Ayah!Jangan Berpisah Dengan Ibu,Kembali Lah

Ayah!Jangan Berpisah Dengan Ibu,Kembali Lah
Bab 23


__ADS_3

Monik yang memang tidak terbiasa menjadi istri rumahan.lagi- lagi terpaksa melanggar perintah yang di berikan oleh suami nya dan tetap keluar rumah menggunakan baju seksi dan sebuah taksi online sudah menunggu di depan gerbang. karena satu pun kunci mobil tidak berhasil dia temukan di dalam lemari kamar nya dan harus pasrah menggunakan mobil online.


Bi Soidah yang melihat semua nya langsung memotret dan melaporkan kepergian Monik kepada Bram sampai Monik menghilang di balik pintu pagar.


Taksi putih tersebut mengantar Monik ke sebuah kamar kos yang terletak cukup jauh jaraknya dari tempat tinggal mewah nya.


Setelah membayar ongkos taksi dengan uang cash yang masih tersisa di dalam dompet nya.Monik langsung menerobos masuk ke kamar kos tersebut seolah-olah kamar itu juga sudah menjadi milik nya dan tanpa harus meminta izin jika ingin berkunjung ke sana.


Monik hanya menatap fokus ke depan hingga tidak menyadari jika sejak tadi ada dua orang yang terus mengintai setiap pergerakan nya dan sudah merekam di sebuah kamera yang ada di tangan nya.


Monik saat ini sedang bersama dengan seorang pria yang sudah sejak tadi menunggu kedatangan nya dan menengadah tangan dengan begitu percaya diri tanpa merasa malu sedikit pun.Monik yang tidak pernah mempermasalahkan nya tetap memberikan apa yang di inginkan oleh pria tersebut meskipun saat ini keuangan nya juga sedang menipis akibat jatah nya di pangkas oleh suami nya sendiri.


Pria tersebut merasa sangat bahagia dan dengan cepat menyimpan uang pemberian Monik ke dalam saku celana yang dia kenakan saat ini.


" Kamu sudah jarang sekali datang kesini? Apa Kamu sudah tidak merindukan Aku lagi? Apa ada pria lain yang bisa membuat mu melayang melebihi kemampuan yang Aku punya?" tanya pria tersebut sambil menatap nakal wajah Monik yang selalu kalah jika berada di bawah kungkungan nya.


Monik yang sudah tidak sabar ingin melakukan sesuatu yang dia inginkan langsung duduk di pangkuan pria tersebut dan dengan nakal nya meremas sesuatu yang sudah mengeras dan memanjang dari dalam celana nya.


" Aku sangat merindukanmu! Tidak ada pria manapun yang punya apa yang Kamu miliki.Aku sungguh merindukan nya dan tidak sabar lagi ingin mencoba nya." jawab Monik begitu sensualnya dan sedetik kemudian mereka berdua langsung berciuman mesra sampai mengeluarkan suara decapan yang berhasil di tangkap oleh orang suruhan Bram yang berada persis di depan pintu kamar yang hanya tertutup sedikit saja.


" Tolong cariin Aku kamar yang lebih luas dari kamar ini,Aku sangat tidak nyaman tinggal di sini dan Kamu juga pasti tidak akan betah berada terlalu lama dalam kamar yang sempit ini." pinta pria tersebut setelah ciuman mereka terlepas.

__ADS_1


" Untuk saat ini Aku belum bisa mewujudkan nya.mungkin nanti akan Aku pikirkan kembali setelah ATM ku kembali normal dan suami ku juga sudah tidak curiga lagi kepada Aku." jawab Monik yang sudah tidak tahan lagi dengan permainan tangan Pria tersebut di sekitar dada nya dan dengan cepat melahap bibir teman kencan nya sampai membuat kedua anak buah Bram geleng-geleng kepala karena tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini.


Mereka berdua seperti sepasang hewan yang sedang kelaparan ,saling menggigit dan menyentuh sesuka hati mereka sampai mengeluarkan suara yang bisa membuat semua orang mendengar nya.namun keduanya seolah acuh dan tetap melakukan kegiatan panas di siang hari ini sampai tubuh kedua nya basah oleh keringat.


Kedua anak buah Bram sebenarnya malas mendengar suara dewasa tersebut.namun mereka juga tidak bisa pergi begitu saja karena harus berhasil mendapatkan apa yang di minta oleh Bram.


" Na! Masuk siang ya?" tanya Nanda yang baru turun dari lantai atas di mana ruangan nya berada dan hanya di isi oleh petinggi rumah sakit ini saja.


Dona yang hendak masuk ke dalam ruangan nya untuk menyimpan tas kerja terpaksa mengurungkan niatnya dan membalikkan badan menatap pemilik suara yang sangat dia kenal itu.


" Pak Nanda." balas Dona sambil tersenyum manis.


" Loh kenapa di ubah lagi panggilan nya? Aku sangat suka dengan panggilan yang Kamu berikan kemarin malam." tukas Nanda membuat kedua pipi Dona semakin memerah seperti kepiting rebus.


" Baiklah! Tapi hanya di rumah sakit saja dan tidak berlaku jika kita sedang berada di luar."


" Anak-anak pulang dari sekolah jam berapa hari ini? Boleh kah Aku menjemputmu mereka karena Aku juga ingin merasakan seperti apa yang dulu pernah Aku impikan.Aku juga ingin mengajak kalian ke rumah karena ada acara makan malam yang di adakan Kakek di rumah malam nanti." ucapan Nanda membuat Dona semakin sulit membuka mulut nya.bagaimana mungkin dia yang hanya seorang dokter kandungan di rumah sakit ini ikut makan malam bersama pemilik rumah sakit dan keluarga mereka lain nya.kehidupan mereka sangat jauh berbeda seperti langit dan bumi.Dona merasa ini terlalu berlebihan dan tidak boleh terjadi ,dia juga tidak ingin kejadian masa lalu kembali memporak-porandakan hidup nya.hinaan dari kedua mantan mertua nya masih begitu membekas di hati nya dan sampai kapan pun tidak akan pernah bisa untuk dia lupakan.


" Jangan khawatir karena undangan ini resmi datang dari Kakek secara langsung yang kata nya juga ingin sekali bertemu dengan Kamu dan juga kedua putri mu." ucap Nanda meyakinkan Dona yang sangat terlihat ragu.Nanda yang sudah tahu semua cerita hidup Dona bisa memaklumi nya karena sangat tidak mungkin bagi Dona melupakan kejadian pahit ini dalam waktu yang begitu cepat.


" Mau ya dan Aku kali ini tidak akan menerima penolakan apapun.Aku akan tetap menjemput anak-anak dan kalian wajib datang nanti malam." pinta Nanda lebih ke memaksa.tapi dia tidak perduli karena sangat ingin mempertemukan Dona kepada kakek nya agar hubungan mereka lebih mudah terjalin dengan ada nya dukungan penuh dari orang terdekat nya.

__ADS_1


" Baiklah...Aku mau." jawab Dona terpaksa mengiyakan dari pada harus tertahan lebih lama lagi di depan ruangan nya, sedang kan banyak pasien yang sudah mengantri di depan poli kandungan sana.


" Oke...Tolong hubungi sopir anak-anak dan bilang Aku yang akan menjemput mereka hari ini." pinta Nanda lagi yang kembali membuat Dona membulat kan mata tidak percaya nya.


" Memang nya kalian mau kemana? Tidak mungkin kan kami datang ke rumah Pak Nanda dengan menggunakan baju seperti ini? Aku sangat tidak nyaman karena sudah seharian beraktivitas.terlebih lagi bau keringat pasti akan tercium jelas dari tubuh ku." sanggah Dona dengan cepat.


Nanda tersenyum mendengar penjelasan Dona yang sangat masuk akal.


" Ya sudah kalian boleh ganti baju dan Aku yang akan menjemput serta mengantar kalian pulang nanti.tapi untuk saat ini izinkan Aku menghabiskan waktu bersama mereka berdua.Kamu boleh bekerja dan biar kan Aku yang akan menemani mereka jalan-jalan ." ucap Nanda lagi dan langsung mendapat kan anggukan kepala dari Dona sebagai tanda setuju nya.


Dona dengan cepat menghubungi Pak Maman sebelum pria tersebut menjalankan mobil menuju ke sekolah kedua putri nya.setelah itu Dona juga tidak lupa mengabari kedua putri nya bahwa Nanda lah yang akan menjemput mereka hari ini.Nanda tersenyum hangat menatap wajah Dona dan langsung pamit karena mendengar jika sebentar lagi kedua calon anak nya akan keluar dari sekolah mereka masing-masing.


" Aku pamit ya Na! Hati-hati kerja nya dan jangan lupa istirahat jika sudah lelah." ucap Nanda dengan begitu manis membuat Dona semakin salah tingkah.


" Iya Pak.terimakasih sudah mau menjemput anak-anak dan maaf kalau sudah merepotkan Pak Nanda."


" Aku tidak pernah merasa direpotkan sedikit pun oleh kalian.malah Aku sangat senang dan berharap lebih dari ini." goda Nanda lalu membalikkan tubuhnya sambil membawa tas kerja di tangan kanan nya.meninggalkan Dona yang masih berdiri sambil memegang dada nya yang terasa cenat cenut tak menentu.


" Jantung Aku kenapa berdetak lebih kuat ya? Apa ini sebagai pertanda jika..." Dona tidak sanggup lagi melanjutkan ucapan nya sendiri dan dengan cepat menyudahi sambil menggeleng kan kepala.


" Tidak mungkin Pak Nanda yang begitu sempurna mau dengan janda miskin seperti Aku.apalagi ada Alena dan Priska yang akan membuat dia kerepotan nanti nya." batin Dona dan sedetik kemudian langsung tersadar ketika ada seorang perawat perempuan datang memanggil dia untuk memulai pekerjaan nya siang ini.

__ADS_1


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰😍


__ADS_2