo yang sudah tahu semua nya langsung tersenyum saat melihat tingkah kedua Cicit nya begitu jujur tanpa ada yang mereka tutupin lagi.

__ADS_1


" Alena takut kalau Ayah sampai berani melakukan hal yang nekad dan bisa mengacaukan acara Ibu besok Eyang." imbuh Alena dengan raut wajah sedih nya menatap pria renta tersebut.


" Dia tidak akan berani melakukan nya .Eyang sendiri yang akan menjaga kalian dan memastikan jika acara pernikahan besok akan berjalan dengan lancar."Pak Hutomo langsung memeluk tubuh kedua cicit nya yang terlihat bergetar dalam rasa takut.


" Tenang lah dan tarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan secara perlahan.tidak perlu merasa takut seperti ini karena Eyang akan selalu melindungi kalian." Pak Hutomo mengecup penuh kasih sayang kening kedua cicit nya secara bergantian sampai membuat Alena dan Priska merasa tenang lagi.


Bram yang sudah begitu bersemangat ingin kembali membujuk kedua putri nya harus tertunduk pasrah ketika melihat kenyataan bahwa orang yang dia cari belum sampai di rumah dan kemungkinan besar saat ini sedang berada di kediaman Hutomo.


" Kenapa mereka tidak bisa mengerti juga dengan keinginan Aku? Awas saja Kamu,Nanda! Tidak akan Aku biarkan semua nya berjalan sesuai dengan apa yang Kamu inginkan." batin Bram tersenyum licik.


Bram yang hendak masuk kembali ke dalam mobil nya langsung berhenti ketika ponsel milik nya bergetar hebat.tubuh Bram menegang sempurna setelah membaca isi pesan singkat tersebut.bahkan tungkai kaki nya terasa sangat lemah tak bertenaga lagi.


" Pak Hutomo! Bagaimana bisa dia tahu semua nya." Bram meremas kuat jemari nya sampai membuat rahang nya mengeras kuat.


" Sial..." umpat Bram yang memang tidak bisa bergerak bebas lagi karena semua yang dia lakukan sudah mendapatkan ancaman keras dari Pak Hutomo secara langsung.


Sementara Pak Hutomo yang masih bersama dengan kedua cicit nya.langsung tersenyum puas ketika melihat pesan nya sudah di baca oleh Bram.bukan lah hal sulit bagi Pak Hutomo untuk mencari Nomer ponsel milik Bram tanpa meminta secara langsung kepada kedua cicit nya.satu kedipan mata saja anak buah nya langsung memberikan apa yang dia inginkan


" Kamu lihat saja apa yang akan Saya lakukan jika Kamu sampai melewati batas nya.Saya jamin detik itu juga perusahaan mu langsung hancur seperti butiran debu." Pak Hutomo membatin sambil menemani kedua cicit nya menyelesaikan tugas sekolah yang akan di kirim besok pagi ke sekolah.sedangkan mereka berdua sudah tidak bisa mengikuti kegiatan belajar lagi selama beberapa hari ke depan.


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰😍

__ADS_1


__ADS_2