
Bayangan perselingkuhan yang dilakukan oleh Monik bersama beberapa pria selama mereka berdua menikah.terus saja melanglang buana di pikiran Bram.terlebih lagi ada salah satu rekan bisnis nya yang ternyata juga sempat melihat Monik bermesraan dengan seorang lelaki muda di pulau Bali dengan pakaian yang sangat minim dan nyaris tidak pantas untuk di pakai oleh seorang wanita apalagi dia sudah bersuami pengusaha sukses.semua foto dan rekaman yang di kirim oleh rekan bisnis nya itu membuat Bram semakin murka dengan rasa malu yang sudah mendarah daging.ingin mengelak pun rasa nya percuma saja karena dalam video itu wajah Monik kelihatan begitu jelas dan tidak mungkin untuk di tutupi lagi.
Hati dan pikiran Bram sangat kacau saat ini.dia tidak tahu lagi harus berbuat apa agar lebih mudah melupakan semua nya.beruntung nya sebelum meresmikan pernikahan mereka secara sah.Bram sudah membuat sebuah perjanjian yang sangat menguntungkan diri nya dan Monik sudah tidak bisa berkutik lagi jika perpisahan ini terjadi.pergi dengan tangan kosong tanpa boleh membawa apapun pemberian dari Bram.
" Bodoh nya Aku sebagai laki-laki.Aku bahkan rela meninggalkan semua nya demi wanita pengkhianat itu! Sial." murka Bram sambil menjambak rambut nya sendiri.
Bram terus mengumpat kasar .menyesali pilihan nya sendiri .tapi semua nya sudah terjadi dan tidak bisa di ubah kembali seperti dulu.dia sendiri yang sudah memutuskan untuk tetap hidup bersama istri muda nya ketimbang kembali pada keluarga yang selalu menunggu kedatangan nya.
Bram yang sudah semakin pusing akhirnya memutuskan untuk pergi ke luar dari kantor nya meski pun masih banyak pekerjaan yang menunggu untuk di selesaikan.
Peringatan keras dari Asisten pribadi nya di abaikan begitu saja karena saat ini yang ingin dia lakukan adalah bertemu kedua putri nya.
Bram melajukan mobil nya dengan begitu cepat hingga beberapa menit kemudian dia sudah sampai di depan rumah masa lalu nya yang sempat memberikan dia kehangatan yang tidak bisa di lukis kan dengan kata-kata.
Bram langsung memasukkan mobil nya ke dalam pekarangan rumah Dona.dengan di bantu oleh Pak Maman yang kebetulan sedang mengecat pagar rumah majikan nya.
" Selamat sore Pak." sapa Pak Maman ketika Bram sudah keluar dari mobil nya.
__ADS_1
" Sore Pak Maman! Anak-anak ada di dalam kan Pak?" tanya Bram sambil celingukan mencari kedua putri cantik nya.
" Maaf Pak! Non Alena sama Non Priska belum pulang sejak siang tadi." jawab Pak Maman apa ada nya.semenjak Dona dan Nanda resmi berhubungan dan sebentar lagi akan menikah.Pak Maman lebih banyak menghabiskan waktu nya di depan rumah mewah ini.karena semua yang berhubungan dengan Alena dan Priska sudah di ambil alih oleh Pak Hutomo.bahkan pria renta itu rela bangun pagi-pagi agar bisa mengantar kedua Cicit nya untuk berangkat ke sekolah.Pak Maman tak pernah mempermasalahkan nya karena sampai saat ini dia masih tetap bekerja untuk Dona dan tidak perlu mencari pekerjaan lain lagi.
Bram mengernyit heran sambil melirik ke arah jam tangan nya.
"Belum pulang? Mereka pergi ke mana Pak?" tanya Bram seperti seorang wartawan gosip.
" Saya kurang tahu juga Pak,tapi biasa nya main ke tempat Pak Hutomo terus lanjut les kalau sore begini Pak." Bram yang mendengar nama Pak Hutomo langsung terperangah dengan jantung yang tak karuan.sosok pengusaha sukses ini bahkan sudah sangat dekat dengan kedua putri nya.apa ini sebagai pertanda jika keberadaan dia benar-benar akan terlupakan selama nya.
" Pak Hutomo? Anak-anak? Dona?"batin Bram sambil menerka-nerka ada hubungan apa di antara Dona dengan keluarga Hutomo.melihat mereka makan malam bersama saja hati Bram sudah memanas apalagi jika sampai melihat yang lain nya.entah lah Bram semakin di buat pusing dengan semua yang terjadi dalam hidup nya.
" Apa Dona juga ikut ke sana Pak?" tanya Bram semakin detail.
" Biasa nya sih kalau jam segini Ibu lagi ngajar di kampus yang searah dengan rumah sakit itu Pak." Bram yang selaku mantan suami dari wanita yang dia cari benar-benar minim informasi tentang kehidupan mereka saat ini.semua nya sudah berubah jauh dan Bram sama sekali tidak di libat kan dalam urusan hidup mereka bertiga.bukan mereka yang menginginkan ini terjadi.melainkan Bram sendiri lah yang sudah memilih jalan terjal ini.
" Kampus kedokteran itu ya Pak?" tanya Bram sambil mengingat kampus apa yang paling dekat dengan rumah sakit tempat Dona bekerja.
__ADS_1
" Iya Pak." jawab Pak Maman begitu setia nya meladeni Bram yang sedang mengorek informasi tentang kehidupan Dona bersama kedua putri mereka.
Setelah merasa puas menyelidiki semua nya dan juga rasa bosan nya menunggu dalam waktu yang cukup lama sudah naik ke ubun-ubun nya.Bram akhirnya pamit lalu melajukan mobil nya mencari jawaban atas apa yang dia takut kan selama ini.
Bram sengaja memarkirkan mobilnya di depan kampus kedokteran tersebut dan tanpa sengaja mata nya menangkap sosok wanita masa lalu nya sedang berjalan menuju mobil dan masuk ke dalam mobil lalu bersiap-siap hendak keluar dari area kampus.meskipun belum bisa bertemu dengan kedua putri nya.setidak nya rasa kangen dan rindu nya terobati sudah ketika melihat wajah Dona yang semakin cantik dan lebih muda dari usia nya dan sangat mirip sekali dengan wajah kedua putri nya.
Bram sengaja mengikuti mobil itu kemanapun dia pergi.tidak ingin ketahuan oleh orang yang sedang dia ikuti.Bram sengaja memberi jarak sedikit ke belakang . meskipun demikian mobil Dona tetap dalam pantauan mata nya. Bram sangat hapal jika jalan yang mereka lalui saat ini bukan lah merupakan arah untuk pulang kerumah yang di tempati oleh Dona bersama kedua putri mereka.hingga pada akhirnya rasa penasaran Bram terjawab sudah ketika melihat Dona masuk ke dalam sebuah rumah mewah dan sangat luas .di mana di depan pagar nya tertulis nama yang paling dia segani di dunia bisnis.
" Pak Hutomo lagi?" gumam Bram mengintip dari mobil nya . kebetulan pintu pagar masih sedikit terbuka karena ada asisten rumah tangga yang sedang keluar membuang sampah.di teras depan sana Bram melihat kedua putri nya sedang tertawa bersama Pak Hutomo dan juga cucu pria nya.sedangkan Dona sudah duduk di samping sosok Pria tampan tersebut dengan tangan yang saling bertautan.dada Bram kembali terasa panas dan kepala nya terasa semakin berat melihat pemandangan indah itu.sungguh dia sangat cemburu melihat semua ini.
" Tidak! Ini tidak mungkin." Bram terus saja menggeleng kepala karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.tapi semua bukti yang sudah dia lihat seolah semakin menunjukkan kebenaran nya.kedua putri nya kelihatan begitu bahagia berbanding terbalik dengan kehidupan nya saat ini.
" Ternyata benar Dona dan pria itu punya hubungan khusus.tidak mungkin Dona mau di pegang tangan nya jika mereka tidak punya hubungan apa-apa.Aku nggak boleh telat dan membiarkan mereka bersama."
" Pria itu tidak boleh merebut posisi ku di hati Dona dan juga kedua putri kami.mau bagaimana pun Aku adalah Ayah mereka dan Aku yang paling berhak atas kedua putri ku.bukan nya lelaki yang sok kaya itu." Bram bergeming dengan batin yang bergejolak hebat.ingin sekali dia menerobos masuk ke dalam rumah mewah bak sebuah istana ini.lagi- lagi sosok Pak Hutomo yang tegas dan garang dalam dunia bisnis membuat nyali nya menciut dan belum siap untuk kehilangan semua yang sudah dia capai saat ini.tapi untuk tetap berlama-lama melihat pemandangan itu hati nya juga tidak kuat.Bram akhirnya memutuskan untuk segera pulang ke rumah nya sendiri karena pintu gerbang yang cukup besar itu juga sudah di tutup oleh pria berbadan besar.
" Aku harus menemui Dona besok pagi.Ini semua tidak boleh melampaui batas.dan hanya Aku yang boleh menjadi pemilik hati nya."
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🤣🤣